Kisah Jenderal TNI M Jusuf Selamat dari Berondongan Senjata Pemberontak
Sabtu, 01 November 2025 - 06:26 WIB
loading...
A
A
A
Ketika masuk lokasi perundingan, Brigjen TNI M Jusuf beserta staf dikepung. Beruntung, sejumlah prajurit Brimob dan pasukan pengawal Pangdam sigap melindungi Pangdam dengan cara mengevakuasi M Jusuf ke dalam panser.
Setelah tak lagi menjadi Pangdam Hasanuddin dan mengemban amanah lebih tinggi sebagai Panglima ABRI, M Jusuf tak heran sangat peduli terhadap kesejahteraan dan perlengkapan anggota Brimob.
Dia memerhatikan seluruh anak buahnya dan tidak membeda-bedakan asal kesatuan. M Jusuf mengizinkan Brimob melaksanakan latihan tempur mandiri untuk mengasah kemampuannya. Wajar saja M Jusuf sangat disegani anak buahnya.
Seorang perwira Satuan Pelopor Brimob dalam buku Resimen Pelopor (Edisi Revisi), Pasukan Elite Yang Terlupakan ini dikenal dengan nama samaran Romeo mengakui warisan pendidikan Brimob pada Orde Baru melekat kuat pada anggota Brimob.
Ketika Orba, Brimob dididik dengan fasilitas seadanya dan memperoleh perlengkapan memprihatinkan. Namun, Romeo juga menjamin Pelopor saat ini sudah mengalami perubahan baik dari sisi pelatihan maupun perlengkapan. Hanya saja memang masih jauh dari kualifikasi Pelopor pada tahun 1950-an hingga 1960-an eranya Jenderal TNI M Jusuf.
Setelah tak lagi menjadi Pangdam Hasanuddin dan mengemban amanah lebih tinggi sebagai Panglima ABRI, M Jusuf tak heran sangat peduli terhadap kesejahteraan dan perlengkapan anggota Brimob.
Dia memerhatikan seluruh anak buahnya dan tidak membeda-bedakan asal kesatuan. M Jusuf mengizinkan Brimob melaksanakan latihan tempur mandiri untuk mengasah kemampuannya. Wajar saja M Jusuf sangat disegani anak buahnya.
Seorang perwira Satuan Pelopor Brimob dalam buku Resimen Pelopor (Edisi Revisi), Pasukan Elite Yang Terlupakan ini dikenal dengan nama samaran Romeo mengakui warisan pendidikan Brimob pada Orde Baru melekat kuat pada anggota Brimob.
Ketika Orba, Brimob dididik dengan fasilitas seadanya dan memperoleh perlengkapan memprihatinkan. Namun, Romeo juga menjamin Pelopor saat ini sudah mengalami perubahan baik dari sisi pelatihan maupun perlengkapan. Hanya saja memang masih jauh dari kualifikasi Pelopor pada tahun 1950-an hingga 1960-an eranya Jenderal TNI M Jusuf.
(jon)
Lihat Juga :