Latih SDM Teluk Bintuni, Petrotekno Ikut Andil Lahirkan P2TIM
Minggu, 26 Oktober 2025 - 16:29 WIB
loading...
A
A
A
Para peserta dibekali kemampuan dan kualifikasi baik nasional maupun internasional yang disesuaikan dengan standard kompetensi dari BP. Program itu ditujukan kepada mereka yang minimal lulusan SMA atau SMK dengan durasi pelatihan selama 3 tahun.
Setiap tahun sejumlah 30-50 peserta pelatihan dikirim ke Petrotekno untuk dilatih. Program berlangsung selama 4 batch hingga tahun 2022 silam.
Setelah kurang lebih satu tahun berlalu dari batch (gelombang) yang pertama, di 2018 Pemkab Teluk Bintuni hadir ke fasilitas pelatihan Petrotekno di Ciloto untuk melakukan kunjungan evaluasi terhadap kegiatan yang sudah berjalan. Mereka melihat perbedaan pada putra dan putri lokal Bintuni yang dilatih di sana. Baca juga: Wamen PPPA Veronica Tan Dorong Pelatihan Difabel yang Sesuai Kebutuhan Dunia Kerja
Perbedaan tersebut sangatlah nyata ketika para siswa melakukan presentasi dan berdiskusi dengan pemerintah daerah. Mereka pun kemudian mengajak Petrotekno datang berkunjung ke Teluk Bintuni untuk melihat potensi kerja sama pengembangan SDM langsung.
Setelah beberapa kali kunjungan dan diskusi, akhirnya Petrotekno mengajukan skema pengembangan SDM tanpa harus terbang ke Ciloto, Puncak. Hasil diskusi terakhir akhirnya mengerucut program akan digelar 3,5 bulan untuk tenaga konstruksi migas dengan kapasitas maksimal 100 peserta setiap batch.
Setiap tahun sejumlah 30-50 peserta pelatihan dikirim ke Petrotekno untuk dilatih. Program berlangsung selama 4 batch hingga tahun 2022 silam.
Setelah kurang lebih satu tahun berlalu dari batch (gelombang) yang pertama, di 2018 Pemkab Teluk Bintuni hadir ke fasilitas pelatihan Petrotekno di Ciloto untuk melakukan kunjungan evaluasi terhadap kegiatan yang sudah berjalan. Mereka melihat perbedaan pada putra dan putri lokal Bintuni yang dilatih di sana. Baca juga: Wamen PPPA Veronica Tan Dorong Pelatihan Difabel yang Sesuai Kebutuhan Dunia Kerja
Perbedaan tersebut sangatlah nyata ketika para siswa melakukan presentasi dan berdiskusi dengan pemerintah daerah. Mereka pun kemudian mengajak Petrotekno datang berkunjung ke Teluk Bintuni untuk melihat potensi kerja sama pengembangan SDM langsung.
Setelah beberapa kali kunjungan dan diskusi, akhirnya Petrotekno mengajukan skema pengembangan SDM tanpa harus terbang ke Ciloto, Puncak. Hasil diskusi terakhir akhirnya mengerucut program akan digelar 3,5 bulan untuk tenaga konstruksi migas dengan kapasitas maksimal 100 peserta setiap batch.
(poe)
Lihat Juga :