Latih SDM Teluk Bintuni, Petrotekno Ikut Andil Lahirkan P2TIM
Minggu, 26 Oktober 2025 - 16:29 WIB
loading...
Para pemuda Teluk Bintuni, Papua Barat mengikuti pelatihan di P2TIM yang digelar Petrotekno. P2TIM beroperasi di bawah naungan Dinas Perindustrian, Perdagangan, dan Koperasi Kabupaten Teluk Bintuni. Foto/Dok. SindoNews
A
A
A
TELUK BINTUNI - Petrotekno telah menjalin kerja sama dengan Pemkab Teluk Bintuni, Papua Barat. Kerja sama ini diwujudkan dengan lahirnya Pusat Pelatihan Teknik Industri dan Migas (P2TIM) yang beroperasi di bawah naungan Dinas Perindustrian, Perdagangan, dan Koperasi Kabupaten Teluk Bintuni.
P2TIM telah membantu dalam menekan tingkat pengangguran terbuka hingga 3,16% pada 2024. Sejak berdiri, hasil pemeriksaan BPK terhadap P2TIM selalu wajar dan dalam norma kesesuaian. "Hal ini dimungkinkan karena secara berkala, P2TIM selalu mengirimkan Laporan Pertanggung Jawaban kepada Badan Keuangan Daerah,” kata Kepala Dinas Perindustrian, Perdagangan dan Koperasi Teluk Bintuni, Ongen Pattikawa dalam siaran persnya, Minggu (26/10/2025). Baca juga: Setahun Pemerintahan, Prabowo: Pengangguran Terbuka 4,67%, Terendah Sejak Krisis 1998
Petrotekno merupakan perusahaan yang bergerak di bidang pelatihan migas yang telah beroperasi sejak 2007.
Selama beberapa tahun terakhir, Petrotekno telah memberikan pelatihan bagi para pelaku migas di Indonesia dan bahkan dunia dari fasilitas pendidikan yang dimiliki di Ciloto, Puncak, Jawa Barat.
Selain bekerja sama dengan BP Tangguh LNG, Petrotekno juga dipercaya Pertamina dan Donggi Senoro LNG. Petrotekno merupakan satu-satunya lembaga di Indonesia yang melatih sesuai standar Global Vocational Qualification terutama untuk pengoperasian dan pemeliharaan (operation and maintenance) di industri migas.
Sejak 2017, BP Tangguh menggandeng Petrotekno untuk mengembangkan kemampuan SDM yang ada di Papua, khususnya Teluk Bintuni . Tujuannya agar bisa meningkatkan penyerapan pekerja lokal.
Para peserta dibekali kemampuan dan kualifikasi baik nasional maupun internasional yang disesuaikan dengan standard kompetensi dari BP. Program itu ditujukan kepada mereka yang minimal lulusan SMA atau SMK dengan durasi pelatihan selama 3 tahun.
Setiap tahun sejumlah 30-50 peserta pelatihan dikirim ke Petrotekno untuk dilatih. Program berlangsung selama 4 batch hingga tahun 2022 silam.
Setelah kurang lebih satu tahun berlalu dari batch (gelombang) yang pertama, di 2018 Pemkab Teluk Bintuni hadir ke fasilitas pelatihan Petrotekno di Ciloto untuk melakukan kunjungan evaluasi terhadap kegiatan yang sudah berjalan. Mereka melihat perbedaan pada putra dan putri lokal Bintuni yang dilatih di sana. Baca juga: Wamen PPPA Veronica Tan Dorong Pelatihan Difabel yang Sesuai Kebutuhan Dunia Kerja
Perbedaan tersebut sangatlah nyata ketika para siswa melakukan presentasi dan berdiskusi dengan pemerintah daerah. Mereka pun kemudian mengajak Petrotekno datang berkunjung ke Teluk Bintuni untuk melihat potensi kerja sama pengembangan SDM langsung.
Setelah beberapa kali kunjungan dan diskusi, akhirnya Petrotekno mengajukan skema pengembangan SDM tanpa harus terbang ke Ciloto, Puncak. Hasil diskusi terakhir akhirnya mengerucut program akan digelar 3,5 bulan untuk tenaga konstruksi migas dengan kapasitas maksimal 100 peserta setiap batch.
P2TIM telah membantu dalam menekan tingkat pengangguran terbuka hingga 3,16% pada 2024. Sejak berdiri, hasil pemeriksaan BPK terhadap P2TIM selalu wajar dan dalam norma kesesuaian. "Hal ini dimungkinkan karena secara berkala, P2TIM selalu mengirimkan Laporan Pertanggung Jawaban kepada Badan Keuangan Daerah,” kata Kepala Dinas Perindustrian, Perdagangan dan Koperasi Teluk Bintuni, Ongen Pattikawa dalam siaran persnya, Minggu (26/10/2025). Baca juga: Setahun Pemerintahan, Prabowo: Pengangguran Terbuka 4,67%, Terendah Sejak Krisis 1998
Petrotekno merupakan perusahaan yang bergerak di bidang pelatihan migas yang telah beroperasi sejak 2007.
Selama beberapa tahun terakhir, Petrotekno telah memberikan pelatihan bagi para pelaku migas di Indonesia dan bahkan dunia dari fasilitas pendidikan yang dimiliki di Ciloto, Puncak, Jawa Barat.
Selain bekerja sama dengan BP Tangguh LNG, Petrotekno juga dipercaya Pertamina dan Donggi Senoro LNG. Petrotekno merupakan satu-satunya lembaga di Indonesia yang melatih sesuai standar Global Vocational Qualification terutama untuk pengoperasian dan pemeliharaan (operation and maintenance) di industri migas.
Sejak 2017, BP Tangguh menggandeng Petrotekno untuk mengembangkan kemampuan SDM yang ada di Papua, khususnya Teluk Bintuni . Tujuannya agar bisa meningkatkan penyerapan pekerja lokal.
Para peserta dibekali kemampuan dan kualifikasi baik nasional maupun internasional yang disesuaikan dengan standard kompetensi dari BP. Program itu ditujukan kepada mereka yang minimal lulusan SMA atau SMK dengan durasi pelatihan selama 3 tahun.
Setiap tahun sejumlah 30-50 peserta pelatihan dikirim ke Petrotekno untuk dilatih. Program berlangsung selama 4 batch hingga tahun 2022 silam.
Setelah kurang lebih satu tahun berlalu dari batch (gelombang) yang pertama, di 2018 Pemkab Teluk Bintuni hadir ke fasilitas pelatihan Petrotekno di Ciloto untuk melakukan kunjungan evaluasi terhadap kegiatan yang sudah berjalan. Mereka melihat perbedaan pada putra dan putri lokal Bintuni yang dilatih di sana. Baca juga: Wamen PPPA Veronica Tan Dorong Pelatihan Difabel yang Sesuai Kebutuhan Dunia Kerja
Perbedaan tersebut sangatlah nyata ketika para siswa melakukan presentasi dan berdiskusi dengan pemerintah daerah. Mereka pun kemudian mengajak Petrotekno datang berkunjung ke Teluk Bintuni untuk melihat potensi kerja sama pengembangan SDM langsung.
Setelah beberapa kali kunjungan dan diskusi, akhirnya Petrotekno mengajukan skema pengembangan SDM tanpa harus terbang ke Ciloto, Puncak. Hasil diskusi terakhir akhirnya mengerucut program akan digelar 3,5 bulan untuk tenaga konstruksi migas dengan kapasitas maksimal 100 peserta setiap batch.
(poe)
Lihat Juga :