Mahasiswa S2 Fakultas Hukum UMM Bekali Pemilih Pemula Pendidikan Politik
Kamis, 23 Oktober 2025 - 17:03 WIB
loading...
A
A
A
Naufal pun menanyakan mengapa politik penting. Ia mengatakan, bahwa politik akan menentukan kebijakan yang memengaruhi kehidupan sehari-hari. "Semua warga negara memiliki hak dan kewajiban dalam politik, terutama dalam pemilihan umum (pemilu)," ujarnya.
Berikutnya, Nadira Iftinan memaparkan pentingnya pendidikan politik. Menurut Nadira, terdapat 3 tujuan dari pendidikan politik. Pertama, memberikan pemahaman tentang sistem demokrasi dan pentingnya partisipasi. Kedua, mencegah disinformasi dan politik identitas."Dan, mendorong pemilih pemula untuk menggunakan hak suaranya secara bertanggung jawab," ujarnya.
Nadira juga mengajak ratusan siswa agar menghindari politik uang dan tidak mudah terpengaruh informasi palsu (hoaks) dalam kontestasi politik. Pasalnya, dua hal itu akan merusak proses demokrasi di Indonesia. ”Cara mengenali hoaks dan pentingnya mencari informasi dari sumber terpercaya," terangnya. Baca juga: 18 Universitas Muhammadiyah dengan Status Akreditasi Unggul, Ini Daftar Lengkapnya
Di penghujung acara, Anis Suhartini yang berpengalaman sebagai ketua KPU Kabupaten Malang periode 2019-2024, mengajak ratusan siswa pentingnya berpartisipasi dalam demokrasi. Menurut Anis, demokrasi akan berjalan dengan baik jika semua warga negara berpartisipasi aktif. Menggunakan hak pilih adalah bentuk partisipasi penting dalam demokrasi.
Karena itulah, peran pemuda dalam menjaga demokrasi yang sehat dan adil sangat penting. "Dengan memahami dasar hukum dan pentingnya pendidikan politik, siswa SMA diharapkan dapat menjadi pemilih yang cerdas dan bertanggung jawab demi keberlangsungan demokrasi Indonesia," tandasnya.
Berikutnya, Nadira Iftinan memaparkan pentingnya pendidikan politik. Menurut Nadira, terdapat 3 tujuan dari pendidikan politik. Pertama, memberikan pemahaman tentang sistem demokrasi dan pentingnya partisipasi. Kedua, mencegah disinformasi dan politik identitas."Dan, mendorong pemilih pemula untuk menggunakan hak suaranya secara bertanggung jawab," ujarnya.
Nadira juga mengajak ratusan siswa agar menghindari politik uang dan tidak mudah terpengaruh informasi palsu (hoaks) dalam kontestasi politik. Pasalnya, dua hal itu akan merusak proses demokrasi di Indonesia. ”Cara mengenali hoaks dan pentingnya mencari informasi dari sumber terpercaya," terangnya. Baca juga: 18 Universitas Muhammadiyah dengan Status Akreditasi Unggul, Ini Daftar Lengkapnya
Di penghujung acara, Anis Suhartini yang berpengalaman sebagai ketua KPU Kabupaten Malang periode 2019-2024, mengajak ratusan siswa pentingnya berpartisipasi dalam demokrasi. Menurut Anis, demokrasi akan berjalan dengan baik jika semua warga negara berpartisipasi aktif. Menggunakan hak pilih adalah bentuk partisipasi penting dalam demokrasi.
Karena itulah, peran pemuda dalam menjaga demokrasi yang sehat dan adil sangat penting. "Dengan memahami dasar hukum dan pentingnya pendidikan politik, siswa SMA diharapkan dapat menjadi pemilih yang cerdas dan bertanggung jawab demi keberlangsungan demokrasi Indonesia," tandasnya.
(poe)
Lihat Juga :