BGN Gelar Bimbingan Teknis Penjamah Makanan untuk 1.800 Peserta di Bogor dan Sukabumi
Sabtu, 04 Oktober 2025 - 18:04 WIB
loading...
A
A
A
SPPG diharapkan memiliki kesiapan penuh dalam pencegahan Kejadian Luar Biasa (KLB) keracunan pangan melalui penerapan standar ketat antara lain:
- Adanya chef bersertifikat di dapur SPPG
- Penerapan rapid test food untuk uji keamanan pangan
- Penggunaan filter air untuk air sumur atau air keran
- Penggunaan air galon untuk memasak
- Pelaksanaan sterilisasi food tray
- Pemenuhan sertifikat laik higienitas dan sanitasi
- Keterlibatan ahli gizi dalam setiap dapur
- Tersedianya CCTV di dapur sebagai upaya transparansi dan pengawasan berkelanjutan.
Materi yang diberikan dalam Bimtek meliputi:
- Prinsip dasar higienitas dan sanitasi pangan
- Identifikasi risiko kontaminasi pangan
- Praktik pengolahan dan penyajian makanan yang aman
- Standar peralatan dapur dan penyimpanan bahan makanan
- Perilaku sehat bagi penjamah makanan
- Learning Management System (LMS) untuk mendapatkan sertifikat Pelatihan Penjamah Pangan.
Adanya Bimtek ini, BGN menegaskan komitmennya untuk memperkuat kapasitas sumber daya manusia di bidang pangan sekaligus memastikan masyarakat memperoleh makanan yang aman, sehat, dan bergizi.
Staf Dialur Deputi Penyediaan dan Penyaluran BGN Sawin menjelaskan pelaksanaan Bimtek ini merupakan langkah awal menuju standarisasi nasional dalam penyelenggaraan dapur sehat SPPG.
“Bimbingan teknis ini bertujuan agar seluruh relawan dan pengelola SPPG memiliki pemahaman yang sama tentang standar pelayanan gizi, mulai dari pemilihan bahan, pengolahan, pemorsian, hingga pendistribusian makanan yang higienis dan aman,” ujar Sawin.
- Adanya chef bersertifikat di dapur SPPG
- Penerapan rapid test food untuk uji keamanan pangan
- Penggunaan filter air untuk air sumur atau air keran
- Penggunaan air galon untuk memasak
- Pelaksanaan sterilisasi food tray
- Pemenuhan sertifikat laik higienitas dan sanitasi
- Keterlibatan ahli gizi dalam setiap dapur
- Tersedianya CCTV di dapur sebagai upaya transparansi dan pengawasan berkelanjutan.
Materi yang diberikan dalam Bimtek meliputi:
- Prinsip dasar higienitas dan sanitasi pangan
- Identifikasi risiko kontaminasi pangan
- Praktik pengolahan dan penyajian makanan yang aman
- Standar peralatan dapur dan penyimpanan bahan makanan
- Perilaku sehat bagi penjamah makanan
- Learning Management System (LMS) untuk mendapatkan sertifikat Pelatihan Penjamah Pangan.
Adanya Bimtek ini, BGN menegaskan komitmennya untuk memperkuat kapasitas sumber daya manusia di bidang pangan sekaligus memastikan masyarakat memperoleh makanan yang aman, sehat, dan bergizi.
Staf Dialur Deputi Penyediaan dan Penyaluran BGN Sawin menjelaskan pelaksanaan Bimtek ini merupakan langkah awal menuju standarisasi nasional dalam penyelenggaraan dapur sehat SPPG.
“Bimbingan teknis ini bertujuan agar seluruh relawan dan pengelola SPPG memiliki pemahaman yang sama tentang standar pelayanan gizi, mulai dari pemilihan bahan, pengolahan, pemorsian, hingga pendistribusian makanan yang higienis dan aman,” ujar Sawin.
Lihat Juga :