2 Kelurahan di Jakarta Deklarasi Kampung Sehat Siaga Obesitas dan Diabetes
Kamis, 25 September 2025 - 10:51 WIB
loading...
A
A
A
"PKK juga merupakan garda terdepan yang bisa melakukan sosialisasi dan edukasi pentingnya warga menjaga kesehatan. Sebab, kader PKK ada hingga di tingkat RT," bebernya.
Ia menambahkan, pemerintah perlu segera menerapkan cukai MBDK sebagai langkah preventif memberikan perlindungan kepada watga, khususnya anak-anak dari mengonsumsi MBDK.
"Penerapan cukai MBDK ini penting sebagai salah satu aksi nyata melindungi generasi emas Indonesia 2045 dengan sumber daya manusia yang sehat," pungkas Ari.
Untuk diketahui, sebelum pelaksanaan deklarasi diadakan sesi diskusi yang membahas mengenai dampak mengonsumsi MBDK berlebihan dan perlunya penerapan cukai MBDK.
Diskusi yang dihadiri Direktur Kesehatan Lingkungan Kemenkes RI, dr Ten Suyanti ini menghadirkan narasumber dari Komunitas Cuci Darah, Tony Samosir dan mewakili FAKTA Indonesia, Cathrine Rahel Lumbanraja.
Sedangkan penanggap terdiri dari Gunawan Tri Wibowo Direktorat Jenderal Bea dan Cukai; Reza Febriza dari Direktorat Jenderal Strategi Ekonomi Fiskal; dr. Lusy Levina, Kepala Tim Kerja Pencegahan dan Pengendalian Penyakit Tidak Menular Kemenkes RI; Risky Kurniawan dari Badan Pengawas Obat dan Makanan RI; serta Wakil Ketua FAKTA Indonesia, Azas Tigor Nainggolan.
Ia menambahkan, pemerintah perlu segera menerapkan cukai MBDK sebagai langkah preventif memberikan perlindungan kepada watga, khususnya anak-anak dari mengonsumsi MBDK.
"Penerapan cukai MBDK ini penting sebagai salah satu aksi nyata melindungi generasi emas Indonesia 2045 dengan sumber daya manusia yang sehat," pungkas Ari.
Untuk diketahui, sebelum pelaksanaan deklarasi diadakan sesi diskusi yang membahas mengenai dampak mengonsumsi MBDK berlebihan dan perlunya penerapan cukai MBDK.
Diskusi yang dihadiri Direktur Kesehatan Lingkungan Kemenkes RI, dr Ten Suyanti ini menghadirkan narasumber dari Komunitas Cuci Darah, Tony Samosir dan mewakili FAKTA Indonesia, Cathrine Rahel Lumbanraja.
Sedangkan penanggap terdiri dari Gunawan Tri Wibowo Direktorat Jenderal Bea dan Cukai; Reza Febriza dari Direktorat Jenderal Strategi Ekonomi Fiskal; dr. Lusy Levina, Kepala Tim Kerja Pencegahan dan Pengendalian Penyakit Tidak Menular Kemenkes RI; Risky Kurniawan dari Badan Pengawas Obat dan Makanan RI; serta Wakil Ketua FAKTA Indonesia, Azas Tigor Nainggolan.
(shf)
Lihat Juga :