Pemerintah Berjanji Segera Benahi Masalah Perunggasan
Sabtu, 12 September 2020 - 09:35 WIB
loading...
Ketua Perhimpunan Insan Perunggasan Rakyat (Pinsar) Indonesia, Singgih Januratmoko saat bertemu Menko Perekonomian, Airlangga Hartarto. (Foto/Ist)
A
A
A
BOGOR - Ketua Perhimpunan Insan Perunggasan Rakyat (Pinsar) Indonesia, Singgih Januratmoko saat ini ada sejumlah akar masalah perunggasan yang sudah dua tahun mendera peternak dan mengalami kerugian.
Menghadapi situasi maka perlu langkah yang harus segera diambil oleh pemerintah adalah menyeimbangkan supply dan demand serta memperbaiki harga ayam hidup di tingkat peternak.
“Saya sudah sampaikan ini ke Pak Menko Perekonomian, Airlangga Hartarto bahwa Kemendag tidak konsisten dengan pelaksanaan dan pengawasan regulasi tentang harga acuan,” tegasnya, Jumat (12/9/2020).
Selain itu, terkait dengan desakan dari Brazil untuk memasukkan ayamnya ke Indonesia, dia juga minta pemerintah mengambil langkah strategis sebagai upaya perlindungan kepada peternakan unggas nasional. (BACA JUGA: Anies Kewalahan Atasi COVID-19, Kang Emil Tawarkan Bantuan RS)
Pinsar Indonesia juga menyinggung keberadaan Badan Usaha Milik Negara (BUMN) yang mendapat penugasan di sektor peternakan. “Bagaimana bisa BUMN menjalankan tugasnya kalau tidak punya amunisi. Kami minta ada Penyertaan Modal Negara sehingga keberadaannya bisa benar-benar efektif,” tutur Singgih yang juga anggota Komisi VI DPR ini.
Menghadapi situasi maka perlu langkah yang harus segera diambil oleh pemerintah adalah menyeimbangkan supply dan demand serta memperbaiki harga ayam hidup di tingkat peternak.
“Saya sudah sampaikan ini ke Pak Menko Perekonomian, Airlangga Hartarto bahwa Kemendag tidak konsisten dengan pelaksanaan dan pengawasan regulasi tentang harga acuan,” tegasnya, Jumat (12/9/2020).
Selain itu, terkait dengan desakan dari Brazil untuk memasukkan ayamnya ke Indonesia, dia juga minta pemerintah mengambil langkah strategis sebagai upaya perlindungan kepada peternakan unggas nasional. (BACA JUGA: Anies Kewalahan Atasi COVID-19, Kang Emil Tawarkan Bantuan RS)
Pinsar Indonesia juga menyinggung keberadaan Badan Usaha Milik Negara (BUMN) yang mendapat penugasan di sektor peternakan. “Bagaimana bisa BUMN menjalankan tugasnya kalau tidak punya amunisi. Kami minta ada Penyertaan Modal Negara sehingga keberadaannya bisa benar-benar efektif,” tutur Singgih yang juga anggota Komisi VI DPR ini.
Lihat Juga :