ACT Jateng Salurkan Bantuan Wakaf Modal Usaha Berbasis Masjid di Semarang
Sabtu, 12 September 2020 - 07:59 WIB
loading...
A
A
A
“Saat ini Indonesia memiliki 265.677 masjid dan 305.559 musala. Namun, 89,9% dari jumlah masjid tersebut tidak memiliki kegiatan apa pun selain menjadi tempat ibadah. Oleh sebab itu, kita ingin agar masjid juga menjadi sarana kebangkitan ekonomi umat,” jelasnya.
Proses aktivasi akan dilakukan di seluruh wilayah cakupan lembaga di 34 Kota secara bertahap. Dengan dasar sistem Qardh al-Hasan, program Wakaf Modal Usaha Mikro memiliki peran dalam membangun komitmen para pelaku usaha penerima modal.
“Dalam program ini Insya Alloh, setiap penerima manfaat akan mendapatkan modal usaha senilai Rp1 juta-Rp2 juta. Diharapkan para penerima manfaat senantiasa bertekad dalam membangun bisnisnya untuk lebih maju dan berkembang. Pemberdayaan menjadi hal mendasar demi mendorong turunnya angka kemiskinan,” sebut Giyanto. (Baca juga: Pemkot Solo Dorong Sentra IKM Gairahkan UMKM Kreatif)
“Pendampingan Kelompok pelaku usaha mikro sudah berjalan di masjid. Namun kondisi pandemi menyebabkan keterpurukan di berbagai lini usaha. Hadirnya bantuan dana wakaf tentu menjadi berkah tersendiri bagi kami,” kata Koordinator Majelis Taklim Masjid, Utami Budiarsih. (Baca juga: Ini Kronologi Klaster COVID-19 Rumah Makan di Semarang)
Ia berharap program wakaf modal usaha mampu berkembang lebih luas di masjid Al Fatah Klipang. “Insya Allah bersama kita kawal kelompok usaha agar terus bertahan di masa pandemi. Semoga ikhtiar kita semua di ridhai dan menjadi manfaat seluas-luasnya untuk umat,” imbuhnya.
Proses aktivasi akan dilakukan di seluruh wilayah cakupan lembaga di 34 Kota secara bertahap. Dengan dasar sistem Qardh al-Hasan, program Wakaf Modal Usaha Mikro memiliki peran dalam membangun komitmen para pelaku usaha penerima modal.
“Dalam program ini Insya Alloh, setiap penerima manfaat akan mendapatkan modal usaha senilai Rp1 juta-Rp2 juta. Diharapkan para penerima manfaat senantiasa bertekad dalam membangun bisnisnya untuk lebih maju dan berkembang. Pemberdayaan menjadi hal mendasar demi mendorong turunnya angka kemiskinan,” sebut Giyanto. (Baca juga: Pemkot Solo Dorong Sentra IKM Gairahkan UMKM Kreatif)
“Pendampingan Kelompok pelaku usaha mikro sudah berjalan di masjid. Namun kondisi pandemi menyebabkan keterpurukan di berbagai lini usaha. Hadirnya bantuan dana wakaf tentu menjadi berkah tersendiri bagi kami,” kata Koordinator Majelis Taklim Masjid, Utami Budiarsih. (Baca juga: Ini Kronologi Klaster COVID-19 Rumah Makan di Semarang)
Ia berharap program wakaf modal usaha mampu berkembang lebih luas di masjid Al Fatah Klipang. “Insya Allah bersama kita kawal kelompok usaha agar terus bertahan di masa pandemi. Semoga ikhtiar kita semua di ridhai dan menjadi manfaat seluas-luasnya untuk umat,” imbuhnya.
(boy)
Lihat Juga :