Budidaya Madu hingga Ikan Keramba Perkuat Kemandirian Masyarakat Riau
Jum'at, 12 September 2025 - 23:37 WIB
loading...
Sejumlah kalangan terus berkomitmen memperkuat pemberdayaan masyarakat di Riau dengan membangun kemitraan strategis bersama para tokoh dan kelompok masyarakat. Foto: Ist
A
A
A
PEKANBARU - Sejumlah kalangan terus berkomitmen memperkuat pemberdayaan masyarakat di Riau dengan membangun kemitraan strategis bersama para tokoh dan kelompok masyarakat. Salah satunya dilakukan Operation Rokan Area (Pertagas ORA), salah satu wilayah kerja PT Pertamina Gas (Pertagas).
Di Riau, Pertagas telah menjalankan berbagai program Tanggung Jawab Sosial Lingkungan (TJSL) seperti pengembangan budidaya lebah madu trigona, budidaya ikan keramba jaring apung, pembangunan rumah ibadah, dan penanaman pohon di kawasan hutan adat.
Pengembangan budidaya madu trigona difokuskan di kawasan Hutan Kandis, Kabupaten Siak, dengan menggandeng Kelompok Petani Lestari untuk mengembangkan budidaya madu trigona yang menjadi unggulan masyarakat.
Perusahaan juga turut menata kawasan hutan dengan menanam 1.350 bibit pohon bunga dan buah guna menyediakan nektar sebagai sumber makanan utama lebah. “Kami juga membantu penyediaan pupuk dan perlindungan lot madu agar produktivitas meningkat. Hasilnya, kelompok masyarakat mampu memperoleh tambahan penghasilan dari madu trigona sekaligus menjaga keberlanjutan kawasan hutan,” ujar Corporate Secretary Pertagas Sulthani Adil Mangatur, Jumat (12/9/2025).
Langkah lanjutan akan dilakukan Pertagas dengan memfasilitasi perizinan dari BPOM serta sertifikasi halal agar produk yang dihasilkan memiliki nilai jual tinggi. Langkah ini sekaligus menjamin kualitas produk madu sehingga mendapat kepercayaan dari masyarakat luas.
Pemberdayaan masyarakat di Riau juga dilaksanakan dalam bidang kesehatan, sosial, serta pelestarian lingkungan. Pada aspek kesehatan, Pertagas melaksanakan program pencegahan stunting dan pemberian makanan bergizi.
Di bidang sosial, Pertagas mendukung keberlangsungan rumah ibadah melalui pembangunan tempat wudhu dan toilet di Masjid An-Nur, Kelurahan Mekarsari, Dumai Selatan. Sarana yang dibangun secara gotong royong ini memberi kenyamanan bagi jamaah dalam beribadah dan menjadi wujud nyata kedekatan perusahaan dengan masyarakat sekitar area operasi.
Sedangkan di aspek lingkungan, Pertagas bersama Suku Sakai Bekalar menanam 1.000 pohon di kawasan Hutan Adat Kesumbo Ampai, Bengkalis. Penanaman dilakukan secara bertahap dengan melibatkan masyarakat adat yang sejak lama menjaga hutan sebagai bagian dari identitas dan sumber penghidupan mereka.
“Program ini tidak hanya berkontribusi terhadap penghijauan dan pengurangan emisi karbon, tetapi juga memperkuat Asta Cita ke-8 yang menekankan harmoni kehidupan dengan lingkungan, alam, budaya, serta toleransi antarumat beragama,” kata Sulthani.
Sepanjang tahun ini, program TJSL Pertagas telah memberikan manfaat bagi lebih dari 496 ribu jiwa masyarakat di wilayah operasi mencakup masyarakat adat, kelompok ibu dan anak, serta komunitas lokal yang tinggal di bufferzone perusahaan.
Di Riau, Pertagas telah menjalankan berbagai program Tanggung Jawab Sosial Lingkungan (TJSL) seperti pengembangan budidaya lebah madu trigona, budidaya ikan keramba jaring apung, pembangunan rumah ibadah, dan penanaman pohon di kawasan hutan adat.
Pengembangan budidaya madu trigona difokuskan di kawasan Hutan Kandis, Kabupaten Siak, dengan menggandeng Kelompok Petani Lestari untuk mengembangkan budidaya madu trigona yang menjadi unggulan masyarakat.
Perusahaan juga turut menata kawasan hutan dengan menanam 1.350 bibit pohon bunga dan buah guna menyediakan nektar sebagai sumber makanan utama lebah. “Kami juga membantu penyediaan pupuk dan perlindungan lot madu agar produktivitas meningkat. Hasilnya, kelompok masyarakat mampu memperoleh tambahan penghasilan dari madu trigona sekaligus menjaga keberlanjutan kawasan hutan,” ujar Corporate Secretary Pertagas Sulthani Adil Mangatur, Jumat (12/9/2025).
Langkah lanjutan akan dilakukan Pertagas dengan memfasilitasi perizinan dari BPOM serta sertifikasi halal agar produk yang dihasilkan memiliki nilai jual tinggi. Langkah ini sekaligus menjamin kualitas produk madu sehingga mendapat kepercayaan dari masyarakat luas.
Pemberdayaan masyarakat di Riau juga dilaksanakan dalam bidang kesehatan, sosial, serta pelestarian lingkungan. Pada aspek kesehatan, Pertagas melaksanakan program pencegahan stunting dan pemberian makanan bergizi.
Di bidang sosial, Pertagas mendukung keberlangsungan rumah ibadah melalui pembangunan tempat wudhu dan toilet di Masjid An-Nur, Kelurahan Mekarsari, Dumai Selatan. Sarana yang dibangun secara gotong royong ini memberi kenyamanan bagi jamaah dalam beribadah dan menjadi wujud nyata kedekatan perusahaan dengan masyarakat sekitar area operasi.
Sedangkan di aspek lingkungan, Pertagas bersama Suku Sakai Bekalar menanam 1.000 pohon di kawasan Hutan Adat Kesumbo Ampai, Bengkalis. Penanaman dilakukan secara bertahap dengan melibatkan masyarakat adat yang sejak lama menjaga hutan sebagai bagian dari identitas dan sumber penghidupan mereka.
“Program ini tidak hanya berkontribusi terhadap penghijauan dan pengurangan emisi karbon, tetapi juga memperkuat Asta Cita ke-8 yang menekankan harmoni kehidupan dengan lingkungan, alam, budaya, serta toleransi antarumat beragama,” kata Sulthani.
Sepanjang tahun ini, program TJSL Pertagas telah memberikan manfaat bagi lebih dari 496 ribu jiwa masyarakat di wilayah operasi mencakup masyarakat adat, kelompok ibu dan anak, serta komunitas lokal yang tinggal di bufferzone perusahaan.
(jon)
Lihat Juga :