Dari Pekarangan Menuju Kemandirian: Kisah KRL Asri 27 yang Tumbuh Bersama PLN
Kamis, 21 Mei 2026 - 12:20 WIB
loading...
Salah satu produk hasil kerajinan tangan Komunitas Daur Ulang Asri 27.
A
A
A
Aroma tanah basah berpadu dengan kegembiraan seremoni di Aula Posyandu RW 27, Kabupaten Bogor, Rabu (6/5/2026). Siang itu bukan sekadar seremoni biasa, melainkan perayaan atas sebuah perjalanan panjang tentang bagaimana sebuah komunitas lokal bisa bermetamorfosis menjadi penggerak ekonomi hijau.
Di sudut area, tampak beberapa warga dengan senyum sumringah sibuk memanen ikan dari kolam bioflok. Mereka adalah bagian dari Kelompok Ramah Lingkungan (KRL) Asri 27. Bagi komunitas ini, mengelola ketahanan pangan bukan lagi sekadar hobi pengisi waktu luang, melainkan motor penggerak ekonomi keluarga—sebuah pencapaian yang mustahil terwujud tanpa uluran tangan dan komitmen dari PLN.
Bagi Damidi, Ketua KRL Asri 27, kehadiran PT PLN (Persero) melalui Unit Induk Transmisi Jawa Bagian Barat (UIT JBB) dan Unit Pelaksana Transmisi (UPT) Gandul adalah sebuah titik balik. Lewat program Tanggung Jawab Sosial dan Lingkungan (TJSL) PLN Peduli 2026, komunitasnya tidak sekadar diberi bantuan modal lalu ditinggalkan. Mereka didampingi secara berkelanjutan.
Fokus bantuan kali ini pun sangat strategis: penguatan branding produk turunan hasil ketahanan pangan. PLN membantu KRL Asri 27 untuk naik kelas, dari sekadar pemanen menjadi produsen yang mampu mengolah dan memasarkan produknya dengan nilai jual lebih tinggi.
"Dukungan ini menjadi motivasi besar bagi kelompok kami untuk terus berinovasi dalam mengembangkan program ketahanan pangan dan pengelolaan lingkungan," ungkap Damidi dengan mata berbinar penuh rasa syukur.
Pendampingan intensif ini berhasil menciptakan ekosistem circular economy (ekonomi sirkular) berbasis masyarakat di Kecamatan Gunung Putri dan Desa Tanjung Udik. Hasil panen diputar kembali menjadi produk baru, meminimalkan limbah, dan membuka keran pendapatan baru bagi warga sekitar.
Bagi PLN, mendampingi warga di sekitar aset vital mereka adalah sebuah investasi sosial jangka panjang. Mereka ingin memastikan bahwa kehadiran infrastruktur transmisi listrik juga membawa berkah kesejahteraan bagi perut dan kantong warga di bawahnya.
"Program ini diharapkan dapat memberikan dampak nyata bagi masyarakat di sekitar aset PLN. Kemandirian ekonomi masyarakat menjadi bagian penting dari keberhasilan bersama dalam membangun lingkungan yang produktif dan berdaya," ujar Akhmad Fauzan, Manager UPT Gandul.
Di sudut area, tampak beberapa warga dengan senyum sumringah sibuk memanen ikan dari kolam bioflok. Mereka adalah bagian dari Kelompok Ramah Lingkungan (KRL) Asri 27. Bagi komunitas ini, mengelola ketahanan pangan bukan lagi sekadar hobi pengisi waktu luang, melainkan motor penggerak ekonomi keluarga—sebuah pencapaian yang mustahil terwujud tanpa uluran tangan dan komitmen dari PLN.
Bagi Damidi, Ketua KRL Asri 27, kehadiran PT PLN (Persero) melalui Unit Induk Transmisi Jawa Bagian Barat (UIT JBB) dan Unit Pelaksana Transmisi (UPT) Gandul adalah sebuah titik balik. Lewat program Tanggung Jawab Sosial dan Lingkungan (TJSL) PLN Peduli 2026, komunitasnya tidak sekadar diberi bantuan modal lalu ditinggalkan. Mereka didampingi secara berkelanjutan.
Fokus bantuan kali ini pun sangat strategis: penguatan branding produk turunan hasil ketahanan pangan. PLN membantu KRL Asri 27 untuk naik kelas, dari sekadar pemanen menjadi produsen yang mampu mengolah dan memasarkan produknya dengan nilai jual lebih tinggi.
"Dukungan ini menjadi motivasi besar bagi kelompok kami untuk terus berinovasi dalam mengembangkan program ketahanan pangan dan pengelolaan lingkungan," ungkap Damidi dengan mata berbinar penuh rasa syukur.
Pendampingan intensif ini berhasil menciptakan ekosistem circular economy (ekonomi sirkular) berbasis masyarakat di Kecamatan Gunung Putri dan Desa Tanjung Udik. Hasil panen diputar kembali menjadi produk baru, meminimalkan limbah, dan membuka keran pendapatan baru bagi warga sekitar.
Bagi PLN, mendampingi warga di sekitar aset vital mereka adalah sebuah investasi sosial jangka panjang. Mereka ingin memastikan bahwa kehadiran infrastruktur transmisi listrik juga membawa berkah kesejahteraan bagi perut dan kantong warga di bawahnya.
"Program ini diharapkan dapat memberikan dampak nyata bagi masyarakat di sekitar aset PLN. Kemandirian ekonomi masyarakat menjadi bagian penting dari keberhasilan bersama dalam membangun lingkungan yang produktif dan berdaya," ujar Akhmad Fauzan, Manager UPT Gandul.
Lihat Juga :