Kisah Jenderal Kopassus LB Moerdani, Raja Intel yang Selalu Pilih Bawa Bekal Masakan Istri
Kamis, 11 September 2025 - 06:51 WIB
loading...
A
A
A
Dalam buku Benny: Tragedi Seorang Loyaliskarya Julius Pour, Hartini menyatakan keinginannya memiliki suami dengan latar belakang militer.
Kisah cinta mereka dimulai pada 1956, ketika Benny masih berpangkat Letnan Dua (Letda) dan Hartini bekerja sebagai pramugari di Garuda Indonesia. Pertemuan mereka difasilitasi oleh adik LB Moerdani, Maria Sri Noerna yang juga bekerja sebagai pramugari dan merupakan teman Hartini.
Meskipun cenderung diam dan tertutup, mampu memberikan perasaan aman dan perlindungan kepada Hartini dan orang-orang di sekitarnya.
Dalam perjalannnya, karier militer LB Moerdani sering kali menjadi tantangan dalam hubungan mereka. Sebagai prajurit Kopassus atau Korps Baret Merah, LB Moerdani sering kali harus melakukan perjalanan ke berbagai daerah di Indonesia untuk menjalankan tugasnya.
Meski demikian, di balik sikapnya yang tertutup, LB Moerdani selalu membawa foto Hartini dalam dompetnya setiap kali bertugas.
Setelah delapan tahun berpacaran, mereka akhirnya menikah pada 12 Desember 1964. Pernikahan ini terjadi atas dorongan Presiden Soekarno, yang bahkan mengadakan pesta pernikahan mereka di Istana Bogor beberapa hari setelahnya.
Kisah cinta mereka dimulai pada 1956, ketika Benny masih berpangkat Letnan Dua (Letda) dan Hartini bekerja sebagai pramugari di Garuda Indonesia. Pertemuan mereka difasilitasi oleh adik LB Moerdani, Maria Sri Noerna yang juga bekerja sebagai pramugari dan merupakan teman Hartini.
Meskipun cenderung diam dan tertutup, mampu memberikan perasaan aman dan perlindungan kepada Hartini dan orang-orang di sekitarnya.
Dalam perjalannnya, karier militer LB Moerdani sering kali menjadi tantangan dalam hubungan mereka. Sebagai prajurit Kopassus atau Korps Baret Merah, LB Moerdani sering kali harus melakukan perjalanan ke berbagai daerah di Indonesia untuk menjalankan tugasnya.
Meski demikian, di balik sikapnya yang tertutup, LB Moerdani selalu membawa foto Hartini dalam dompetnya setiap kali bertugas.
Setelah delapan tahun berpacaran, mereka akhirnya menikah pada 12 Desember 1964. Pernikahan ini terjadi atas dorongan Presiden Soekarno, yang bahkan mengadakan pesta pernikahan mereka di Istana Bogor beberapa hari setelahnya.
(shf)
Lihat Juga :