Rangkul Anak Muda, Legislator Partai Perindo Dorong Kreativitas dan Inovasi Literasi di Nagekeo NTT
Sabtu, 23 Agustus 2025 - 19:30 WIB
loading...
A
A
A
Melalui acara ini, diharapkan masyarakat dapat lebih kreatif dan inovatif dalam mengisi kemerdekaan yang ke-80 serta semangat dalam membangun desa. Melalui rangkaian kegiatan, Kosmas menilai masyarakat di kawasan Rawe Raya telah menunjukkan semangat kebersamaan dan memperkuat rasa nasionalisme.
Suasana cinta Tanah Air oleh warga Rawe Raya juga terlihat jelas pada Upacara Peringatan HUT ke-80 RI. Diawali Misa Syukur dan dilanjutkan dengan upacara bendera yang diikuti oleh siswa-siswi dan para guru dari sekolah-sekolah.
“HUT ke-80 RI menjadi momen konsolidasi membangun soliditas, memupuk kebersamaan untuk membangun dari kampung, membangun dari desa, membebaskan dari belenggu yang masyarakat masih rasakan dan alami,” kata Kosmas yang menyandang gelar Sarjana Filsafat dari Sekolah Tinggi Filsafat Katolik Ledalero, Sikka dan Magister Manajemen dari Universitas Negeri Malang.
Senada, siswa SMK Floras Carlos mengatakan peringatan HUT Ke-80 RI menjadi momentum bagi generasi muda untuk terus menjiwai semangat para pejuang yang telah berjuang dalam mencapai kemerdekaan. “Kami harus menjiwai semangat para pejuang agar tidak lupa dengan sejarah dan bisa melanjutkan perjuangan mereka,” katanya.
“Harapan kami, kemerdekaan ini dirasakan secara merata, terutama di daerah terluar dan tertinggal. Kami ingin pembangunan desa kami sejajar dengan wilayah lain di Nagekeo,” kata Kepala Desa Nagerawae Falentinus Laddo.
Peringatan dan perayaan melalui upacara serta panggung seni budaya ini menjadi bukti bahwa kemerdekaan bukan hanya dirayakan di kota, tetapi juga di pelosok desa-desa NTT. Seperti halnya harapan masyarakat, Kosmas Lawa Bagho optimistis inisiatif seperti ini membawa semangat terciptanya inovasi membangun desa di Nagekeo dan Indonesia.
Suasana cinta Tanah Air oleh warga Rawe Raya juga terlihat jelas pada Upacara Peringatan HUT ke-80 RI. Diawali Misa Syukur dan dilanjutkan dengan upacara bendera yang diikuti oleh siswa-siswi dan para guru dari sekolah-sekolah.
“HUT ke-80 RI menjadi momen konsolidasi membangun soliditas, memupuk kebersamaan untuk membangun dari kampung, membangun dari desa, membebaskan dari belenggu yang masyarakat masih rasakan dan alami,” kata Kosmas yang menyandang gelar Sarjana Filsafat dari Sekolah Tinggi Filsafat Katolik Ledalero, Sikka dan Magister Manajemen dari Universitas Negeri Malang.
Senada, siswa SMK Floras Carlos mengatakan peringatan HUT Ke-80 RI menjadi momentum bagi generasi muda untuk terus menjiwai semangat para pejuang yang telah berjuang dalam mencapai kemerdekaan. “Kami harus menjiwai semangat para pejuang agar tidak lupa dengan sejarah dan bisa melanjutkan perjuangan mereka,” katanya.
“Harapan kami, kemerdekaan ini dirasakan secara merata, terutama di daerah terluar dan tertinggal. Kami ingin pembangunan desa kami sejajar dengan wilayah lain di Nagekeo,” kata Kepala Desa Nagerawae Falentinus Laddo.
Peringatan dan perayaan melalui upacara serta panggung seni budaya ini menjadi bukti bahwa kemerdekaan bukan hanya dirayakan di kota, tetapi juga di pelosok desa-desa NTT. Seperti halnya harapan masyarakat, Kosmas Lawa Bagho optimistis inisiatif seperti ini membawa semangat terciptanya inovasi membangun desa di Nagekeo dan Indonesia.
(rca)
Lihat Juga :