Rangkul Anak Muda, Legislator Partai Perindo Dorong Kreativitas dan Inovasi Literasi di Nagekeo NTT
Sabtu, 23 Agustus 2025 - 19:30 WIB
loading...
Kosmas Lawa Bagho, anggota Fraksi Partai Perindo di DPRD Nagekeo, Nusa Tenggara Timur (NTT) menggelar rangkaian kegiatan budaya, seni dan olah raga. Foto/SindoNews
A
A
A
NAGEKEO - Generasi muda di Indonesia yang mendominasi populasi perlu mendapat dorongan dan diberi ruang berkreasi. Setiap momentum lantas perlu dimanfaatkan untuk menumbuhkan spirit inovatif mereka.
Hal ini turut mendorong Kosmas Lawa Bagho, anggota Fraksi Partai Perindo di DPRD Nagekeo, Nusa Tenggara Timur (NTT) menggelar rangkaian kegiatan budaya, seni dan olah raga.
Keberagaman acara ini melibatkan unsur masyarakat, tenaga pendidik, dan siswa-siswi dari tiga desa. Kegiatan tersebut berlangsung di Desa Alorawe, Kecamatan Boawae, Kabupaten Nagekeo, beberapa waktu lalu.
![Rangkul Anak Muda, Legislator Partai Perindo Dorong Kreativitas dan Inovasi Literasi di Nagekeo NTT]()
Baca juga: Puluhan Warga Manggarai NTT Dibantu SIM Gratis oleh Legislator Partai Perindo Hima Domi Antonius, Lebih Mudah Daftar Ojek Online
“Ada pentas seni, lomba literasi tingkat SD 4 materi lomba yakni Pidato, Puisi, Membaca Indah, Membaca Pemahaman serta pertandingan voli putra-putri antar Desa Nagerawe, Focolodorawe dan Alorawe. Kita harapkan juga mendorong kreativitas dan inovasi di kalangan anak-anak di momen istimewa HUT ke-80 negara kita,” ujarnya dikutip Sabtu (23/8/2025).
Dia juga mengaku bangga dengan partisipasi warga tiga desa, keterlibatan kades dan penjabat, BPD, Dusun, RT, RW, LPA, Stasi, dan OMK Mater Dolorosa Nagerawe serta OMK Carolus Boromeus Alorawe, Desa Nagerawe, Focolodorawe, Alorawe.
Acara ini dimeriahkan pula oleh enam sekolah yang ada di 3 desa yaitu TK Alorawe, SD Inpres Rawe, SDN Rawe II, SDI Alorawe, SMPN 1 Satap Boawae di Desa Nagerawe dan SMK Floras Rawe Desa Focolodorawe.
Sekretaris Komisi II DPRD Nagekeo ini berharap kegiatan ini mendorong kreativitas dan inovasi di kalangan anak-anak. "Tujuan kegiatan ini adalah membangun soliditas dalam masyarakat dan desa berbasis literasi," ujar Kosmas.
“Peran serta pemerintah desa sangat mendukung terselenggaranya acara ini, memperkuat soliditas masyarakat di tiga wilayah tersebut. Dukungan juga datang dari Yayasan Litara dan ITB Bandung, menambah semangat bersama dalam merayakan kemerdekaan,” tutur Kosmas.
Selaku Ketua Panitia Umum Semarak Literasi, Kosmas Lawa Bagho menjelaskan pula masyarakat antusias mengikuti berbagai lomba, termasuk pertandingan voli dan semarak literasi dengan kegiatan pidato, membaca pemahaman, serta pembacaan puisi.
Begitu pula pada pentas seni menjadi daya tarik tersendiri, misalnya menari kelinci oleh Kober Naungan Kasih dan paduan suara dari SMP Negeri 1 Satap Boawae. Enam sekolah turut berpartisipasi, termasuk SD Inpres Alorawe, SD Negeri Rawe 2, dan SMK Floras.
Peran serta pemerintah desa sangat mendukung terselenggaranya acara ini, memperkuat soliditas masyarakat di tiga wilayah tersebut. Dukungan juga datang dari Yayasan Litara dan ITB Bandung, menambah semangat bersama dalam merayakan kemerdekaan.
Melalui acara ini, diharapkan masyarakat dapat lebih kreatif dan inovatif dalam mengisi kemerdekaan yang ke-80 serta semangat dalam membangun desa. Melalui rangkaian kegiatan, Kosmas menilai masyarakat di kawasan Rawe Raya telah menunjukkan semangat kebersamaan dan memperkuat rasa nasionalisme.
Suasana cinta Tanah Air oleh warga Rawe Raya juga terlihat jelas pada Upacara Peringatan HUT ke-80 RI. Diawali Misa Syukur dan dilanjutkan dengan upacara bendera yang diikuti oleh siswa-siswi dan para guru dari sekolah-sekolah.
“HUT ke-80 RI menjadi momen konsolidasi membangun soliditas, memupuk kebersamaan untuk membangun dari kampung, membangun dari desa, membebaskan dari belenggu yang masyarakat masih rasakan dan alami,” kata Kosmas yang menyandang gelar Sarjana Filsafat dari Sekolah Tinggi Filsafat Katolik Ledalero, Sikka dan Magister Manajemen dari Universitas Negeri Malang.
Senada, siswa SMK Floras Carlos mengatakan peringatan HUT Ke-80 RI menjadi momentum bagi generasi muda untuk terus menjiwai semangat para pejuang yang telah berjuang dalam mencapai kemerdekaan. “Kami harus menjiwai semangat para pejuang agar tidak lupa dengan sejarah dan bisa melanjutkan perjuangan mereka,” katanya.
“Harapan kami, kemerdekaan ini dirasakan secara merata, terutama di daerah terluar dan tertinggal. Kami ingin pembangunan desa kami sejajar dengan wilayah lain di Nagekeo,” kata Kepala Desa Nagerawae Falentinus Laddo.
Peringatan dan perayaan melalui upacara serta panggung seni budaya ini menjadi bukti bahwa kemerdekaan bukan hanya dirayakan di kota, tetapi juga di pelosok desa-desa NTT. Seperti halnya harapan masyarakat, Kosmas Lawa Bagho optimistis inisiatif seperti ini membawa semangat terciptanya inovasi membangun desa di Nagekeo dan Indonesia.
Hal ini turut mendorong Kosmas Lawa Bagho, anggota Fraksi Partai Perindo di DPRD Nagekeo, Nusa Tenggara Timur (NTT) menggelar rangkaian kegiatan budaya, seni dan olah raga.
Keberagaman acara ini melibatkan unsur masyarakat, tenaga pendidik, dan siswa-siswi dari tiga desa. Kegiatan tersebut berlangsung di Desa Alorawe, Kecamatan Boawae, Kabupaten Nagekeo, beberapa waktu lalu.

Baca juga: Puluhan Warga Manggarai NTT Dibantu SIM Gratis oleh Legislator Partai Perindo Hima Domi Antonius, Lebih Mudah Daftar Ojek Online
“Ada pentas seni, lomba literasi tingkat SD 4 materi lomba yakni Pidato, Puisi, Membaca Indah, Membaca Pemahaman serta pertandingan voli putra-putri antar Desa Nagerawe, Focolodorawe dan Alorawe. Kita harapkan juga mendorong kreativitas dan inovasi di kalangan anak-anak di momen istimewa HUT ke-80 negara kita,” ujarnya dikutip Sabtu (23/8/2025).
Dia juga mengaku bangga dengan partisipasi warga tiga desa, keterlibatan kades dan penjabat, BPD, Dusun, RT, RW, LPA, Stasi, dan OMK Mater Dolorosa Nagerawe serta OMK Carolus Boromeus Alorawe, Desa Nagerawe, Focolodorawe, Alorawe.
Acara ini dimeriahkan pula oleh enam sekolah yang ada di 3 desa yaitu TK Alorawe, SD Inpres Rawe, SDN Rawe II, SDI Alorawe, SMPN 1 Satap Boawae di Desa Nagerawe dan SMK Floras Rawe Desa Focolodorawe.
Sekretaris Komisi II DPRD Nagekeo ini berharap kegiatan ini mendorong kreativitas dan inovasi di kalangan anak-anak. "Tujuan kegiatan ini adalah membangun soliditas dalam masyarakat dan desa berbasis literasi," ujar Kosmas.
“Peran serta pemerintah desa sangat mendukung terselenggaranya acara ini, memperkuat soliditas masyarakat di tiga wilayah tersebut. Dukungan juga datang dari Yayasan Litara dan ITB Bandung, menambah semangat bersama dalam merayakan kemerdekaan,” tutur Kosmas.
Selaku Ketua Panitia Umum Semarak Literasi, Kosmas Lawa Bagho menjelaskan pula masyarakat antusias mengikuti berbagai lomba, termasuk pertandingan voli dan semarak literasi dengan kegiatan pidato, membaca pemahaman, serta pembacaan puisi.
Begitu pula pada pentas seni menjadi daya tarik tersendiri, misalnya menari kelinci oleh Kober Naungan Kasih dan paduan suara dari SMP Negeri 1 Satap Boawae. Enam sekolah turut berpartisipasi, termasuk SD Inpres Alorawe, SD Negeri Rawe 2, dan SMK Floras.
Peran serta pemerintah desa sangat mendukung terselenggaranya acara ini, memperkuat soliditas masyarakat di tiga wilayah tersebut. Dukungan juga datang dari Yayasan Litara dan ITB Bandung, menambah semangat bersama dalam merayakan kemerdekaan.
Melalui acara ini, diharapkan masyarakat dapat lebih kreatif dan inovatif dalam mengisi kemerdekaan yang ke-80 serta semangat dalam membangun desa. Melalui rangkaian kegiatan, Kosmas menilai masyarakat di kawasan Rawe Raya telah menunjukkan semangat kebersamaan dan memperkuat rasa nasionalisme.
Suasana cinta Tanah Air oleh warga Rawe Raya juga terlihat jelas pada Upacara Peringatan HUT ke-80 RI. Diawali Misa Syukur dan dilanjutkan dengan upacara bendera yang diikuti oleh siswa-siswi dan para guru dari sekolah-sekolah.
“HUT ke-80 RI menjadi momen konsolidasi membangun soliditas, memupuk kebersamaan untuk membangun dari kampung, membangun dari desa, membebaskan dari belenggu yang masyarakat masih rasakan dan alami,” kata Kosmas yang menyandang gelar Sarjana Filsafat dari Sekolah Tinggi Filsafat Katolik Ledalero, Sikka dan Magister Manajemen dari Universitas Negeri Malang.
Senada, siswa SMK Floras Carlos mengatakan peringatan HUT Ke-80 RI menjadi momentum bagi generasi muda untuk terus menjiwai semangat para pejuang yang telah berjuang dalam mencapai kemerdekaan. “Kami harus menjiwai semangat para pejuang agar tidak lupa dengan sejarah dan bisa melanjutkan perjuangan mereka,” katanya.
“Harapan kami, kemerdekaan ini dirasakan secara merata, terutama di daerah terluar dan tertinggal. Kami ingin pembangunan desa kami sejajar dengan wilayah lain di Nagekeo,” kata Kepala Desa Nagerawae Falentinus Laddo.
Peringatan dan perayaan melalui upacara serta panggung seni budaya ini menjadi bukti bahwa kemerdekaan bukan hanya dirayakan di kota, tetapi juga di pelosok desa-desa NTT. Seperti halnya harapan masyarakat, Kosmas Lawa Bagho optimistis inisiatif seperti ini membawa semangat terciptanya inovasi membangun desa di Nagekeo dan Indonesia.
(rca)
Lihat Juga :