Mirip Sunda Empire, Tunggal Rahayu pun Janjikan Uang dari Bank Swiss

Kamis, 10 September 2020 - 22:15 WIB
loading...
Mirip Sunda Empire,...
Paguyuban Kandang Wesi Tunggal Rahayu mengubah lambang negara Garuda Pancasila. Foto/INEWSTv/Ii Solihin
A A A
BANDUNG - Modus operandi Paguyuban Kandang Wesi Tunggal Rahayu dalam merekrut anggota mirip dengan kelompok Sunda Empire . Paguyuban tersebut juga mengiming-imingi orang mendapatkan uang dari Bank Swiss.

Kabid Humas Polda Jabar Kombes Pol Erdi Adrimulan Chaniago mengatakan, ormas Paguyuban Kandang Wesi Tunggal Rahayu memungut biaya pendaftaran kepada warga yang ingin menjadi anggota. (BACA JUGA: Paguyuban Tunggal Rahayu di Garut Rekrut Anggota dengan Iming-iming Deposito Emas )

Besaran biaya pendaftaran bervariasi, mulai Rp100 ribu hingga Rp600 ribu per orang. Biaya tersebut dipungut dengan dalih akan diganti dengan uang dari Bank Swiss yang akan dicairkan dan masuk ke rekening paguyuban lalu dibagikan kepada anggota. (BACA JUGA: Heboh di Garut Lambang Negara Diubah dan Buat Mata Uang Sendiri )

"Mantan anggota ormas yang jadi saksi menjelaskan bahwa saat direkrut, diminta biaya pendaftaran sebesar Rp100 ribu-Rp600 ribu per orang dengan dalih uang tersebut nanti diganti dengan uang dari Bank Swiss yang akan cair ke rekening ormas tersebut," kata Kabid Humas. (BACA JUGA: Polisi Temukan Indikasi Pidana, Kasus Paguyuban Tunggal Rahayu Naik ke Penyidikan )

Selain dijanjikan uang, ujar Kombes Pol Erdi, pengurus Paguyuban Kandang Wesi Tunggal Rahayu juga menjanjikan emas seberat 800.000 kilogram peninggalan zaman dahulu yang akan dibagikan ke anggota.

"Dengan pernyataan saksi ini, lalu bukti pembayaran mendaftar sebagai anggota, maka kami naikan statusnya jadi penyidikan," ujar Kombes Pol Erdi.

Kabid Humas menuturkan, dalam kasus ini, penyidik Polres Garut menerapkan Pasal 378 dan 379 a KUHPidana tentang penipuan untuk menjerat tersangka. "Kami segera tetapkan tersangka setelah penyidik melakukan gelar perkara kasus ini," tandas Kabid Humas.

Seperti diberitakan sebelumnya, penyidik Polres Garut telah menaikkan kasus Paguyuban Kandang Wesi Tunggal Rahayu dari penyelidikan ke penyidikan setelah melakukan gelar perkara dan menemukan dua alat bukti indikasi tindak pidana penipuan.

Dalam kasus ini penyidik telah mengamankan bukti-bukti dari Paguyuban Tunggal Rahayu dan empat saksi mantan anggota ormas tersebut.

Paguyuban Kandang Wesi Tunggal Rahayu menjadi heboh di media sosial dan masyarakat Garut setelah diketahui mengubah lambang Garuda Pancasila dan mencetak uang sendiri.

Sementara itu, kelompok Sunda Empire pun mengiming-imingi anggota tentang pencairan dana deposito sebesar USD500 di Bank Swiss.

Mereka mengikuti Sunda Empire karena tergiur dengan yang disampaikan oleh Nasri Banks. Nasri mengaku mempunyai deposito USD500 juta. Mereka mengikuti Sunda Empire dengan harapan bisa mendapatkan bagian uang dari USD500 juta tersebut.
(awd)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
Rekam Jejak Taufik Hidayat,...
Rekam Jejak Taufik Hidayat, Pernah Lakukan Penganiayaan dan Kasus Penggelapan Motor
Fakta Baru Terungkap,...
Fakta Baru Terungkap, Taufik Hidayat Sekap dan Aniaya Kekasihnya di Empat Lokasi
Taufik Hidayat Penyekap...
Taufik Hidayat Penyekap dan Penganiaya Sadis Pacar Tertawa saat Digiring ke Polda Jabar
Taufik Hidayat Pelaku...
Taufik Hidayat Pelaku Penganiayaan Sadis Ditangkap di Majalaya
Breaking News! Polisi...
Breaking News! Polisi Tangkap Taufik Hidayat Penyekap dan Penganiaya Sadis Wanita selama 3 Tahun di Kosan
8 Fakta Kasus Penyekapan...
8 Fakta Kasus Penyekapan dan Penyiksaan Taufik Hidayat, Korban Hilang Sejak 3 Tahun Lalu
Bareskrim Didesak Pulihkan...
Bareskrim Didesak Pulihkan Hak Korban Penipuan dan Penggelapan Dana Syariah Indonesia
Bank Mandiri Taspen...
Bank Mandiri Taspen Buka 3 Posko Bantu Korban Penipuan Investasi
Mantan Petinggi OJK...
Mantan Petinggi OJK Ditahan Bareskrim terkait Kasus Dana Syariah Indonesia
Rekomendasi
Rahasia di Balik Kesuksesan...
Rahasia di Balik Kesuksesan Pembukaan Hotel, Ternyata Bukan Saat Gunting Pita
Kenapa Sering Sakit...
Kenapa Sering Sakit Padahal Sudah Makan Sehat? Ini Penjelasan dr. Gia Pratama
GAPKI: Pengawasan Ekspor...
GAPKI: Pengawasan Ekspor Sawit Sudah Ketat, Kuncinya Penegakan Hukum
Berita Terkini
Kunjungi Maliosewu,...
Kunjungi Maliosewu, Jokowi Jajan Es Teh Manis
Harapan Pramono Anung...
Harapan Pramono Anung di HUT ke-499 Jakarta: Warga Hidupnya Nyaman, Gampang, Bahagia, dan Mudah
Markas Judi Online Hayam...
Markas Judi Online Hayam Wuruk Mirip di Kamboja dan Myanmar
Diiringi Tanjidor, Pramono...
Diiringi Tanjidor, Pramono Anung dan Rano Karno Hadiri Malam Perayaan HUT ke-499 Jakarta
Bahas Kemajuan Desa...
Bahas Kemajuan Desa Nifasi Papua Tengah, Forum Diskusi Publik Digelar di Jaksel
Rotasi Polda Metro Jaya:...
Rotasi Polda Metro Jaya: Kapolres, Wakapolres, hingga Wadir Krimum
Infografis
Bakar Uang Demi Perang:...
Bakar Uang Demi Perang: Jejak Kelam Ekonomi Militer AS
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved