Wacana JIS Dikelola Swasta, Bagaimana Peluang Persija?
Sabtu, 16 Agustus 2025 - 07:26 WIB
loading...
A
A
A
Tahun ini, Pramono bahkan turun tangan membantu Persija dengan menghadirkan BUMD sebagai sponsor di antaranya PAM Jaya, Bank Jakarta, MRT Jakarta, Transjakarta, termasuk Jakpro selaku pemilik aset JIS yang turut memberikan keringanan biaya sewa stadion dan memprioritaskan Persija untuk menggelar pertandingan kandang.
Langkah ini untuk membantu menutup sebagian kebutuhan operasional, namun bantuan tersebut lebih bersifat penopang sementara.
Mengelola stadion sekelas JIS bukanlah pekerjaan ringan. Biaya operasionalnya mencapai puluhan bahkan ratusan miliar rupiah per tahun, mulai dari perawatan rumput standar FIFA, keamanan, kebersihan, listrik, serta fasilitas lainnya hingga promosi acara.
Bagi klub yang masih berjuang membayar gaji tepat waktu, beban ini bukan hanya tantangan, tetapi bisa menjadi risiko besar yang memperburuk krisis finansial. Pemprov Jakarta tentu tidak ingin aset bernilai triliunan rupiah itu jatuh ke tangan pengelola yang tidak siap.
Jakpro sebagai pemilik aset akan memilih mitra yang mampu menjaga kualitas stadion, memastikan operasional berjalan lancar, dan memberi pemasukan bagi daerah. Dengan rekam jejak keuangan Persija saat ini, sulit membayangkan mereka bisa memenuhi semua prasyarat tersebut.
"Pada akhirnya, peluang bagi Persija itu ada, tetapi jaraknya dengan kenyataan sangat lebar. Persija mungkin akan terus menggunakan JIS sebagai markas kebanggaan, namun menjadi pengelola penuh stadion ini tampaknya masih sebatas mimpi yang menuntut modal besar, manajemen rapi, dan stabilitas finansial," ungkap Erzan.
Langkah ini untuk membantu menutup sebagian kebutuhan operasional, namun bantuan tersebut lebih bersifat penopang sementara.
Mengelola stadion sekelas JIS bukanlah pekerjaan ringan. Biaya operasionalnya mencapai puluhan bahkan ratusan miliar rupiah per tahun, mulai dari perawatan rumput standar FIFA, keamanan, kebersihan, listrik, serta fasilitas lainnya hingga promosi acara.
Bagi klub yang masih berjuang membayar gaji tepat waktu, beban ini bukan hanya tantangan, tetapi bisa menjadi risiko besar yang memperburuk krisis finansial. Pemprov Jakarta tentu tidak ingin aset bernilai triliunan rupiah itu jatuh ke tangan pengelola yang tidak siap.
Jakpro sebagai pemilik aset akan memilih mitra yang mampu menjaga kualitas stadion, memastikan operasional berjalan lancar, dan memberi pemasukan bagi daerah. Dengan rekam jejak keuangan Persija saat ini, sulit membayangkan mereka bisa memenuhi semua prasyarat tersebut.
"Pada akhirnya, peluang bagi Persija itu ada, tetapi jaraknya dengan kenyataan sangat lebar. Persija mungkin akan terus menggunakan JIS sebagai markas kebanggaan, namun menjadi pengelola penuh stadion ini tampaknya masih sebatas mimpi yang menuntut modal besar, manajemen rapi, dan stabilitas finansial," ungkap Erzan.
(jon)
Lihat Juga :