Pemilik Mobil Komando yang Dirusak oleh Oknum Diduga Pendukung KAMI Lapor Polisi
Kamis, 10 September 2020 - 16:30 WIB
loading...
A
A
A
"Dalam insiden itu, tak hanya mahasiswa yang mengalami pemukulan, sopir mobil komando juga dipukul. Selanjutnya oknum merusak mobil mobil komando dan alat pengeras suara. Akibatnya, kaca lampu depan mobil pecah, genset dan sound system rusak," ujar Hilmi.
Dia menuturkan, pelaporan ini dilakukan karena Ade Sopian, wirausahawan kecil yang merasa dirugikan oleh aksi kekerasan kelompok massa diduga pendukung KAMI. "Kerugian yang diderita klien kami sekitar Rp10 juta. Klien kami ini kan wirausahawan kecil, üsahanya menyewakan mobil komando. Kasihan," tutur dia.
Hilmi menegaskan, pelaporan ini tidak berbau politis. Laporan ini murni terkait tindak kekerasan terhadap barang atau perusakan mobil komando oleh oknum ormas. "Kami sudah buat laporan dan berharap kasus ini diusut tuntas," tegas Hilmi.
Seperti diberitakan sebelumnya, pihak KAMI membantah telah terjadi kericuhan di depan Gedung Sate, Jalan Diponegoro, Kota Bandung saat KAMI menggelar aksi.
Pengawas Koordinator Lapangan (Korlap) Aksi Moral KAMI Jabar Kolonel Purn Sugeng Waras mengatakan, pihaknya tidak melakukan pengusiran terhadap aktivis ICC dan Aliansi Mahasiswa Pasundan (AMP) sebagai kelompok tandingan. "Bukan. Tidak ada pengusiran saat aksi KAMI di Gedung Sate kemarin," tegas Sugeng saat dikonfirmasi SINDOnews, Rabu (9/8/2020).
Dia menuturkan, pelaporan ini dilakukan karena Ade Sopian, wirausahawan kecil yang merasa dirugikan oleh aksi kekerasan kelompok massa diduga pendukung KAMI. "Kerugian yang diderita klien kami sekitar Rp10 juta. Klien kami ini kan wirausahawan kecil, üsahanya menyewakan mobil komando. Kasihan," tutur dia.
Hilmi menegaskan, pelaporan ini tidak berbau politis. Laporan ini murni terkait tindak kekerasan terhadap barang atau perusakan mobil komando oleh oknum ormas. "Kami sudah buat laporan dan berharap kasus ini diusut tuntas," tegas Hilmi.
Seperti diberitakan sebelumnya, pihak KAMI membantah telah terjadi kericuhan di depan Gedung Sate, Jalan Diponegoro, Kota Bandung saat KAMI menggelar aksi.
Pengawas Koordinator Lapangan (Korlap) Aksi Moral KAMI Jabar Kolonel Purn Sugeng Waras mengatakan, pihaknya tidak melakukan pengusiran terhadap aktivis ICC dan Aliansi Mahasiswa Pasundan (AMP) sebagai kelompok tandingan. "Bukan. Tidak ada pengusiran saat aksi KAMI di Gedung Sate kemarin," tegas Sugeng saat dikonfirmasi SINDOnews, Rabu (9/8/2020).
(awd)
Lihat Juga :