Kemarahan Pangeran Diponegoro terhadap Perilaku Amoral Pejabat Belanda ke Keraton Yogya
Senin, 04 Agustus 2025 - 06:13 WIB
loading...
A
A
A
Permintaan itu memang menjadi hal mutlak yang diinginkan masyarakat Jawa, termasuk sang pangeran sebelum Perang Jawa dapat diakhiri. Beberapa insiden amoral di Keraton Yogya memang membuat sang pangeran marah. Padahal sebenarnya perbuatan-perbuatan itu tak boleh tercium keluar, tapi karena sudah keterlaluan memancing emosi.
Bahkan, konon perilaku amoral pejabat Belanda itu juga mempengaruhi kaum elite di Jawa. Paman dari Pangeran Diponegoro sebagaimana disebutkan Peter Carey pernah mencatat bagaimana seorang perempuan asli dari Blambangan diserahkan kepada Sultan Mangkubumi di keraton sebagai hadiah dari Gubernur Pantai Uțara Jawa, yang fasih berbahasa Jawa bernama Nicolaas Hartingh.
Puncaknya ketika hubungan antara orang Eropa dan Jawa di tahun-tahun jelang Perang Jawa bersifat eksploitatif. Hal ini ditandai dengan penjarahan harta benda keraton dan membawa pergi perpustakaannya di zaman Inggris, termasuk penjarahan putri-putri Raden Ayu Kedaton.
Bahkan, konon perilaku amoral pejabat Belanda itu juga mempengaruhi kaum elite di Jawa. Paman dari Pangeran Diponegoro sebagaimana disebutkan Peter Carey pernah mencatat bagaimana seorang perempuan asli dari Blambangan diserahkan kepada Sultan Mangkubumi di keraton sebagai hadiah dari Gubernur Pantai Uțara Jawa, yang fasih berbahasa Jawa bernama Nicolaas Hartingh.
Puncaknya ketika hubungan antara orang Eropa dan Jawa di tahun-tahun jelang Perang Jawa bersifat eksploitatif. Hal ini ditandai dengan penjarahan harta benda keraton dan membawa pergi perpustakaannya di zaman Inggris, termasuk penjarahan putri-putri Raden Ayu Kedaton.
(rca)
Lihat Juga :