Kemarahan Pangeran Diponegoro terhadap Perilaku Amoral Pejabat Belanda ke Keraton Yogya
Senin, 04 Agustus 2025 - 06:13 WIB
loading...
Pangeran Diponegoro. Foto/Ilustrasi/Istimewa
A
A
A
Perilaku pejabat Senior Belanda mengejutkan masyarakat Jawa, termasuk Pangeran Diponegoro . Bagaimana tidak, kehidupan hedon pejabat senior Belanda, juga meniduri perempuan yang sama yaitu istri D'Abo, Anna Louisa, yang akhirnya dinikahi pejabat Nahuys Van Burgst, Residen Belanda untuk Yogyakarta dan Surakarta.
Pejabat-pejabat Belanda itu konon juga menggoda dan mengambil ibu anak-anak ningrat Jawa atau bagian dari bangsawan istana kala itu. Pangeran Diponegoro mengomentari tindakan tak wajar para pejabat Belanda dalam Karesidenan Yogya, yang dianggap sebagai norma umum uang berlaku di antara para pejabat Belanda di Jawa Tengah.
Hal ini yang disebut Van Hogendorp, salah satu jenderal Belanda membuat orang-orang Jawa merasa benci dan terhina. Bahkan salah seorang kerabat Pangeran Diponegoro yang merupakan penghulu utama atau pejabat agama senior di Rembang, sebagaimana dikutip dari buku "Takdir Riwayat Pangeran Diponegoro: 1785 - 1855" dari Peter Carey, menyebut kebejatan moral pejabat Belanda itu jadi empat masalah kunci yang harus diselesaikan.
Baca juga: Kisah Pangeran Diponegoro Diburu Belanda, Lolos saat Dikepung di Sungai Progo
Permintaan itu memang menjadi hal mutlak yang diinginkan masyarakat Jawa, termasuk sang pangeran sebelum Perang Jawa dapat diakhiri. Beberapa insiden amoral di Keraton Yogya memang membuat sang pangeran marah. Padahal sebenarnya perbuatan-perbuatan itu tak boleh tercium keluar, tapi karena sudah keterlaluan memancing emosi.
Bahkan, konon perilaku amoral pejabat Belanda itu juga mempengaruhi kaum elite di Jawa. Paman dari Pangeran Diponegoro sebagaimana disebutkan Peter Carey pernah mencatat bagaimana seorang perempuan asli dari Blambangan diserahkan kepada Sultan Mangkubumi di keraton sebagai hadiah dari Gubernur Pantai Uțara Jawa, yang fasih berbahasa Jawa bernama Nicolaas Hartingh.
Puncaknya ketika hubungan antara orang Eropa dan Jawa di tahun-tahun jelang Perang Jawa bersifat eksploitatif. Hal ini ditandai dengan penjarahan harta benda keraton dan membawa pergi perpustakaannya di zaman Inggris, termasuk penjarahan putri-putri Raden Ayu Kedaton.
Pejabat-pejabat Belanda itu konon juga menggoda dan mengambil ibu anak-anak ningrat Jawa atau bagian dari bangsawan istana kala itu. Pangeran Diponegoro mengomentari tindakan tak wajar para pejabat Belanda dalam Karesidenan Yogya, yang dianggap sebagai norma umum uang berlaku di antara para pejabat Belanda di Jawa Tengah.
Hal ini yang disebut Van Hogendorp, salah satu jenderal Belanda membuat orang-orang Jawa merasa benci dan terhina. Bahkan salah seorang kerabat Pangeran Diponegoro yang merupakan penghulu utama atau pejabat agama senior di Rembang, sebagaimana dikutip dari buku "Takdir Riwayat Pangeran Diponegoro: 1785 - 1855" dari Peter Carey, menyebut kebejatan moral pejabat Belanda itu jadi empat masalah kunci yang harus diselesaikan.
Baca juga: Kisah Pangeran Diponegoro Diburu Belanda, Lolos saat Dikepung di Sungai Progo
Permintaan itu memang menjadi hal mutlak yang diinginkan masyarakat Jawa, termasuk sang pangeran sebelum Perang Jawa dapat diakhiri. Beberapa insiden amoral di Keraton Yogya memang membuat sang pangeran marah. Padahal sebenarnya perbuatan-perbuatan itu tak boleh tercium keluar, tapi karena sudah keterlaluan memancing emosi.
Bahkan, konon perilaku amoral pejabat Belanda itu juga mempengaruhi kaum elite di Jawa. Paman dari Pangeran Diponegoro sebagaimana disebutkan Peter Carey pernah mencatat bagaimana seorang perempuan asli dari Blambangan diserahkan kepada Sultan Mangkubumi di keraton sebagai hadiah dari Gubernur Pantai Uțara Jawa, yang fasih berbahasa Jawa bernama Nicolaas Hartingh.
Puncaknya ketika hubungan antara orang Eropa dan Jawa di tahun-tahun jelang Perang Jawa bersifat eksploitatif. Hal ini ditandai dengan penjarahan harta benda keraton dan membawa pergi perpustakaannya di zaman Inggris, termasuk penjarahan putri-putri Raden Ayu Kedaton.
(rca)
Lihat Juga :