Sindikat Jual Bayi asal Jabar Rp254 Juta ke Singapura, Modusnya Adopsi Ilegal

Kamis, 31 Juli 2025 - 12:25 WIB
loading...
A A A
Baca juga: Kronologi Lengkap Kasus Perdagangan 25 Bayi Asal Jabar ke Singapura

"Hasil penjualan bayi itu digunakan para pelaku untuk mengganti biaya melahirkan, biaya makan bayi, segala macam, termasuk fee," kata Dirreskrimum, Kamis, (31/7/2025).

Kombes Surawan menyatakan, harga tersebut diketahui dari 12 akta notaris adopsi yang disita dari rumah milik Siu Ha alias SH, salah satu tersangka. Akta tersebut dibuat dalam bahasa Inggris di Kalimantan. Akta itu digunakan sebagai bukti transaksi adopsi antara pelaku dengan adopter di Singapura.

"Ada 12 akta yang kami temukan. Itu merupakan akta adopsi bayi-bayi ini. Kami juga mendapatkan rekening para pelaku," ujar Kombes Surawan.

Transaksi dan pencairan uang, tutur Dirreskrimum, dilakukan di Singapura melalui Lily S alias Popo, yang merupakan otak dari sindikat perdagangan bayi ini setelah menyerahkan bayi ke pengadopsi.

Perempuan berusia 69 tahun tersebut merupakan residivis dalam kasus serupa yang terjadi di Jakarta Utara.

"Bayi dia ditawarkan lewat video call. Kalau yang di Singapura oke, bayi diberangkatkan ke Pontianak ke bagian pembuatan dokumen-dokumen. Setelah itu dikirim ke Singapura," tutur Dirreskrimum.

"Keterangan dari Popo, agensi dia sudah terhubung dengan agensi di sana (Singapura). Kami cek agensi di sana, resmi atau tidak," ucap Kombes Surawan.
Halaman :
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
Tenun Sumba Tampil di...
Tenun Sumba Tampil di Panggung Dunia lewat Indonesia-Singapore Orchid Extravaganza
PM Singapura Kunjungi...
PM Singapura Kunjungi Indonesia, 8 Ruas Jalan Ini Ditutup Sementara
Sisir TKP Kasus Penganiayaan,...
Sisir TKP Kasus Penganiayaan, Polda Jabar Ungkap Taufik Hidayat Pukul YTR dengan Helm dan Besi
Penampakan Taufik Hidayat...
Penampakan Taufik Hidayat Jelang Rekonstruksi Kasus Penyekapan dan Penganiayaan YTR di Bandung
Rekonstruksi Kasus Penganiayaan...
Rekonstruksi Kasus Penganiayaan Sadis Taufik Hidayat di Polda Jabar Digelar Tertutup
Rekam Jejak Taufik Hidayat,...
Rekam Jejak Taufik Hidayat, Pernah Lakukan Penganiayaan dan Kasus Penggelapan Motor
Terungkap, Gempa Dahsyat...
Terungkap, Gempa Dahsyat Sumatra Sebabkan Singapura Tenggelam Secara Bertahap
10 Negara dengan Jalan...
10 Negara dengan Jalan Terbaik di Dunia, Juaranya Tetangga Indonesia
Indonesia Hadirkan 30...
Indonesia Hadirkan 30 Instalasi Seni di Flower Dome Singapura, Tampilkan Pesona Nusantara
Rekomendasi
Gencatan Senjata Berakhir!...
Gencatan Senjata Berakhir! Perang Houthi dan Arab Saudi Bisa Pecah Kapan Saja
KPK Diminta Supervisi...
KPK Diminta Supervisi Kasus Dugaan Korupsi Mantan Jampidsus demi Integritas Penegakan Hukum
Kapasitas Baterai iPhone...
Kapasitas Baterai iPhone Lipat Terungkap Secara Tak Terduga
Berita Terkini
516 Unit Layanan di...
516 Unit Layanan di Wilayah 3T, PNM Perluas Akses Pembiayaan bagi Masyarakat Prasejahtera
Pengirim Teror Bom di...
Pengirim Teror Bom di SDN Jaksel Ternyata Orang Tua Siswa, Sempat Jemput Anak usai Kirim Ancaman
Dua Proyek Sekolah Rakyat...
Dua Proyek Sekolah Rakyat Nindya Karya di Medan dan Kediri Capai 100 Persen
PINTU Kolaborasi dengan...
PINTU Kolaborasi dengan Universitas Paramadina Beri Edukasi Literasi Digital ke Warga Bekasi
Bakal Dihadiri 3.000...
Bakal Dihadiri 3.000 Peserta, Gus Ipul Ungkap Persiapan Muktamar ke-35 NU di Tambakberas
Generasi Muda NTB Didorong...
Generasi Muda NTB Didorong Jadi Agen Perubahan melalui Inovasi
Infografis
Kronologi Kasus Perdagangan...
Kronologi Kasus Perdagangan 25 Bayi Asal Jabar ke Singapura
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved