Sindikat Jual Bayi asal Jabar Rp254 Juta ke Singapura, Modusnya Adopsi Ilegal

Kamis, 31 Juli 2025 - 12:25 WIB
loading...
Sindikat Jual Bayi asal...
Direktur Ditreskrimum Polda Jabar Kombes Pol Surawan menjelaskan sindikat perdagangan orang menjual bayi seharga Rp254 juta lebih ke Singapura dengan modus adopsi ilegal. Foto/IstFoto/Agus Warsudi
A A A
BANDUNG - Sindikat perdagangan orang menjual bayi-bayi asal Jawa Barat (Jabar) dengan harga lebih dari 20.000 Dolar Singapura atau setara Rp254 juta untuk setiap bayi. Para pelaku diketahui telah menjual 25 bayi asal Jabar ke Singapura.

Bayi tersebut dijual dengan modus adopsi ilegal. Sejauh ini, penyidik Direktorat Reserse Kriminal Umum (Ditreskrimum) Polda Jabar mendata sebanyak 25 bayi asal Jabar jadi korban sindikat ini. Sebanyak 15 bayi di antaranya telah dijual oleh sindikat dengan modus adopsi.

Baca juga: Tersangka Kasus Penjual 25 Bayi ke Singapura: Saya Benci Orang Tua Korban, Sudah Jual tapi Lapor Polisi!

Kemudian, 4 bayi hilang tidak diketahui keberadaannya setelah ditolak oleh Imigrasi Singapura. Sementara, sebanyak 8 bayi berhasil diamankan. Saat ini, 8 bayi itu dititipkan di sebuah panti asuhan di Kota Bandung.



Bayi-bayi malang asal Jawa Barat tersebut dibeli dari orang tua kandung oleh para pelaku sindikat dengan kisaran harga antara Rp11 juta-Rp16 juta. Perekrutan atau pencarian korban dilakukan melalui media sosial (medsos).

Ditreskrimum Polda Jabar masih terus melakukan pengembangan kasus ini secara mendalam untuk membongkar jaringan sindikat human trafficking hingga ke akar-akarnya.

Direktur Ditreskrimum Polda Jabar Kombes Pol Surawan mengatakan, harga jual bayi lebih dari 20.000 Dolar Singapura atau setara dengan Rp254 juta.
Halaman :
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
Tenun Sumba Tampil di...
Tenun Sumba Tampil di Panggung Dunia lewat Indonesia-Singapore Orchid Extravaganza
PM Singapura Kunjungi...
PM Singapura Kunjungi Indonesia, 8 Ruas Jalan Ini Ditutup Sementara
Sisir TKP Kasus Penganiayaan,...
Sisir TKP Kasus Penganiayaan, Polda Jabar Ungkap Taufik Hidayat Pukul YTR dengan Helm dan Besi
Penampakan Taufik Hidayat...
Penampakan Taufik Hidayat Jelang Rekonstruksi Kasus Penyekapan dan Penganiayaan YTR di Bandung
Rekonstruksi Kasus Penganiayaan...
Rekonstruksi Kasus Penganiayaan Sadis Taufik Hidayat di Polda Jabar Digelar Tertutup
Rekam Jejak Taufik Hidayat,...
Rekam Jejak Taufik Hidayat, Pernah Lakukan Penganiayaan dan Kasus Penggelapan Motor
Terungkap, Gempa Dahsyat...
Terungkap, Gempa Dahsyat Sumatra Sebabkan Singapura Tenggelam Secara Bertahap
10 Negara dengan Jalan...
10 Negara dengan Jalan Terbaik di Dunia, Juaranya Tetangga Indonesia
Indonesia Hadirkan 30...
Indonesia Hadirkan 30 Instalasi Seni di Flower Dome Singapura, Tampilkan Pesona Nusantara
Rekomendasi
Syuriyah NU se-Lampung...
Syuriyah NU se-Lampung Minta Calon Ketum PBNU Tak Rangkap Jabatan
AS Ingin Ambil Alih...
AS Ingin Ambil Alih Selat Hormuz, Trump: Kita Akan Dapat Bayaran
Kejagung Perintahkan...
Kejagung Perintahkan Kepala Kejati Hentikan Pengumpulan Data Program MBG
Berita Terkini
516 Unit Layanan di...
516 Unit Layanan di Wilayah 3T, PNM Perluas Akses Pembiayaan bagi Masyarakat Prasejahtera
Pengirim Teror Bom di...
Pengirim Teror Bom di SDN Jaksel Ternyata Orang Tua Siswa, Sempat Jemput Anak usai Kirim Ancaman
Dua Proyek Sekolah Rakyat...
Dua Proyek Sekolah Rakyat Nindya Karya di Medan dan Kediri Capai 100 Persen
PINTU Kolaborasi dengan...
PINTU Kolaborasi dengan Universitas Paramadina Beri Edukasi Literasi Digital ke Warga Bekasi
Bakal Dihadiri 3.000...
Bakal Dihadiri 3.000 Peserta, Gus Ipul Ungkap Persiapan Muktamar ke-35 NU di Tambakberas
Generasi Muda NTB Didorong...
Generasi Muda NTB Didorong Jadi Agen Perubahan melalui Inovasi
Infografis
Respons Kemlu Soal Relokasi...
Respons Kemlu Soal Relokasi 2 Juta Warga Gaza ke Indonesia
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved