Wakil Ketua Komisi IV DPR: Perlu Langkah Konkret Pemerintah Atasi Rendahnya Produktivitas Kakao
Selasa, 22 Juli 2025 - 13:22 WIB
loading...
A
A
A
Panggah menyebut produktivitas rata-rata kakao di Indonesia masih tergolong rendah yaitu sekitar 800 Kg/hektare, jauh dari produktivitas maksimalnya yakni sebesar 2 ton. “Hal ini seharusnya tidak perlu menjadi wacana berulang. Yang diperlukan adalah gerakan konkret untuk mencapai target maksimal tersebut,” tegasnya.
Selain itu, Panggah juga menyoroti terkait masalah standard fermentasi kakao. Masalah engganya petani melakukan fermentasi biji kakao yaitu karena petani memiliki keterbatasan kapasitas dan sumber daya untuk melakukan proses fermentasi.
Selisih harga sekitar Rp2000/Kg dibandingkan harga non-fermentasi atau asalan, tidak cukup menarik, padahal yang diminta standard internasional adalah fermented cacao.
Baca juga: Kakao Dapat Kurangi Risiko Serangan Jantung dan Demensia
“Pemerintah mesti membantu petani, karena napas petani kita pendek. Mereka memiliki keterbatasan kapasitas dan sumber daya untuk melakukan proses fermentasi meski dari standar mutunya adalah yang difermentasi,” ungkapnya.
Selain itu, Panggah juga menyoroti terkait masalah standard fermentasi kakao. Masalah engganya petani melakukan fermentasi biji kakao yaitu karena petani memiliki keterbatasan kapasitas dan sumber daya untuk melakukan proses fermentasi.
Selisih harga sekitar Rp2000/Kg dibandingkan harga non-fermentasi atau asalan, tidak cukup menarik, padahal yang diminta standard internasional adalah fermented cacao.
Baca juga: Kakao Dapat Kurangi Risiko Serangan Jantung dan Demensia
“Pemerintah mesti membantu petani, karena napas petani kita pendek. Mereka memiliki keterbatasan kapasitas dan sumber daya untuk melakukan proses fermentasi meski dari standar mutunya adalah yang difermentasi,” ungkapnya.
Lihat Juga :