5 Fakta Kematian Diplomat Muda Kemlu di Menteng, Kasusnya Kini Ditangani Polda Metro
Jum'at, 11 Juli 2025 - 15:55 WIB
loading...
A
A
A
"Jadi malam hari itu dia sekitar pukul 22, jam sepuluhan mendekati 22.30. Dia nyapa, 'Ayo Mas', gitu aja," ujarnya.
Seusai membuang sampah, kata dia, korban masuk ke kamar indekos dan tak diketahui aktivitas korban hingga akhirnya ditemukan dalam kondisi meninggal dunia pada Selasa (8/7/2025) pagi.
"Istri itu Subuh mencoba menghubungi korban, tapi korban tidak bisa dihubungi," ujarnya.
Jenazah AFP disambut dengan isak tangis keluarga setibanya di rumah duka di Jalan Munggur, Jomblang, Karangbendo, Banguntapan, Bantul, Rabu (9/7/2025) sore.
![5 Fakta Kematian Diplomat Muda Kemlu di Menteng, Kasusnya Kini Ditangani Polda Metro]()
Pemakaman ADP di Bantul, DIY. Foto/Yohanes Demo
Jenazah tiba pukul 15.38 WIB, diantar menggunakan kendaraan dinas ambulans. Sejumlah kendaraan turut mengiringi kedatangan jenazah.
Setibanya di rumah duka, jenazah langsung dibawa untuk disemayamkan. Puluhan pelayat menyalatkan jenazah ADP. Jenazahnya kemudian dimakamkan di TPU Sunten, Banguntapan, Bantul, DIY.
"Jadi untuk kasus ini sendiri sudah diserahkan kepada pihak polisi, kita tunggu hasil penyelidikan dari pihak kepolisian," kata Direktur Jenderal Pelindungan Warga Negara Indonesia Kemlu RI Judha Nugraha ditemui di sela-sela pemakaman di Banguntapan, Bantul, Rabu (9/7/2025).
Menurut Judha, semasa hidup ADP menangani tugas penanganan pelindungan WNI untuk wilayah selain Asia Tenggara dan juga Timur Tengah. "Jadi menangani kasus-kasus seperti evakuasi di Turki, di Iran," ucapnya
Judha meminta masyarakat agar tidak mengait-kaitkan kematian ADP dengan sejumlah kasus yang ditangani semasa hidupnya. "Kita menunggu hasil penyelidikan polisi, kita jangan berspekulasi," katanya.
"Mungkin seminggu lagi selesai, nanti ada kesimpulan, Insyaallah mudah-mudahan seminggu lagi selesai ya," kata Karyoto kepada wartawan di Indonesia Arena Gelora Bung Karno, Kamis (10/7/2025).
Karyoto menyebut, pihaknya akan melakukan uji digital forensik terhadap ponsel korban. Dengan begitu, pihaknya bisa menelusuri jejak komunikasi ADP sebelum tewas.
Selain ponsel, pihaknya juga akan memeriksa laptop ADP. Karyoto menyebut, hasil digital forensik ditargetkan rampung sepekan ke depan.
"Bukti-bukti yang ada perlu dipelajari oleh forensik ya, baik CCTV, kemudian hasil autopsi dan juga termasuk digital. Digital itu dari laptop dan lain-lain. Mungkin seminggu lagi selesai, nanti ada kesimpulan," jelas Karyoto.
Kapolri Jenderal Listyo Sigit Prabowo meminta anggotanya mengusut kasus tersebut secara maksimal. "Saya minta untuk anggota juga bergerak maksimal agar segera bisa terungkap dan memang ditunggu oleh publik, ditunggu oleh masyarakat," kata Jenderal Sigit kepada wartawan, dikutip Jumat (11/7/2025).
Seusai membuang sampah, kata dia, korban masuk ke kamar indekos dan tak diketahui aktivitas korban hingga akhirnya ditemukan dalam kondisi meninggal dunia pada Selasa (8/7/2025) pagi.
"Istri itu Subuh mencoba menghubungi korban, tapi korban tidak bisa dihubungi," ujarnya.
3. Dimakamkan di Bantul
Setelah diautopsi di rumah sakit, jenazah korban dibawa ke Banguntapan, Bantul, Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY) untuk dimakamkan.Jenazah AFP disambut dengan isak tangis keluarga setibanya di rumah duka di Jalan Munggur, Jomblang, Karangbendo, Banguntapan, Bantul, Rabu (9/7/2025) sore.

Pemakaman ADP di Bantul, DIY. Foto/Yohanes Demo
Jenazah tiba pukul 15.38 WIB, diantar menggunakan kendaraan dinas ambulans. Sejumlah kendaraan turut mengiringi kedatangan jenazah.
Setibanya di rumah duka, jenazah langsung dibawa untuk disemayamkan. Puluhan pelayat menyalatkan jenazah ADP. Jenazahnya kemudian dimakamkan di TPU Sunten, Banguntapan, Bantul, DIY.
4. Kemlu Serahkan Penyidikan ke Polisi, Jangan Berspekulasi
Kementerian Luar Negeri (Kemlu) RI secara penuh menyerahkan kasus kematian ADP kepada pihak yang berwenang. Kemlu mengungkap bahwa ADP kerap bertugas menangani pelindungan WNI di luar negeri.
"Jadi untuk kasus ini sendiri sudah diserahkan kepada pihak polisi, kita tunggu hasil penyelidikan dari pihak kepolisian," kata Direktur Jenderal Pelindungan Warga Negara Indonesia Kemlu RI Judha Nugraha ditemui di sela-sela pemakaman di Banguntapan, Bantul, Rabu (9/7/2025).
Menurut Judha, semasa hidup ADP menangani tugas penanganan pelindungan WNI untuk wilayah selain Asia Tenggara dan juga Timur Tengah. "Jadi menangani kasus-kasus seperti evakuasi di Turki, di Iran," ucapnya
Judha meminta masyarakat agar tidak mengait-kaitkan kematian ADP dengan sejumlah kasus yang ditangani semasa hidupnya. "Kita menunggu hasil penyelidikan polisi, kita jangan berspekulasi," katanya.
5. Penyidikan Ditangani Polda Metro Jaya
Penanganan tewasnya diplomat muda Kemlu ADP diambil alih oleh Polda Metro Jaya. Kapolda Metro Jaya Irjen Pol Karyoto memperkirakan, kesimpulan penyebab tewasnya ADP bakal rampung pada pekan depan."Mungkin seminggu lagi selesai, nanti ada kesimpulan, Insyaallah mudah-mudahan seminggu lagi selesai ya," kata Karyoto kepada wartawan di Indonesia Arena Gelora Bung Karno, Kamis (10/7/2025).
Karyoto menyebut, pihaknya akan melakukan uji digital forensik terhadap ponsel korban. Dengan begitu, pihaknya bisa menelusuri jejak komunikasi ADP sebelum tewas.
Selain ponsel, pihaknya juga akan memeriksa laptop ADP. Karyoto menyebut, hasil digital forensik ditargetkan rampung sepekan ke depan.
"Bukti-bukti yang ada perlu dipelajari oleh forensik ya, baik CCTV, kemudian hasil autopsi dan juga termasuk digital. Digital itu dari laptop dan lain-lain. Mungkin seminggu lagi selesai, nanti ada kesimpulan," jelas Karyoto.
Kapolri Jenderal Listyo Sigit Prabowo meminta anggotanya mengusut kasus tersebut secara maksimal. "Saya minta untuk anggota juga bergerak maksimal agar segera bisa terungkap dan memang ditunggu oleh publik, ditunggu oleh masyarakat," kata Jenderal Sigit kepada wartawan, dikutip Jumat (11/7/2025).
Lihat Juga :