Asal Usul Pendiri Majapahit Raden Wijaya, Konon Keturunan Sunda Jawa
Kamis, 10 Juli 2025 - 06:36 WIB
loading...
A
A
A
Jadi, Dyah Lembu Tal berkelamin perempuan pada mulanya adalah dugaan sarjana Belanda pada awal abad ke-20, kemudian ditiru oleh penyusun Naskah Wangsakerta seolah-olah ini sudah ditulis oleh tim Pangeran Wangsakerta pada abad ke-17.
Naskah lain yang mungkin menginspirasi penulis Naskah Wangsakerta mengarang cerita Raden Wijaya berdarah Sunda adalah Kidung Harsawijaya, sastra Jawa Pertengahan. Dalam naskah ini, Raden Wijaya kadang-kadang dipanggil dengan sebutan räden galuh.
Bisa jadi panggilan ini dihubung-hubungkan dengan Kerajaan Galuh di Jawa barat. Tetapi, istilah galuh sesungguhnya berasal dari bahasa Sanskerta yang bermakna "permata" atau "perhiasan", sehingga boleh dipakai siapa saja, tidak harus terkait dengan Jawa barat.
Misalnya, di Jawa timur ada pelabuhan kuno bernama Hujung Galuh yang sudah ada pada era Maharaja Airlangga, juga ada Watu Galuh yang pernah menjadi ibu kota Kerajaan Medang Mataram. Kedua nama ini tidak memiliki sangkut-paut dengan Kerajaan Galuh di Jawa barat.
Naskah lain yang mungkin menginspirasi penulis Naskah Wangsakerta mengarang cerita Raden Wijaya berdarah Sunda adalah Kidung Harsawijaya, sastra Jawa Pertengahan. Dalam naskah ini, Raden Wijaya kadang-kadang dipanggil dengan sebutan räden galuh.
Bisa jadi panggilan ini dihubung-hubungkan dengan Kerajaan Galuh di Jawa barat. Tetapi, istilah galuh sesungguhnya berasal dari bahasa Sanskerta yang bermakna "permata" atau "perhiasan", sehingga boleh dipakai siapa saja, tidak harus terkait dengan Jawa barat.
Misalnya, di Jawa timur ada pelabuhan kuno bernama Hujung Galuh yang sudah ada pada era Maharaja Airlangga, juga ada Watu Galuh yang pernah menjadi ibu kota Kerajaan Medang Mataram. Kedua nama ini tidak memiliki sangkut-paut dengan Kerajaan Galuh di Jawa barat.
(shf)
Lihat Juga :