Perusakan Rumah Singgah Sukabumi Tindakan Intoleran dan Melanggar Hukum
Jum'at, 04 Juli 2025 - 19:02 WIB
loading...
A
A
A
“Mereka tahu siapa yang mereka serang. Mereka tahu tempat itu rumah pribadi. Tapi mereka tetap datang, membawa kebencian, dan merusak dengan percaya diri. Ini bukan kebingungan, ini adalah kekerasan ideologis,” tegasnya.
Marshall menyebut yang paling mencemaskan adalah kenyataan pelaku bukanlah kelompok luar atau provokator dari daerah lain. Mereka adalah tetangga, warga desa sendiri, orang-orang yang sehari-hari hidup berdampingan, namun berubah menjadi hakim dan algojo atas dasar perbedaan kepercayaan.
Baca juga: Jusuf Kalla Minta Aparat Usut Tuntas Kasus Perusakan Rumah Tempat Retreat Ibadah di Cidahu Sukabumi
“Yang menggedor pagar itu bukan aparat, bukan ormas besar, tapi masyarakat biasa. Mereka membawa keyakinan iman mereka lebih sah dan karena itu ibadah orang lain harus dihentikan. Ini wajah paling kelam dari intoleransi,” lanjutnya.
Marshall menyebut yang paling mencemaskan adalah kenyataan pelaku bukanlah kelompok luar atau provokator dari daerah lain. Mereka adalah tetangga, warga desa sendiri, orang-orang yang sehari-hari hidup berdampingan, namun berubah menjadi hakim dan algojo atas dasar perbedaan kepercayaan.
Baca juga: Jusuf Kalla Minta Aparat Usut Tuntas Kasus Perusakan Rumah Tempat Retreat Ibadah di Cidahu Sukabumi
“Yang menggedor pagar itu bukan aparat, bukan ormas besar, tapi masyarakat biasa. Mereka membawa keyakinan iman mereka lebih sah dan karena itu ibadah orang lain harus dihentikan. Ini wajah paling kelam dari intoleransi,” lanjutnya.
Lihat Juga :