Sosok Letda Abu Yamin, Perwira TNI AL Lantamal Surabaya yang Dikeroyok 15 Orang di Terminal Arjosari Malang
Senin, 30 Juni 2025 - 16:18 WIB
loading...
A
A
A
"Saya itu dikabari malamnya, terus jam 9 malam itu ngecek ke rumah sakit di IGD. Kondisinya memang sudah siuman, waktu dibawa ambulan itu pingsan, mungkin karena darahnya banyak yang keluar,di IGD tapi sadar, itu saya ajak ngobrol terus, kan handphonenya itu bunyi terus, banyak yang tanya kondisinya," terangnya.
Menurutnya, beberapa terduga pelaku memang dikenal oleh korban dan keluarganya. Bahkan Fadholi menyebut, beberapa kali mendengar nama Takim, yang menjadi mandor atau koordinator jupang di Terminal Arjosari Malang. Tapi beberapa pelaku diduga diketahui orang-orang baru yang tidak mengenal korban.
"Cuma dengar namanya cuma nggak pernah ketemu dan interaksi, pernah tahu, terduga pelaku itu masih keluarga informasinya," kata dia.
Di sisi lain, Polresta Malang Kota sejauh ini belum ada yang bersedia memberikan keterangan resmi terkait insiden pengeroyokan perwira TNI AL itu. Beberapa pejabat utama juga masih bungkam.
Sebelumnya diberitakan, insiden pengeroyokan terjadi di Terminal Arjosari Malang, melibatkan salah satu anggota TNI AL aktif yang diduga dikeroyok oleh 15 orang jupang, pada Kamis malam (26/6/2025). Pengeroyokan ini terekam kamera ponsel salah satu orang di lokasi kejadian, dan viral beredar di media sosial.
Terlihat terduga korban itu mengalami luka parah di kepala hingga darahnya berceceran di depan jalur keberangkatan bus Patas jurusan Surabaya. Insiden berusaha dilerai oleh beberapa orang lainnya, hingga akhirnya korban diamankan oleh petugas terminal untuk dievakuasi ke sekitar ruang tunggu terminal.
Sejauh ini sudah ada tiga pelaku yang diamankan oleh petugas gabungan dari Polresta Malang dan Polisi Militer Angkatan Laut (POMAL). Ketiga yakni Ahmad Maulana (31), Roni Sejati (25), dan Nurul Hudi (29) ketiganya warga Gang Permadi, Jalan Muharto, Kelurahan Polehan, Kecamatan Blimbing, Kota Malang.
Menurutnya, beberapa terduga pelaku memang dikenal oleh korban dan keluarganya. Bahkan Fadholi menyebut, beberapa kali mendengar nama Takim, yang menjadi mandor atau koordinator jupang di Terminal Arjosari Malang. Tapi beberapa pelaku diduga diketahui orang-orang baru yang tidak mengenal korban.
"Cuma dengar namanya cuma nggak pernah ketemu dan interaksi, pernah tahu, terduga pelaku itu masih keluarga informasinya," kata dia.
Di sisi lain, Polresta Malang Kota sejauh ini belum ada yang bersedia memberikan keterangan resmi terkait insiden pengeroyokan perwira TNI AL itu. Beberapa pejabat utama juga masih bungkam.
Sebelumnya diberitakan, insiden pengeroyokan terjadi di Terminal Arjosari Malang, melibatkan salah satu anggota TNI AL aktif yang diduga dikeroyok oleh 15 orang jupang, pada Kamis malam (26/6/2025). Pengeroyokan ini terekam kamera ponsel salah satu orang di lokasi kejadian, dan viral beredar di media sosial.
Terlihat terduga korban itu mengalami luka parah di kepala hingga darahnya berceceran di depan jalur keberangkatan bus Patas jurusan Surabaya. Insiden berusaha dilerai oleh beberapa orang lainnya, hingga akhirnya korban diamankan oleh petugas terminal untuk dievakuasi ke sekitar ruang tunggu terminal.
Sejauh ini sudah ada tiga pelaku yang diamankan oleh petugas gabungan dari Polresta Malang dan Polisi Militer Angkatan Laut (POMAL). Ketiga yakni Ahmad Maulana (31), Roni Sejati (25), dan Nurul Hudi (29) ketiganya warga Gang Permadi, Jalan Muharto, Kelurahan Polehan, Kecamatan Blimbing, Kota Malang.
(shf)
Lihat Juga :