Bupati Bondowoso Pimpin Pawai 999 Obor 1 Muharam
Jum'at, 27 Juni 2025 - 17:12 WIB
loading...
A
A
A
Dalam sambutannya, Bupati Abdul Hamid Wahid menyampaikan pesan mendalam mengenai makna hijrah. Dia menuturkan, pawai obor yang diawali dari Makam Ki Ronggo ini mengingatkan pada pentingnya menghargai sejarah dan menghormati leluhur.
“Penyalaan obor bukan sekadar seremonial, tetapi simbol semangat hijrah: meninggalkan keburukan menuju kebaikan, dari kegelapan menuju cahaya yang terang benderang. Ini adalah momentum membangun peradaban yang berakar pada nilai-nilai budaya dan spiritual bangsa,” kata Bupati yang akrab disapa Ra Hamid ini.
Barisan pawai diawali oleh para santri pembawa obor, diikuti Bendi yang membawa Bupati dan Wakil Bupati Bondowoso, kemudian kereta DAUL ikon budaya khas Bondowoso dan dilanjutkan dengan barisan pelajar pembawa lampion berjumlah 999 peserta, menyusuri jalan utama kota menuju Pendopo Raden Bagus Assra sebagai titik akhir pawai.
Sesampainya di Pendopo Raden Bagus Assra, rombongan disambut meriah oleh Gamelan Kiai Samudro yang membawakan lantunan Sholawat Nabi Muhammad SAW secara harmonis dan menyentuh hati. Alunan musik tradisional ini menambah suasana sakral sekaligus menggugah semangat kebersamaan dan kecintaan terhadap budaya lokal.
Pawai 999 Obor Satu Muharam ditutup dengan Prosesi "Katopa' Panglobar" oleh Bupati dan Wakil Bupati Bondowoso, sebagai simbol "Minadzulumati Ilannur" terlepasnya segala kegelapan menuju cahaya peradaban yang baru.
“Penyalaan obor bukan sekadar seremonial, tetapi simbol semangat hijrah: meninggalkan keburukan menuju kebaikan, dari kegelapan menuju cahaya yang terang benderang. Ini adalah momentum membangun peradaban yang berakar pada nilai-nilai budaya dan spiritual bangsa,” kata Bupati yang akrab disapa Ra Hamid ini.
Barisan pawai diawali oleh para santri pembawa obor, diikuti Bendi yang membawa Bupati dan Wakil Bupati Bondowoso, kemudian kereta DAUL ikon budaya khas Bondowoso dan dilanjutkan dengan barisan pelajar pembawa lampion berjumlah 999 peserta, menyusuri jalan utama kota menuju Pendopo Raden Bagus Assra sebagai titik akhir pawai.
Sesampainya di Pendopo Raden Bagus Assra, rombongan disambut meriah oleh Gamelan Kiai Samudro yang membawakan lantunan Sholawat Nabi Muhammad SAW secara harmonis dan menyentuh hati. Alunan musik tradisional ini menambah suasana sakral sekaligus menggugah semangat kebersamaan dan kecintaan terhadap budaya lokal.
Pawai 999 Obor Satu Muharam ditutup dengan Prosesi "Katopa' Panglobar" oleh Bupati dan Wakil Bupati Bondowoso, sebagai simbol "Minadzulumati Ilannur" terlepasnya segala kegelapan menuju cahaya peradaban yang baru.
Lihat Juga :