Program Jaksa Garda Desa, Jamintel Berharap Banten Jadi Pilot Project Ketahanan Pangan
Rabu, 25 Juni 2025 - 18:11 WIB
loading...
A
A
A
Menteri Yandri Susanto mendukung penuh program ketahanan pangan yang digagas Reda tersebut. Dia menyampaikan bahwa teknologi digital dan pendampingan hukum dari kejaksaan adalah kombinasi penting dalam menciptakan desa-desa yang mandiri, produktif, dan tidak tertinggal secara ekonomi maupun informasi.
“Melalui Jaksa Garda Desa, kami ingin desa tidak hanya jadi penonton, tapi pelaku utama pembangunan ekonomi nasional dari tingkat bawah,” katanya.
Gubernur Banten Andra Soni mengaku sangat bangga dan antusias dengan program ketahanan pangan yang dicetuskan Jamintel. Saat ini saja produksi beras Banten sudah mengalami surplus hingga 200.000 ton lebih. Namun sayangnya selama ini Banten hanya bisa mensuport sayuran untuk kebutuhan masyarakat Banten sebanyak 10% saja dari kebutuhan. ”Maka saya berharap dengan terwujudnya program ketahanan pangan ini maka pasti Provinsi Banten bisa meningkatkan produksinya lagi," ujarnya. Baca juga: 1 Peleton TNI Disiapkan untuk Jaga Kejati, Kejari Dijaga 1 Regu
Direktur Pasar Komoditi Nasional (Paskomnas) Indonesia, Hartono Wignyopranoto mengatakan, program ketahanan pangan ini sengaja dibuat sebagai upaya meningkatkan penghasilan para petani dengan melibatkan pemerintah daerah, kejaksaan dan stakeholder lainnya. ”Berdasarkan pengalaman kami menangani Pasar Induk Tanah Tinggi Tangerang, setiap hari ada dari 3000 ton sayuran diperdagangankan dan kebanyakan berasal dari luar Banten. Sementara harganya juga sangat berfluktuasi tergantung pada naik-turunnya jumlah pasokan,” jelasnya.
“Melalui Jaksa Garda Desa, kami ingin desa tidak hanya jadi penonton, tapi pelaku utama pembangunan ekonomi nasional dari tingkat bawah,” katanya.
Gubernur Banten Andra Soni mengaku sangat bangga dan antusias dengan program ketahanan pangan yang dicetuskan Jamintel. Saat ini saja produksi beras Banten sudah mengalami surplus hingga 200.000 ton lebih. Namun sayangnya selama ini Banten hanya bisa mensuport sayuran untuk kebutuhan masyarakat Banten sebanyak 10% saja dari kebutuhan. ”Maka saya berharap dengan terwujudnya program ketahanan pangan ini maka pasti Provinsi Banten bisa meningkatkan produksinya lagi," ujarnya. Baca juga: 1 Peleton TNI Disiapkan untuk Jaga Kejati, Kejari Dijaga 1 Regu
Direktur Pasar Komoditi Nasional (Paskomnas) Indonesia, Hartono Wignyopranoto mengatakan, program ketahanan pangan ini sengaja dibuat sebagai upaya meningkatkan penghasilan para petani dengan melibatkan pemerintah daerah, kejaksaan dan stakeholder lainnya. ”Berdasarkan pengalaman kami menangani Pasar Induk Tanah Tinggi Tangerang, setiap hari ada dari 3000 ton sayuran diperdagangankan dan kebanyakan berasal dari luar Banten. Sementara harganya juga sangat berfluktuasi tergantung pada naik-turunnya jumlah pasokan,” jelasnya.
(poe)
Lihat Juga :