Pentingnya Budi Daya Rumput Laut Berkelanjutan dan Pelestarian Terumbu Karang
Senin, 23 Juni 2025 - 21:58 WIB
loading...
A
A
A
Upaya untuk mengatasinya bisa lewat bermacam cara. Misalnya rotasi lokasi budi daya untuk memutus siklus penyakit, uji coba varietas rumput laut baru yang lebih tahan terhadap penyakit, serta pencatatan dan evaluasi kalender musim secara berkala untuk memahami pola dan waktu terbaik dalam budi daya serta pencegahan penyakit. Baca juga: Batu Karang Terbesar di Dunia Berusia 3 Abad Ditemukan, Segini Ukurannya
Aspek sains yang dikolaborasikan dengan pengalaman empiris di lapangan juga berkontribusi pada keberlanjutan budi daya rumput laut. Terkait hal ini, YKAN telah mengembangkan Best Management Practices (BMP), sebuah metode budi daya rumput laut yang mengintegrasikan bermacam cabang sains. Konsep ini dikembangkan bersama para pembudidaya, peneliti, serta mitra terkait lainnya, dengan demplot di Desa Oelolot dan Desa Mbueain di Kabupaten Rote Ndao.
BMP ini merupakan konsep menyeluruh budi daya rumput laut berkelanjutan melalui pemodelan kebun bibit, pemilihan bibit unggul, pemilihan lokasi budi daya ramah lingkungan, pembuatan penjemuran pasca panen sesuai Standar Nasional Indonesia juga membantu menghubungkan produk rumput laut dengan pasar yang peduli dengan lingkungan. ”Model ini juga telah direplikasi di desa-desa dampingan kami di Kabupaten Rote Ndao dan Kabupaten Sabu Raijua,” terang Manajer Program Laut Sawu YKAN Muhammad Zia Ul Haq.
Aspek sains yang dikolaborasikan dengan pengalaman empiris di lapangan juga berkontribusi pada keberlanjutan budi daya rumput laut. Terkait hal ini, YKAN telah mengembangkan Best Management Practices (BMP), sebuah metode budi daya rumput laut yang mengintegrasikan bermacam cabang sains. Konsep ini dikembangkan bersama para pembudidaya, peneliti, serta mitra terkait lainnya, dengan demplot di Desa Oelolot dan Desa Mbueain di Kabupaten Rote Ndao.
BMP ini merupakan konsep menyeluruh budi daya rumput laut berkelanjutan melalui pemodelan kebun bibit, pemilihan bibit unggul, pemilihan lokasi budi daya ramah lingkungan, pembuatan penjemuran pasca panen sesuai Standar Nasional Indonesia juga membantu menghubungkan produk rumput laut dengan pasar yang peduli dengan lingkungan. ”Model ini juga telah direplikasi di desa-desa dampingan kami di Kabupaten Rote Ndao dan Kabupaten Sabu Raijua,” terang Manajer Program Laut Sawu YKAN Muhammad Zia Ul Haq.
(poe)
Lihat Juga :