Menengok Sejarah Perbankan di Museum Bank Indonesia, Koleksi Alat Tukar Masa Kerajaan hingga Era Digital
Senin, 23 Juni 2025 - 13:36 WIB
loading...
A
A
A
Setelah diajak berkeliling pada Kamis 19 Juni 2025 di Museum BI dan menjajal MRT, esok harinya Kepala BI Perwakilan Jateng Rahmat Dwisaputra mengisi sesi dengan para wartawan peserta media gathering.
Rahmat mengatakan, sinergi dengan media sangat diperlukan. “Melalui mass media, informasi dapat tersampaikan, namun tentunya wartawan, media, tetap dengan netralitasnya,” kata Rahmat didampingi sejumlah pejabat BI Jateng dan daerah yang hadir offline maupun online via Zoom.
Rahmat memaparkan, saat ini kondisi global tidak baik-baik saja. Mengingat konflik yang masih terjadi di beberapa negara. Di antaranya; perang Rusia - Ukraina yang masih berlanjut, invasi Israel ke Palestina hingga teranyar dampak ketegangan Israel - Iran yang saling serang.
“Ini salah satunya berdampak pada harga emas yang jadi sangat tinggi. Sekarang sampai Rp1 juta - Rp2 juta per gram (yang 24 karat). Di Jateng, kami optimistis ekonomi tetap tumbuh,” lanjut dia.
Pada konteks QRIS, Rahmat mengatakan di Jateng tetap tumbuh. Sistem pembayaran yang mudah itu terus dikembangkan oleh BI Jateng, tak hanya menyasar tempat-tempat wisata andalan, tapi juga sektor UMKM, angkutan umum hingga pembayaran parkir. Lewat event terdekat yakni Rupiah Borobudur Playon yang digelar 27 Juli mendatang di Magelang, BI juga menggunakannya sebagai sarana edukasi.
Rahmat mengatakan, saat ini jumlah pengguna QRIS di Jateng mencapai 7,8juta pengguna dan ada 240,2 juta volume transaksi, serta ada 3,9juta merchat menggunakannya.
“Pengguna QRIS di Jateng itu terbanyak ketiga di Indonesia dengan volume transaksi terbanyak keempat di Indonesia,” tandasnya.
Dia mengatakan, salah satunya BI Jateng terus memberikan edukasi QRIS ini juga ke merchant. Sebab, QRIS ini tidak boleh membebani biaya tambahan ke penggunanya.
Rahmat mengatakan, sinergi dengan media sangat diperlukan. “Melalui mass media, informasi dapat tersampaikan, namun tentunya wartawan, media, tetap dengan netralitasnya,” kata Rahmat didampingi sejumlah pejabat BI Jateng dan daerah yang hadir offline maupun online via Zoom.
Rahmat memaparkan, saat ini kondisi global tidak baik-baik saja. Mengingat konflik yang masih terjadi di beberapa negara. Di antaranya; perang Rusia - Ukraina yang masih berlanjut, invasi Israel ke Palestina hingga teranyar dampak ketegangan Israel - Iran yang saling serang.
“Ini salah satunya berdampak pada harga emas yang jadi sangat tinggi. Sekarang sampai Rp1 juta - Rp2 juta per gram (yang 24 karat). Di Jateng, kami optimistis ekonomi tetap tumbuh,” lanjut dia.
Pada konteks QRIS, Rahmat mengatakan di Jateng tetap tumbuh. Sistem pembayaran yang mudah itu terus dikembangkan oleh BI Jateng, tak hanya menyasar tempat-tempat wisata andalan, tapi juga sektor UMKM, angkutan umum hingga pembayaran parkir. Lewat event terdekat yakni Rupiah Borobudur Playon yang digelar 27 Juli mendatang di Magelang, BI juga menggunakannya sebagai sarana edukasi.
Rahmat mengatakan, saat ini jumlah pengguna QRIS di Jateng mencapai 7,8juta pengguna dan ada 240,2 juta volume transaksi, serta ada 3,9juta merchat menggunakannya.
“Pengguna QRIS di Jateng itu terbanyak ketiga di Indonesia dengan volume transaksi terbanyak keempat di Indonesia,” tandasnya.
Dia mengatakan, salah satunya BI Jateng terus memberikan edukasi QRIS ini juga ke merchant. Sebab, QRIS ini tidak boleh membebani biaya tambahan ke penggunanya.
(shf)
Lihat Juga :