Menengok Sejarah Perbankan di Museum Bank Indonesia, Koleksi Alat Tukar Masa Kerajaan hingga Era Digital

Senin, 23 Juni 2025 - 13:36 WIB
loading...
Menengok Sejarah Perbankan...
Museum Bank Indonesia di kompleks Kota Tua, Jakarta Barat merupakan salah satu sarana belajar sejarah periode per periode kehidupan melalui koleksinya. Foto/Eka Setiawan
A A A
JAKARTA - Salah satu sarana belajar sejarah adalah pergi ke museum. Melalui koleksinya, periode per periode kehidupan dapat dipelajari sebagai sarana refleksi. Salah satu museum yang bisa jadi tempat belajar adalah Museum Bank Indonesia, berlokasi di kompleks Kota Tua, Jakarta Barat.

Menengok Sejarah Perbankan di Museum Bank Indonesia, Koleksi Alat Tukar Masa Kerajaan hingga Era Digital

Replika emas moneter di Museum Bank Indonesia. Foto/Eka Setiwan

Di prasasti yang dipampang di sana, Museum BI diresmikan oleh Presiden RI Susilo Bambang Yudhoyono, Jakarta 21 Juli 2009.

Baca juga: Kebakaran Museum Nasional, Ketua AMI Minta Pemerintah Lindungi 500 Museum di Indonesia

Bangunan bergaya neo-klasik karya arsitek Belanda Eduard Cuypers di abad ke-19 itu tetap berdiri kokoh sampai sekarang. Awalnya, bangunan dengan ciri khas pilar-pilar besar dan tinggi itu adalah Gedung De Javasche Bank.

Tujuan awalnya bank itu dibangun adalah untuk normalisasi persoalan keuangan dan perekonomian kolonial Hindia Belanda yang memburuk setelah bubarnya VOC - kongsi dagangnya yang bangkrut salah satunya karena korupsi besar-besaran.

Menengok Sejarah Perbankan di Museum Bank Indonesia, Koleksi Alat Tukar Masa Kerajaan hingga Era Digital

Kegiatan Media Gathering BI Jateng di Museum Bank Indonesia, Jakarta, Jumat (20/6/2025). Foto/Eka Setiawan

Sejumlah wartawan dari Jawa Tengah diajak oleh Kantor Perwakilan Bank Indonesia Jawa Tengah maupun Purwokerto, Tegal hingga Solo, berkunjung ke sana, Kamis 19 Juni 2025. Dipandu pemandu museum, mereka diajak berkeliling. Bangunan itu dalam sejarahnya, dinasionalisasi setelah Indonesia mengumumkan kemerdekaannya yang kemudian difungsikan sebagai museum.

Baca juga: Ketika Museum Belanda Pamerkan Dokumentasi Perjuangan Kemerdekaan Indonesia

Diketahui, sejak 1 Juli 1953 menyusul diberlakukannya UU Pokok Bank Indonesia, secara resmi bangsa Indonesia memiliki bank sentral bernama Bank Indonesia. Pemerintah menunjuk BI sebagai bank sentral dan bank sirkulasi di Indonesia, sebagai semacam pembuka zaman baru di bidang keuangan.

Koleksi di sana lengkap, dirawat dengan baik. Teknologi digital memungkinkan pengunjung melihat secara lengkap bagaimana sejarah transaksi keuangan terjadi. Di mulai dari masa pra-sejarah lewat sistem barter hingga saat ini, transaksi bisa menggunakan digital, salah satunya lewat QRIS (Quick Response Indonesian Standard) yang dikembangkan BI.

Di museum ini juga memampang koin-koin era kerajaan di Nusantara, tak terkecuali pada masa Hindu-Buddha. Lebih modern lagi, menampilkan uang kertas resmi Indonesia kali pertama yakni Oeang Republik Indonesia (ORI). Uang yang beredar mulai tahun 1946 itu adalah alat pembayaran yang sah di Indonesia hingga berubah berbagai model sampai sekarang.

Di sana juga ditampilkan ORIDA alias Oeang Republik Indonesia Daerah, yang diproduksi pada masa revolusi, yakni tahun 1947-1950. Penerbitan uang daerah dilakukan untuk mengatasi kekurangan ORI yang beredar dan sebagai bentuk perlawanan terhadap beredarnya mata uang NICA.

Ketika itu, Belanda ingin kembali menginvasi Indonesia pasca-kemerdekaan, namun mendapat perlawanan besar dari berbagai daerah di Indonesia.

Koleksi menarik lain dari Museum BI adalah Ruang Emas Moneter. Di sana, dipajang replika emas batangan. Ditumpuk dan dipajang dalam kotak kaca besar. Kilau-kilaunya menyerupai emas asli.

Per batangnya beratnya mencapai 13,5 Kg. Pengunjung bisa mencoba mengangkat 1 batangnya di tempat yang sudah disediakan, dengan kedua tangan.

“Ini adalah replika, emas moneter, tentunya ada yang asli, tapi disimpan di suatu tempat,” kata guide Museum BI menjelaskan kepada pengunjung.

Di museum ini juga ada koleksi yang tak kalah menarik. Adalah saat terjadi Krisis Moneter tahun 1998. Di sana, dipajang beberapa artefak sisa kerusuhan yang terjadi. Di antaranya; dipajang mesin ATM yang penyok di sana-sini, rusak akibat kerusuhan yang terjadi. Sepeda motor bekas dibakar juga dipajang. Menggambarkan betapa chaosnya saat itu.

Setelah diajak berkeliling pada Kamis 19 Juni 2025 di Museum BI dan menjajal MRT, esok harinya Kepala BI Perwakilan Jateng Rahmat Dwisaputra mengisi sesi dengan para wartawan peserta media gathering.

Rahmat mengatakan, sinergi dengan media sangat diperlukan. “Melalui mass media, informasi dapat tersampaikan, namun tentunya wartawan, media, tetap dengan netralitasnya,” kata Rahmat didampingi sejumlah pejabat BI Jateng dan daerah yang hadir offline maupun online via Zoom.

Rahmat memaparkan, saat ini kondisi global tidak baik-baik saja. Mengingat konflik yang masih terjadi di beberapa negara. Di antaranya; perang Rusia - Ukraina yang masih berlanjut, invasi Israel ke Palestina hingga teranyar dampak ketegangan Israel - Iran yang saling serang.

“Ini salah satunya berdampak pada harga emas yang jadi sangat tinggi. Sekarang sampai Rp1 juta - Rp2 juta per gram (yang 24 karat). Di Jateng, kami optimistis ekonomi tetap tumbuh,” lanjut dia.

Pada konteks QRIS, Rahmat mengatakan di Jateng tetap tumbuh. Sistem pembayaran yang mudah itu terus dikembangkan oleh BI Jateng, tak hanya menyasar tempat-tempat wisata andalan, tapi juga sektor UMKM, angkutan umum hingga pembayaran parkir. Lewat event terdekat yakni Rupiah Borobudur Playon yang digelar 27 Juli mendatang di Magelang, BI juga menggunakannya sebagai sarana edukasi.

Rahmat mengatakan, saat ini jumlah pengguna QRIS di Jateng mencapai 7,8juta pengguna dan ada 240,2 juta volume transaksi, serta ada 3,9juta merchat menggunakannya.

“Pengguna QRIS di Jateng itu terbanyak ketiga di Indonesia dengan volume transaksi terbanyak keempat di Indonesia,” tandasnya.

Dia mengatakan, salah satunya BI Jateng terus memberikan edukasi QRIS ini juga ke merchant. Sebab, QRIS ini tidak boleh membebani biaya tambahan ke penggunanya.
(shf)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
HUT ke-499 Jakarta,...
HUT ke-499 Jakarta, Ini 11 Museum dan 9 Kolam Renang yang Digratiskan selama 3 Hari
Pemprov DKI Gratiskan...
Pemprov DKI Gratiskan Transportasi, Tempat Wisata, hingga Museum pada 22, 27, dan 28 Juni
Sasar Siswa SMA, Kemendagri...
Sasar Siswa SMA, Kemendagri Gelar Dialog Pemahaman Nilai Sejarah
Pramono Anung Bakal...
Pramono Anung Bakal Renovasi Museum MH Thamrin
Bangun Museum Peranakan...
Bangun Museum Peranakan Tionghoa di Glodok, Pramono: Bakal Terintegrasi dengan MRT
Pramono Ungkap Rencana...
Pramono Ungkap Rencana Pembangunan Museum Persija di Ancol
Prabowo: Indonesia Berada...
Prabowo: Indonesia Berada pada Persimpangan Sejarah, di Tengah Konflik Dunia
Permukiman Prasejarah...
Permukiman Prasejarah Ditemukan di Gurun Yordania
AMI: Kebudayaan sebagai...
AMI: Kebudayaan sebagai Solusi Krisis Kepribadian Bangsa
Rekomendasi
Naik 81%, Laba PTPN...
Naik 81%, Laba PTPN Group Tembus 6,39 Triliun
PBB Perkirakan Pembersihan...
PBB Perkirakan Pembersihan Puing-puing Gaza Perlu Waktu Lebih dari 140 Tahun
1 Abad Kelahiran Rahmi...
1 Abad Kelahiran Rahmi Hatta Momen Refleksi Nilai Keteladanan bagi Generasi Muda
Berita Terkini
154 Warga Terjangkit...
154 Warga Terjangkit ISPA Imbas Kebakaran TPA Jatiwaringin, Mayoritas Balita-Ibu Hamil
UMKM Binaan Astra Tembus...
UMKM Binaan Astra Tembus ke Luar Negeri, Omzet Petani Naik Jadi Rp11,9 Miliar
Anggota DPRD Jakarta...
Anggota DPRD Jakarta Sebut Flyover Latumenten Bisa Kurangi Macet 40%
Sisir TKP Kasus Penganiayaan,...
Sisir TKP Kasus Penganiayaan, Polda Jabar Ungkap Taufik Hidayat Pukul YTR dengan Helm dan Besi
FKM UI Gelar Pelatihan...
FKM UI Gelar Pelatihan K3 dan Kesiapsiagaan Kebakaran untuk Guru SMPN 107 Jakarta
Pemprov DKI Bakal Bangun...
Pemprov DKI Bakal Bangun Tanggul 1,48 Kilometer di Kali Grogol Kemanggisan
Infografis
Sejarah, Timnas Indonesia...
Sejarah, Timnas Indonesia Sukses Curi Poin di Kandang Arab Saudi
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved