Kisah KH Ma’mun Nawawi, Guru Para Pejuang dan Penggembleng Laskar Hizbullah di Bekasi
Senin, 23 Juni 2025 - 07:15 WIB
loading...
A
A
A
Pesantren ini bukan hanya mengajarkan ilmu agama, pesantren ini disulap menjadi pusat pelatihan militer semi-formal bagi Laskar Hizbullah. Pelatihan perdana digelar pada 28 Februari 1945, dipimpin langsung oleh KH Abdul Wahid Hasyim.
Setiap pesantren dari Jawa dan Madura mengirimkan lima santri terbaik untuk digembleng. Total peserta mencapai 500 orang, dan mereka dilatih menggunakan senjata serta ditempa secara mental dan spiritual.
Mereka pun mendapat pelatihan militer menghadapi penjajah. Setelah Proklamasi 1945, musuh mereka adalah pasukan Belanda yang hendak menjajah lagi Tanah Air. Pelatihan perdana Laskar Hizbullah tersebut dilaksanakan pada 28 Februari 1945. Momen ini dipimpin langsung Kiai Abdul Wahid Hasyim.
Baca juga: Laskar Hizbullah dan Sejarah Perang di Kota Pahlawan
Ada pula beberapa tokoh lain yang hadir di sana, seperti KH Zainul Arifin dan KH Noer Alie. Pembukaan pelatihan ini disaksikan Gunseikan, para perwira Jepang, pimpinan pusat Partai Masyumi, dan para Pangreh Praja.
Setelah pelatihan, para santri diterjunkan ke berbagai medan perang. Di Surabaya bersama Bung Tomo, di Jombang di bawah KH Wahid Hasyim, dan di Bekasi bersama pahlawan nasional KH Noer Alie.
Setiap pesantren dari Jawa dan Madura mengirimkan lima santri terbaik untuk digembleng. Total peserta mencapai 500 orang, dan mereka dilatih menggunakan senjata serta ditempa secara mental dan spiritual.
Mereka pun mendapat pelatihan militer menghadapi penjajah. Setelah Proklamasi 1945, musuh mereka adalah pasukan Belanda yang hendak menjajah lagi Tanah Air. Pelatihan perdana Laskar Hizbullah tersebut dilaksanakan pada 28 Februari 1945. Momen ini dipimpin langsung Kiai Abdul Wahid Hasyim.
Baca juga: Laskar Hizbullah dan Sejarah Perang di Kota Pahlawan
Ada pula beberapa tokoh lain yang hadir di sana, seperti KH Zainul Arifin dan KH Noer Alie. Pembukaan pelatihan ini disaksikan Gunseikan, para perwira Jepang, pimpinan pusat Partai Masyumi, dan para Pangreh Praja.
Diperkuat Tokoh Besar
Setelah pelatihan, para santri diterjunkan ke berbagai medan perang. Di Surabaya bersama Bung Tomo, di Jombang di bawah KH Wahid Hasyim, dan di Bekasi bersama pahlawan nasional KH Noer Alie.
Lihat Juga :