Kisah KH Ma’mun Nawawi, Guru Para Pejuang dan Penggembleng Laskar Hizbullah di Bekasi
Senin, 23 Juni 2025 - 07:15 WIB
loading...
A
A
A
Bahkan tokoh seperti KH Zainul Arifin turut hadir menyaksikan pembukaan pelatihan di Cibarusah, bersama perwira Jepang, petinggi Masyumi, dan pejabat lokal.
KH Ma’mun Nawawi tak hanya dikenal sebagai pejuang, tapi juga cendekiawan besar. Ia menulis 63 kitab, banyak di antaranya menjadi rujukan penting dalam ilmu falaq dan astronomi, bahkan hingga ke Timur Tengah dan Asia Tenggara. Sosoknya menjadi simbol ulama yang berpadu antara ilmu, iman, dan aksi nyata.
KH Ma’mun Nawawi wafat pada 7 Februari 1975 (26 Muharram 1395 H) dalam usia 63 tahun. Ia meninggalkan 40 anak dari 4 istri, dan disalatkan langsung oleh KH Noer Alie. Pemakamannya dipenuhi ribuan pelayat, bukti cinta umat terhadap ulama pejuang ini.
Pesantren Al-Baqiyatus Sholihat yang kini berusia 84 tahun masih berdiri megah, diasuh oleh keturunan KH Ma’mun Nawawi.
Tak hanya menjadi tempat menimba ilmu agama, pesantren ini adalah saksi bisu sejarah perjuangan kemerdekaan Indonesia dari tanah Bekasi.
KH Ma’mun Nawawi tak hanya dikenal sebagai pejuang, tapi juga cendekiawan besar. Ia menulis 63 kitab, banyak di antaranya menjadi rujukan penting dalam ilmu falaq dan astronomi, bahkan hingga ke Timur Tengah dan Asia Tenggara. Sosoknya menjadi simbol ulama yang berpadu antara ilmu, iman, dan aksi nyata.
Warisan Abadi di Bekasi
KH Ma’mun Nawawi wafat pada 7 Februari 1975 (26 Muharram 1395 H) dalam usia 63 tahun. Ia meninggalkan 40 anak dari 4 istri, dan disalatkan langsung oleh KH Noer Alie. Pemakamannya dipenuhi ribuan pelayat, bukti cinta umat terhadap ulama pejuang ini.
Pesantren Al-Baqiyatus Sholihat yang kini berusia 84 tahun masih berdiri megah, diasuh oleh keturunan KH Ma’mun Nawawi.
Tak hanya menjadi tempat menimba ilmu agama, pesantren ini adalah saksi bisu sejarah perjuangan kemerdekaan Indonesia dari tanah Bekasi.
(shf)
Lihat Juga :