Program Indeks Desa Membangun, Efektif Cegah Karhutla di Kalbar

Selasa, 08 September 2020 - 14:08 WIB
loading...
Program Indeks Desa...
Gubernur Kalimantan Barat (Kalbar), H. Sutarmidji, menjadi narasumber webinar ‘Belajar Dari Kebakaran 20 Tahun Teakhir’ yang diselenggarakan oleh Lembaga Auriga, di Data Analityc Room Kantor Gubernur, Selasa (8/9/2020).
A A A
PONTIANAK - Gubernur Kalimantan Barat (Kalbar), H. Sutarmidji, menjadi narasumber webinar ‘Belajar Dari Kebakaran 20 Tahun Teakhir’ yang diselenggarakan oleh Lembaga Auriga, di Data Analityc Room Kantor Gubernur, Selasa (8/9/2020). Dalam webinar tersebut, Gubernur Kalbar memberikan saran untuk penanganan lahan gambut harus di evaluasi secara menyeluruh oleh Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan Republik Indonesia serta Badan Restorasi Gambut (BRG) agar tidak terjadi karhutla setiap tahun.

“Saya melihat penanganan lahan gambut ini perlu dievaluasi secara total Kementerian LHK dan BRG, sebab kebakaran itu memang lebih banyak di lahan gambut tidak menutup kemungkinan juga di lahan-lahan mineral. Hanya masalah di lahan gambut terjadi kebakaran maka untuk memadamkannya agak sulit kecuali hujan saja yang bisa memadamkan, maka perlu penanganan pencegahan dan tata kelola secara baik,” ungkap Gubernur Kalbar, H. Sutarmidji, usai webinar.

Menurutnya, Indeks Desa Membangun (IDM) merupakan salah satu program cukup baik dalam pencegahannya karhutla dan melibatkan masyarakat dalam upaya pencegahan. Ia pun mengungkapkan, bahwa dalam program IDM tersebut memiliki beberapa kategorikan penguatan.

“Di dalam IDM itu sudah ada beberapa kategori penguatan, seperti Indeks Kekuatan Ekonomi, Indeks Kekuatan Lingkungan, dan Indeks Kekuatan Sosial. Nah, tiga indeks ini jika bisa tangani dengan 54 indikator itu maka tidak ada lagi kebakaran lahan dan status desa mandiri yang memenuhi indeks itu maka desa tidak boleh ada kebakaran lahan serta bagaiamana pengelolaan desa secara mandiri,” tuturnya.

Berdasarkan hasil pantauan dan data yang diterima oleh Gubernur Kalbar, H. Sutarmidji, area karhutla yang terjadi beberapa waktu yang lalu, ditemukan area desa yang tertinggal dan desa sangat tertinggal di kawasan perkebunan sawit. Sehingga Pemerintah Provinsi Kalbar mendorong menaikan status desa tertinggal dan desa sangat tertinggal menuju ke desa mandiri.

“Saya mendapatkan data bahwa sering terjadinya karhutla di desa tertinggal dan desa sangat tertinggal dan 157 titik api yang terbakar kemarin itu berada di kawasan perkebunan, nah ini harus ditindak. Masyarakat jangan dikejar-kejar lebih bagus kita atur dan tidak mungkin kita melarang masyarakat untuk membakar lahan, kenapa karena kita belum menyediakan mekanisasi dan pengelolaan lahan. Bagus lahannya itu karena ada aturan dua hektar, kita mengawasi dan mengedukasi masyarakat dalam pengelolaan lahan jika lahan mereka terbakarnya melebihi dua hektar maka kita serahkan ke hukum adat, karena lahan orang lain juga terbakar, bagus ini juga turut diatur,” katanya.(aws/diah bayurini)
(alf)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
Cegah Kebakaran Hutan...
Cegah Kebakaran Hutan dan Lahan, Gubernur Kalbar Beberkan 4 Langkah Ini
Sriwijaya Air SJ-182...
Sriwijaya Air SJ-182 Jatuh, Gubernur Kalbar Siap bantu Pengurusan Korban
Gubernur Kalbar Bersama...
Gubernur Kalbar Bersama Kepala BPKP Kalbar Tandatangani Nota Kesepakatan
Gubernur Kalbar: Realisasi...
Gubernur Kalbar: Realisasi Anggaran Perlu Dipercepat
Penyebaran Covid-19...
Penyebaran Covid-19 di Kalbar Meningkat Dua Kali Lipat
Gubernur Kalbar Terima...
Gubernur Kalbar Terima Bantuan Masker dari Menteri Perhubungan
Berobat ke Malaysia,...
Berobat ke Malaysia, Perjalanan Gubernur Kalbar Tuai Sorotan
KPK Panggil Anak Gubernur...
KPK Panggil Anak Gubernur Kalbar terkait Kasus Proyek Jalan di Mempawah
Rumah Gubernur Kalimantan...
Rumah Gubernur Kalimantan Barat dan Bupati Mempawah Digeledah KPK, Apa Saja Disita?
Rekomendasi
Dicecar Apakah Israel...
Dicecar Apakah Israel Memiliki Senjata Nuklir? Ini Jawaban Menlu AS Marco Rubio
Amalan Jumat: Raih Cahaya...
Amalan Jumat: Raih Cahaya dengan Membaca Surat Al-Kahfi
Mengenal HYROX, Olahraga...
Mengenal HYROX, Olahraga yang Disebut Mulai Geser Padel di Indonesia
Berita Terkini
24 RW di Jakarta Bakal...
24 RW di Jakarta Bakal Alami Gangguan Air Bersih, Ini Penyebabnya
Tarif Sejumlah Rute...
Tarif Sejumlah Rute Transjabodetabek Bakal Dinaikkan, Termasuk Blok M-Bandara Soetta
CFD Rasuna Said Tetap...
CFD Rasuna Said Tetap Digelar Minggu 7 Juni, Catat Waktunya!
Kebakaran Permukiman...
Kebakaran Permukiman Warga di Cideng, 5 Orang Terluka dan 1 Tewas
Perjalanan KRL Tanah...
Perjalanan KRL Tanah Abang-Duri Berangsur Normal setelah Kebakaran di Sekitar Rel Dipadamkan
Hadiri Konsolidasi Nasional...
Hadiri Konsolidasi Nasional MBG, Ketum Garuda Komitmen Wujudkan Generasi Emas 2045
Infografis
10 Universitas Paling...
10 Universitas Paling Diminati di SNBT 2026, UI Paling Favorit
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved