Peringati Hari Lahir Pancasila, BPIP Salurkan Pompa Air dan Hewan Kurban ke Kodam VI/Mulawarman
Kamis, 05 Juni 2025 - 16:53 WIB
loading...
A
A
A
Baca juga: Kepala BPIP: Pancasila Fondasi Moral dan Etika Penyelenggara Negara
“Untuk mewujudkan Pancasila dalam tindakan, kami tidak hanya datang membawa wacana. Kami bawa pompa air karena hidup dimulai dari air. Kami bawa hewan kurban karena hidup harus berbagi dan disyukuri. Pancasila Itu Mukjizat yang Hidup,” ujar Deputi Bidang Hubungan Antarlembaga, Sosialisasi, Komunikasi, dan Jaringan BPIP Prakoso.
Menurut Prakoso, Pancasila harus diimplementasikan dalam tindakan bukan hanya simbol. “Ini adalah seruan hati. Bahwa bangsa Indonesia bisa dan harus mampu mengimplementasikannya ke nilai dasar gotong royong, keadilan sosial, dan cinta Tanah Air,” katanya.
Prakoso menyebut pompa air yang diserahkan akan mengairi sawah pertanian dan sapi kurban yang dibagikan akan menghidupi dapur-dapur warga. Tapi yang paling penting, Pancasila menghidupi harapan.
“Balikpapan, sebagai kota penyangga Ibu Kota Nusantara (IKN) menegaskan Pancasila akan terus hidup. Bukan hanya di pidato, tapi di ladang, di lumbung, di rumah-rumah sederhana, di hati rakyatnya. Karena Pancasila bukan milik masa lalu. Pancasila adalah petunjuk yang menuntun kita ke masa depan menuju Indonesia Raya,” ucapnya.
“Untuk mewujudkan Pancasila dalam tindakan, kami tidak hanya datang membawa wacana. Kami bawa pompa air karena hidup dimulai dari air. Kami bawa hewan kurban karena hidup harus berbagi dan disyukuri. Pancasila Itu Mukjizat yang Hidup,” ujar Deputi Bidang Hubungan Antarlembaga, Sosialisasi, Komunikasi, dan Jaringan BPIP Prakoso.
Menurut Prakoso, Pancasila harus diimplementasikan dalam tindakan bukan hanya simbol. “Ini adalah seruan hati. Bahwa bangsa Indonesia bisa dan harus mampu mengimplementasikannya ke nilai dasar gotong royong, keadilan sosial, dan cinta Tanah Air,” katanya.
Prakoso menyebut pompa air yang diserahkan akan mengairi sawah pertanian dan sapi kurban yang dibagikan akan menghidupi dapur-dapur warga. Tapi yang paling penting, Pancasila menghidupi harapan.
“Balikpapan, sebagai kota penyangga Ibu Kota Nusantara (IKN) menegaskan Pancasila akan terus hidup. Bukan hanya di pidato, tapi di ladang, di lumbung, di rumah-rumah sederhana, di hati rakyatnya. Karena Pancasila bukan milik masa lalu. Pancasila adalah petunjuk yang menuntun kita ke masa depan menuju Indonesia Raya,” ucapnya.
(cip)
Lihat Juga :