Masih Banyak Warga Abai Protokol Kesehatan, Depok Terbitkan Lagi Dua Perwal
Selasa, 08 September 2020 - 11:26 WIB
loading...
A
A
A
Dia menyebutkan, dari data penambahan kasus pada periode minggu ke-26 (24 Agustus sampai dengan 30 Agustus 2020), kasus konfirmasi positif lebih banyak berasal dari imported case sebesar 77,56%. Pada periode minggu ke-27 (31 Agustus sampai dengan 6 September 2020) kasus imported case mencapai 89%.
“Kasus imported case ini berasal dari klaster perkantoran dan tempat kerja di luar Kota Depok, yang berdampak pada penularan didalam keluarga dan komunitas,” tukasnya.
Pihaknya mengambil sejumlah langkah taktis di bidang pencegahan yang saat ini sedang dilakukan. Misalnya optimalisasi peran Kampung Siaga Covid-19, sosialisasi dan edukasi gerakan bermasker serta protokol kesehatan, disinfektasi area terpapar, penegakan hukum protokol kesehatan, pembatasan aktivitas warga, dan pembatasan aktivitas dunia usaha.
”Demikian pula di bidang penanganan, diantaranya penanganan kasus konfirmasi positif (perawatan di rumah sakit dan isolasi mandiri), peningkatan swab test, tracing kasus dan tindak lanjut kasus kontak erat, dan pembatasan sosial Kampung Siaga Covid-19 Berbasis RW,” tukasnya.
“Kasus imported case ini berasal dari klaster perkantoran dan tempat kerja di luar Kota Depok, yang berdampak pada penularan didalam keluarga dan komunitas,” tukasnya.
Pihaknya mengambil sejumlah langkah taktis di bidang pencegahan yang saat ini sedang dilakukan. Misalnya optimalisasi peran Kampung Siaga Covid-19, sosialisasi dan edukasi gerakan bermasker serta protokol kesehatan, disinfektasi area terpapar, penegakan hukum protokol kesehatan, pembatasan aktivitas warga, dan pembatasan aktivitas dunia usaha.
”Demikian pula di bidang penanganan, diantaranya penanganan kasus konfirmasi positif (perawatan di rumah sakit dan isolasi mandiri), peningkatan swab test, tracing kasus dan tindak lanjut kasus kontak erat, dan pembatasan sosial Kampung Siaga Covid-19 Berbasis RW,” tukasnya.
(thm)
Lihat Juga :