Di Tengah Pandemi COVID-19, Sleman Nekat Gelar Temple Run
Selasa, 08 September 2020 - 04:30 WIB
loading...
Kepala Dispar Sleman Sudarningsing memberikan keterangan soal Sleman Temple Run 2020 di Kantor Dispar Sleman, Senin (7/9/2020). FOTO : SINDOnews/Priyo Setyawan
A
A
A
SLEMAN - Meski pandemi COVID-19 belum bisa diatasi, Pemkab Sleman tetap nekat mengelar event tahunan lari internasional bertajuk Sleman Temple Run 2020. Kegiatan itu akan berlangsung Minggu (27/9/2020) dengan start dan finish di komplek Candi Banyunibo, Cepit, Bokoharjo, Prambanan, Sleman.
Sleman Temple Run merupakan kegiatan rutin tahunan yang diselenggarakan sejak tahun 2015, sehingga ini merupakan penyelenggaran yang ke lima. Ada empat kategori yang dilombakan, yaitu 7 Km, 13 Km dan 25 Km dan 13 K master 40 tahun ke atas.
Dari kategori tersebut, semuanya akan melintasi candi, selain candi Banyunibo juga Candi Ijo, Candi Sojiwan, Candi Miri, Candi Barong dan Candi Ratu Boko.
Kepala Dinas Pariwisata (Dispar) Sleman, Sudarningsih mengatakan, Sleman Temple Run bukan hanya sekedar olahraga lari, namun yang lebih penting lagi, yaitu mengenalkan potensi dan destinasi wisata candi di Sleman, termasuk sarana edukasi, terutama nilai-nilai yang tersembunyi dari candi itu.
“Sleman Temple Run merupakan sportveture tourism event, yang memadukan olahraga dan petualangan sambil berwisata dengan menikmati ke indahan alam,” kata Ning panggilan Sudarningsih di kantor Dispar Sleman, Senin (7/9/2020).
Ningmenjelaskan event ini juga sebagai sarana untuk mendongkrak dan meningkatkan jumlah kunjungan wisatawan ke Sleman. Namun karena pandemi COVID-19, untuk penyelenggaraan tahun ini berbeda dengan tahun sebelumnya. Yaitu dengan skema penerapan protokol kesehatan COVID-19.
“Selain itu juga harus ada rekomendasi dari Tim Gugus Tugas COVID-19 Sleman dan pembatasan jumlah peseta, yaitu 50% dari target,” paparnya.(Baca juga : Langgar Protokol Kesehatan COVID-19 di Sleman, Disanksi Administrasi dan Denda Rp100 Ribu )
Sleman Temple Run merupakan kegiatan rutin tahunan yang diselenggarakan sejak tahun 2015, sehingga ini merupakan penyelenggaran yang ke lima. Ada empat kategori yang dilombakan, yaitu 7 Km, 13 Km dan 25 Km dan 13 K master 40 tahun ke atas.
Dari kategori tersebut, semuanya akan melintasi candi, selain candi Banyunibo juga Candi Ijo, Candi Sojiwan, Candi Miri, Candi Barong dan Candi Ratu Boko.
Kepala Dinas Pariwisata (Dispar) Sleman, Sudarningsih mengatakan, Sleman Temple Run bukan hanya sekedar olahraga lari, namun yang lebih penting lagi, yaitu mengenalkan potensi dan destinasi wisata candi di Sleman, termasuk sarana edukasi, terutama nilai-nilai yang tersembunyi dari candi itu.
“Sleman Temple Run merupakan sportveture tourism event, yang memadukan olahraga dan petualangan sambil berwisata dengan menikmati ke indahan alam,” kata Ning panggilan Sudarningsih di kantor Dispar Sleman, Senin (7/9/2020).
Ningmenjelaskan event ini juga sebagai sarana untuk mendongkrak dan meningkatkan jumlah kunjungan wisatawan ke Sleman. Namun karena pandemi COVID-19, untuk penyelenggaraan tahun ini berbeda dengan tahun sebelumnya. Yaitu dengan skema penerapan protokol kesehatan COVID-19.
“Selain itu juga harus ada rekomendasi dari Tim Gugus Tugas COVID-19 Sleman dan pembatasan jumlah peseta, yaitu 50% dari target,” paparnya.(Baca juga : Langgar Protokol Kesehatan COVID-19 di Sleman, Disanksi Administrasi dan Denda Rp100 Ribu )
Lihat Juga :