Penerapan Zero ODOL Naikkan Biaya Distribusi Rp5.990,36 Triliun/Tahun
Senin, 26 Mei 2025 - 15:55 WIB
loading...
A
A
A
Dalam penelitiannya, ITL Trisakti juga membuat beberapa skenario terkait dampak pemberlakuan Zero ODOL terhadap perekonomian. Pada skenario pertama, meneliti kondisi saat ini di mana masih menerapkan ODOL 100%. Total biaya truk mencapai Rp100,75 miliar per tahun.
Angka ini diperoleh dengan memperhitungkan variabel beban jalan, biaya operasional kendaraan, dan jumlah truk pada kondisi eksisting. Beban jalan pada kondisi saat ini menggunakan variabel beban jalan keseluruhan dan jumlah berat muatan yang diizinkan (JBI) untuk 5 jenis kendaraan.
Pada skenario pertama ini, perubahan harga di level konsumen hanya naik sebesar 7% dalam kurun waktu 8 tahun, sehingga dapat diasumsikan tidak terjadi kenaikan perubahan harga konsumen yang berarti dalam kurun waktu tersebut.
Pada skenario kedua, diterapkan kondisi ODOL diperbolehkan sebesar 30%, namun pada kondisi ini diasumsikan total muatan sebanyak 1,3 kali lebih banyak daripada jumlah beban yang diizinkan. Hasilnya menunjukkan total biaya truk pada kondisi ODOL 30% sebesar Rp480,13 miliar.
Pada skenario kedua, hasil kajian menyebutkan terjadi perubahan harga pada level konsumen sebesar 57% dalam kurun waktu 8 tahun.
Pada skenario ketiga, diterapkan kondisi Zero ODOL dan penindakan dengan 50% populasi truk. Hasil penelitian menunjukkan total biaya truk mencapai Rp1,23 triliun.
Pada skenario ketiga ini, hasil penelitian memperkirakan terjadinya perubahan harga pada level konsumen lebih dari 90% dalam kurun waktu 8 tahun. Hal ini terjadi karena penindakan tidak dilakukan pada seluruh populasi truk, sehingga populasi yang terkena penindakan pelanggaran akan melakukan segala cara agar terhindar dari penindakan. Hal tersebut dapat menciptakan shadow economy jika tidak ada tindakan dari pemerintah untuk menanganinya.
Angka ini diperoleh dengan memperhitungkan variabel beban jalan, biaya operasional kendaraan, dan jumlah truk pada kondisi eksisting. Beban jalan pada kondisi saat ini menggunakan variabel beban jalan keseluruhan dan jumlah berat muatan yang diizinkan (JBI) untuk 5 jenis kendaraan.
Pada skenario pertama ini, perubahan harga di level konsumen hanya naik sebesar 7% dalam kurun waktu 8 tahun, sehingga dapat diasumsikan tidak terjadi kenaikan perubahan harga konsumen yang berarti dalam kurun waktu tersebut.
Pada skenario kedua, diterapkan kondisi ODOL diperbolehkan sebesar 30%, namun pada kondisi ini diasumsikan total muatan sebanyak 1,3 kali lebih banyak daripada jumlah beban yang diizinkan. Hasilnya menunjukkan total biaya truk pada kondisi ODOL 30% sebesar Rp480,13 miliar.
Pada skenario kedua, hasil kajian menyebutkan terjadi perubahan harga pada level konsumen sebesar 57% dalam kurun waktu 8 tahun.
Pada skenario ketiga, diterapkan kondisi Zero ODOL dan penindakan dengan 50% populasi truk. Hasil penelitian menunjukkan total biaya truk mencapai Rp1,23 triliun.
Pada skenario ketiga ini, hasil penelitian memperkirakan terjadinya perubahan harga pada level konsumen lebih dari 90% dalam kurun waktu 8 tahun. Hal ini terjadi karena penindakan tidak dilakukan pada seluruh populasi truk, sehingga populasi yang terkena penindakan pelanggaran akan melakukan segala cara agar terhindar dari penindakan. Hal tersebut dapat menciptakan shadow economy jika tidak ada tindakan dari pemerintah untuk menanganinya.
Lihat Juga :