Kisah Belanda Intai Pertempuran Pasukan Kerajaan Mataram dan Banten
Sabtu, 24 Mei 2025 - 08:49 WIB
loading...
A
A
A
Orang-orang Jawa itu menjelaskan, bahwa orang Belanda dianggap sudah menjadi saudara, dan tindakan tidak tertuju pada orang-orang Jawa, tetapi terhadap orang-orang Banten.
Letnan tersebut ditinggalkan bersama kepala pelabuhan Spijck dengan dua perahu yang berisi cukup banyak bahan makanan untuk melakukan observasi.
Pada tanggal 30 Oktober 1657 pemimpin-pemimpin ekspedisi Jawa diundang ke kapal Kompeni. Kecuali di laut, Pemerintah Kompeni juga waspada di darat, dan mengirimkan sebuah regu pengintai untuk mengamati jalan dari Karawang menuju Banten yang melalui daerah pegunungan.
Orang-orang Jawa itu menyatakan bahwa mereka tidak bermaksud apa-apa. Mereka pergi ke Banten hanya untuk melihat apa yang sedang dilakukan orang-orang Banten di sana.
Selain itu, langkah tersebut agar mereka datang ke sana untuk mengusir orang Banten dari Karawang.
Letnan tersebut ditinggalkan bersama kepala pelabuhan Spijck dengan dua perahu yang berisi cukup banyak bahan makanan untuk melakukan observasi.
Pada tanggal 30 Oktober 1657 pemimpin-pemimpin ekspedisi Jawa diundang ke kapal Kompeni. Kecuali di laut, Pemerintah Kompeni juga waspada di darat, dan mengirimkan sebuah regu pengintai untuk mengamati jalan dari Karawang menuju Banten yang melalui daerah pegunungan.
Orang-orang Jawa itu menyatakan bahwa mereka tidak bermaksud apa-apa. Mereka pergi ke Banten hanya untuk melihat apa yang sedang dilakukan orang-orang Banten di sana.
Selain itu, langkah tersebut agar mereka datang ke sana untuk mengusir orang Banten dari Karawang.
(shf)
Lihat Juga :