Kisah Belanda Intai Pertempuran Pasukan Kerajaan Mataram dan Banten

Sabtu, 24 Mei 2025 - 08:49 WIB
loading...
Kisah Belanda Intai...
Dua kerajaan Islam besar, Mataram dan Banten konon berperang. Peperangan itu terjadi sewaktu Mataram dipimpin oleh Sultan Amangkurat I sebagai raja. Foto/Ilustrasi/Ist
A A A
JAKARTA - Dua kerajaan Islam besar di Pulau Jawa, Mataram dan Banten konon berperang. Peperangan itu terjadi sewaktu Mataram dipimpin oleh Sultan Amangkurat I sebagai raja. Peperangan ini merupakan puncak hubungan panas antara Banten dan Mataram. Angkatan laut dan darat pun disiapkan oleh Kesultanan Mataram.

Saat itu pasukan Mataram konon mengirimkan angkatan laut sejumlah 40 ribu orang personel. Dari jumlah tersebut, 10.000 di antaranya dilengkapi dengan senjata lengkap. Sisanya merupakan prajurit yang akan bergerak melalui darat ke Karawang.

Baca juga: Kisah Maulana Hasanuddin Raja Banten Pertama yang Termasyhur

Angkatan Laut menyediakan kuda bagi mereka. Mereka yang tidak membawa senjata harus membuat jalan melalui daerah pegunungan ke Banten dan memikul bahan-bahan perbekalan.



Kemudian diterima informasi bahwa tujuan mereka adalah Padia Jarangh yang berada di sebelah selatan Batavia, yaitu Pajajaran dekat Bogor.

H.J. De Graaf pada "Disintegrasi Mataram: Dibawah Mangkurat I" mengisahkan bagaimana ekspansi peperangan Mataram itu sempat membuat khawatir Batavia.

Setelah pada tanggal 27 Oktober 1657 kapiten tua bagi orang Jawa di Batavia menemukan armada yang terdiri dari 40 sampai 50 kapal Jawa di depan Karawang dan mengirimkan berita tentang ini kepada Pemerintah Belanda.

Baca juga: Kisah Kesultanan Banten Taklukkan Pajajaran setelah Tiga Kali Serangan Gigih

Keesokan harinya pejabat keuangan Wijnand Rutgers dikirim ke sana. Pada tanggal 29 Oktober 1657 sudah dijumpainya di dekat Karawang sebuah kapal Jawa, yang menyampaikan berita pertama kepadanya tentang armada Mataram.

Pembantu Letnan Pieter Thonissen, yang dikirim ke sana, menemukan di muara kira-kira 27 kapal.

Mereka diterima dengan sangat hormat, walaupun permintaan pelurunya ditolak orang Belanda.

Orang-orang Jawa itu menjelaskan, bahwa orang Belanda dianggap sudah menjadi saudara, dan tindakan tidak tertuju pada orang-orang Jawa, tetapi terhadap orang-orang Banten.

Letnan tersebut ditinggalkan bersama kepala pelabuhan Spijck dengan dua perahu yang berisi cukup banyak bahan makanan untuk melakukan observasi.

Pada tanggal 30 Oktober 1657 pemimpin-pemimpin ekspedisi Jawa diundang ke kapal Kompeni. Kecuali di laut, Pemerintah Kompeni juga waspada di darat, dan mengirimkan sebuah regu pengintai untuk mengamati jalan dari Karawang menuju Banten yang melalui daerah pegunungan.

Orang-orang Jawa itu menyatakan bahwa mereka tidak bermaksud apa-apa. Mereka pergi ke Banten hanya untuk melihat apa yang sedang dilakukan orang-orang Banten di sana.

Selain itu, langkah tersebut agar mereka datang ke sana untuk mengusir orang Banten dari Karawang.
(shf)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
196 Tahun Keris Kanjeng...
196 Tahun Keris Kanjeng Kiai Nogo Siluman, Pusaka Pangeran Diponegoro Simbol Kepemimpinan Tanah Jawa
Kisah Jenderal Kopassus...
Kisah Jenderal Kopassus Soegito Pertaruhkan Nyawa saat Hadapi Pemberontak Fretilin
Kisah Pasukan Legiun...
Kisah Pasukan Legiun Mangkunegaran Mampu Menandingi Kekuatan Militer Eropa
Kisah Jenderal Sjafrie...
Kisah Jenderal Sjafrie Kawal Soeharto yang Tolak Pakai Rompi Anti Peluru saat Kunjungan ke Bosnia
Sepak Terjang Matah...
Sepak Terjang Matah Ati, Istri Pangeran Sambernyawa yang Jadi Panglima Pasukan Khusus Wanita Mangkunegaran
Pasukan Intelijen Mematikan...
Pasukan Intelijen Mematikan Dom Sumurup Ing Banyu, Telik Sandi Mataram yang Habisi Jenderal VOC JP Coen
Kapal Perang Belanda...
Kapal Perang Belanda dan China Terlibat Konfrontasi di Laut China Selatan
Kapten Kapal Pesiar...
Kapten Kapal Pesiar Terjangkit Hantavirus Bilang pada Penumpang: Pria yang Tewas Itu Tak Menular
Pria Pro-Nazi Hendak...
Pria Pro-Nazi Hendak Bunuh 2 Putri Kerajaan Belanda, Bawa Kapak Bertuliskan Mossad dan Sieg Heil
Rekomendasi
Trump Murka, AS akan...
Trump Murka, AS akan Serang Iran dengan Sangat Keras Malam Ini
Indodax Diapresiasi...
Indodax Diapresiasi Atas Edukasi dan Pengembangan Pasar Aset Kripto
Dubes Wang Lutong Ungkap...
Dubes Wang Lutong Ungkap Purbaya Bakal ke China Pekan Depan, Bahas Apa?
Berita Terkini
China Bakal Bangun Pusat...
China Bakal Bangun Pusat Padi dan Sekolah Vokasi di Papua
GTV Targetkan Ribuan...
GTV Targetkan Ribuan Peserta Liga Bintang Juara, Siapkan Babak Nasional di Jakarta
Kadisdik Tangerang:...
Kadisdik Tangerang: Liga Bintang Juara Jadi Ajang Pemerataan dan Kreativitas Siswa
Wali Kota Tangerang...
Wali Kota Tangerang Apresiasi Liga Bintang Juara, Dorong Generasi Berpikir Cepat dan Tepat
Kembangkan Kasus Gading...
Kembangkan Kasus Gading Gajah, Polda Riau Telusuri Aliran Dana Rp1,8 Miliar
Pramono Buka Jakarta...
Pramono Buka Jakarta Fair Kemayoran 2026, Transaksi UMKM Ditarget Capai Rp8 Triliun
Infografis
Trionda, Bola Robotik...
Trionda, Bola Robotik Piala Dunia 2026 yang Punya Baterai dan Sensor VAR
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved