alexametrics

Tebing Longsor, Akses Empat Desa di Bandung Barat Lumpuh

loading...
Tebing Longsor, Akses Empat Desa di Bandung Barat Lumpuh
Longsor tebing setinggi 8 meter dan panjang 20 meter di Kampung Logok Talingkup RT 01/03, Desa Cirawamekar, Kabupaten Bandung Barat (KBB), menutup ruas jalan kabupaten.Foto/SINDOnews/Adi Haryanto
A+ A-
BANDUNG BARAT - Longsor tebing setinggi 8 meter dan panjang 20 meter di Kampung Logok Talingkup RT 01/03, Desa Cirawamekar, Kecamatan Cipatat, Kabupaten Bandung Barat (KBB), menutup ruas jalan kabupaten.

Akibatnya akses dari dan keempat desa yang menghubungkan Desa Cirawamekar, Desa Citatah, dan Gunung Masigit menuju Desa Nyalindung lumpuh sejak Rabu (25/3/2020) malam.


Kepala Pelaksana BPBD KBB, Duddy Prabowo mengatakan, longsor yang terjadi pada Rabu (25/3/2020) malam sekitar pukul 22.00 WIB tersebut diakibatkan hujan deras yang turun sebelumnya.



Kondisi tanah tebing yang labil membuat tidak kuat menahan debit air yang sangat tinggi. Akibatnya, kendaraan roda dua maupun kendaraan roda empat tidak bisa melintas karena material tanah menutup semua badan jalan. "Penyebabnya hujan deras, tanah menjadi jenuh dan labil sehingga terjadi longsor," terang Duddy, Kamis (26/3/2020).


Pihaknya yang datang ke lokasi langsung berupaya mengevakuasi material tanah longsor beserta warga dengan alat seadanya.

Guna mempercepat pembukaan akses jalan yang tertimbun longsor, pihaknya juga sudah berkoordinasi dengan perusahaan PT Sibelco Bumi Adia untuk meminjam alat berat.

Sebab jika dilakukan secara manual memerlukan waktu lama untuk membuka jalan tersebut. "Kalau korban jiwa tidak ada, karena kejadiannya terjadi pada malam hari dan lokasinya cukup jauh dari permukiman warga," sebutnya.


Sementara Camat Cipatat, Iyep Tamchur Rahmat mengatakan, akses jalan penghubung empat desa yang tertutup material longsor itu diperkirakan bisa secepatnya terbuka kembali.

Jika terlalu lama kasihan warga mengingat akses jalan itu adalah jalan aktif yang dipergunakan warga untuk beraktivitas sehari-hari. Sejauh ini warga yang akan melintas harus mencari jalan alternatif lain dengan memutar lebih jauh.


"Jalannya sudah tertutup lebih dari 12 jam. Target kami secepatnya akses jalan kembali terbuka, kasihan masyarakat kalau harus mencari jalan alternatif, karena jauh," kata dia.

(zil)
preload video
KOMENTAR (pilih salah satu di bawah ini)
  • Facebook
  • Disqus
loading gif
Top
Aktifkan notifikasi browser anda untuk mendapatkan update berita terkini SINDOnews.
Aktifkan
Tidak