Perkuat Perekonomian Daerah melalui Perayaan Waisak di Candi Borobudur
Kamis, 15 Mei 2025 - 16:07 WIB
loading...
A
A
A
Tercatat lebih dari 2.000 UMKM dilibatkan untuk menyukseskan Waisak 2025. Selain itu, pelaku jasa wisata juga mendapatkan berkah selama pelaksanaan Waisak. Sebanyak 600 unit VW Safari aktif melayani wisatawan yang berkeliling kawasan Borobudur. Angka ini meningkat drastis dibandingkan hari biasa.
“Pada hari biasa mungkin seminggu hanya aktif tiga hari, tapi saat Waisak bisa sampai dua minggu dan setiap hari pasti ada yang jalan,” ujar Koordinator Komunitas VW Safari Fantasy Borobudur Heru Purwanto.
Perajin lokal turut menikmati berkah dari perayaan Waisak. Meningkatnya permintaan upanat terutama saat Waisak telah mampu mendorong perekonomian setempat.
Ketua Paguyuban Perajin Sandal Khas Upanat Muh Zamzani menuturkan produksi upanat telah mampu mendorong perekonomian lokal. Untuk memberdayakan masyarakat setempat, berkolaborasi dengan Balai Konservasi Borobudur juga mengadakan program pelatihan untuk pembuatan sandal upanat ke sejumlah perajin.
Untuk mendorong pertumbuhan UMKM melalui kolaborasi dengan pemerintah pusat dan daerah, IDM juga melakukan revitalisasi Kampung Seni Borobudur. Kampung Seni Borobudur merupakan tempat relokasi bagi para pedagang dan perajin.
Rani Nuraeni dan Siti Amri, dua penjual produk fashion di Kampung Seni Borobudur merasakan penjualan yang lebih baik setelah pindah ke Kampung Seni Borobudur. Apalagi didukung fasilitas yang lebih nyaman, rapi, dan tertata.
“Pada hari biasa mungkin seminggu hanya aktif tiga hari, tapi saat Waisak bisa sampai dua minggu dan setiap hari pasti ada yang jalan,” ujar Koordinator Komunitas VW Safari Fantasy Borobudur Heru Purwanto.
Perajin lokal turut menikmati berkah dari perayaan Waisak. Meningkatnya permintaan upanat terutama saat Waisak telah mampu mendorong perekonomian setempat.
Ketua Paguyuban Perajin Sandal Khas Upanat Muh Zamzani menuturkan produksi upanat telah mampu mendorong perekonomian lokal. Untuk memberdayakan masyarakat setempat, berkolaborasi dengan Balai Konservasi Borobudur juga mengadakan program pelatihan untuk pembuatan sandal upanat ke sejumlah perajin.
Untuk mendorong pertumbuhan UMKM melalui kolaborasi dengan pemerintah pusat dan daerah, IDM juga melakukan revitalisasi Kampung Seni Borobudur. Kampung Seni Borobudur merupakan tempat relokasi bagi para pedagang dan perajin.
Rani Nuraeni dan Siti Amri, dua penjual produk fashion di Kampung Seni Borobudur merasakan penjualan yang lebih baik setelah pindah ke Kampung Seni Borobudur. Apalagi didukung fasilitas yang lebih nyaman, rapi, dan tertata.
Lihat Juga :