Ada Mobil Dinas Antarkan Calon Daftar ke KPU, Bawaslu Jabar: Sedang Diselidiki

Senin, 07 September 2020 - 15:21 WIB
loading...
Ada Mobil Dinas Antarkan...
Kantor Bawaslu Jabar. Foto/SINDOnews/Dok
A A A
BANDUNG - Badan Pengawas Pemilu (Bawaslu) Jawa Barat menyelidiki dugaan pelanggaran aturan pilkada yang dilakukan salah satu pendukung bakal pasangan calon (paslon).

Dugaan pelanggaran itu berupa penggunaan kendaraan dinas berplat merah saat mengantar bakal paslon mendaftar ke KPU. Namun belum diketahui dugaan pelanggaran tersebut terjadi di kabupaten atau kota mana di Jawa Barat. (BACA JUGA: Gelar Konvoi 7 Km, Calon Independen Indramayu Daftar ke KPU )

Koordinator Divisi Pemilu Bawaslu Jabar Zaki Hilmi belum bisa mengungkap di kabupaten mana temuan dugaan pelanggaran itu. Namun yang pasti terjadi di salah satu daerah dari 8 daerah di Jawa Barat yang menggelar Pilkada 2020. (BACA JUGA: Kantor Setda Kabupaten Cirebon Tutup 5 Hari, 322 Pegawai Tes Swab )

"Itu ada (mobil) pelat merah di depan pagar KPU pada saat pendaftaran. Setelah calon mendaftar, mobil itu juga gerak, hilang. Kasus ini sedang ditelusuri. Dugaan pelanggarannya melibatkan ASN yang turut serta mengantar dan tidak dalam kaitan tugas penyelenggaraan Pemilu," kata Zaki kepada wartawan, Senin (7/9/2020). (BACA JUGA: Bisnis Ganja Sintetis Beromzet Ratusan Juta Dibongkar, Satu Pelaku Diamankan )

Zaki mengemukakan, jika nanti terbukti ada aparatur sipil negara (ASN) yang ikut mengantar bakal pasangan calon mendaftar ke KPU, Bawaslu Jabar akan memberikan rekomendasi ke Komisi Aparatur Sipil Negara (KASN) agar dikenakan sanksi.

"Penindakan dilakukan kalau memang terbukti. Kami sampaikan ke KASN. Hukumannya, mulai dari teguran kemudian penundaan kenaikan jabatan selama dua tahun. sampai yang terberat itu adalah pemberhentian terkait netralitas ASN di pemilu," ujar dia.

Selain dugaan pelanggaran terkait netralitas ASN, Bawaslu Jabar juga menyoroti kerumunan massa yang terlihat saat bakal pasangan calon mendaftar ke KPU. "Kemarin kan pendaftaran serentak di delapan kabupaten dan kota. Catatan kami, hampir semua calon melakukan kerumunan dalam proses pemberangkatan," tutur Zaki.

Menurut Zaki, hal itu bertentangan dengan aturan pemerintah terutama imbauan KPU yang meminta agar pendukung tak hadir guna mencegah penularan dan penyebaran COVID-19.

"Ada beberapa calon juga yang taat dengan jumlah pendukung sesuai dan dibatasi masuk KPU. Tapi mayoritas ada kerumunan, doa bersama, kemudian ada orasi, terus di jalan terjadi arak-arakan," ungkap dia.

Salah satu yang mendapat sorotan adalah proses pendaftaran calon Bupati Karawang Cellica Nurrachadiana. Bahkan Menteri Dalam Negeri pun ikut memberi teguran atas kerumunan yang terjadi saat Cellica mendaftar ke KPU Karawang itu. Teguran diberikan melalui surat bernomor 337/4450/OTDA.

Zaki mengatakan, kasus kerumunan massa saat pendaftaran ini juga menjadi catatan dan pembelajaran semua komponen. Diharapkan pada tahap selanjutnya, penetapan dan pengundian nomor, KPU sebagai penyelenggara termasuk pasangan calon, harus berkomitmen untuk tidak mengundang massa.

"Penting kiranya dari pihak gugus tugas kemudian KPU dan Bawaslu duduk bersama, serta calon yang sudah mendaftar untuk sama-sama komit dan taat pada protokol kesehatan. Tidak hanya di ruang lingkup kegiatan di KPU-nya tapi dalam menuju lokasi," pungkas Zaki.
(awd)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
Ahli Hukum Pemilu: Dugaan...
Ahli Hukum Pemilu: Dugaan Pelanggaran Pilkada Semestinya Diproses melalui Bawaslu
Bawaslu Sebut Partai...
Bawaslu Sebut Partai Perindo Jabar Siap Songsong Pemilu 2029
DPW Partai Perindo Jabar...
DPW Partai Perindo Jabar Akan Bentuk DPRT di 5.000 Desa, Siap Menangkan Pemilu 2029
ASN Provinsi Papua Deklarasi...
ASN Provinsi Papua Deklarasi Netralitas Jelang PSU, PJ Gubernur Fatoni: Jangan Sebar Hoaks
Hasil Coblos Ulang Pilkada...
Hasil Coblos Ulang Pilkada Banjarbaru Kembali Digugat ke MK, Gubernur Muhidin Pastikan Netralitas Aparat
NasDem Siap Kawal Pemenangan...
NasDem Siap Kawal Pemenangan PSU Pilkada Siak
Pilkada Langsung Masih...
Pilkada Langsung Masih Diwarnai Praktik Curang, Pelonggaran Syarat Pencalonan Dinilai Perlu
Mahkamah Konstitusi...
Mahkamah Konstitusi Putuskan Pemilu Tak Lagi Serentak
KPU Apresiasi Putusan...
KPU Apresiasi Putusan MK Pisahkan Pelaksanaan Pemilu Nasional dan Lokal
Rekomendasi
Trump Cari Jalan Keluar...
Trump Cari Jalan Keluar Secepatnya untuk Hindari Dampak Politik dan Ekonomi Perang Iran
Visa Ditolak, Thomas...
Visa Ditolak, Thomas Partey Absen Bela Ghana Lawan Panama di Piala Dunia 2026
Adu Otak Bukan Otot:...
Adu Otak Bukan Otot: Luís Figo dan Ambisi Baru Game Mobile di Indonesia
Berita Terkini
Gulkarmat Jakarta Evakuasi...
Gulkarmat Jakarta Evakuasi 26 Penumpang Kapal di Perairan Kepulauan Seribu
Polisi Harus Usut Mendalam...
Polisi Harus Usut Mendalam Korban Perundungan dan Tersengat Listrik di Jakpus
Sejumlah GOR di Jakarta...
Sejumlah GOR di Jakarta Disiapkan untuk Warga Nobar Piala Dunia 2026
Digitalisasi Perlinsos...
Digitalisasi Perlinsos Disambut Antusias di Surabaya, Komdigi Pastikan Warga Berhak Tak Terlewat Bantuan
Alasan TNI Kerahkan...
Alasan TNI Kerahkan Prajurit saat Aksi Mahasiswa di Jakpus: Permintaan Membantu
Berawal dari Pesanan...
Berawal dari Pesanan Kerabat, Tas Serat Alam Mlatiwangi Sukses Mendunia Bersama LinkUMKM BRI
Infografis
Warren Buffett Sebut...
Warren Buffett Sebut Dolar AS Sedang Menuju ke Neraka
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved