Teknologi dan Benih Unggul Kunci Wujudkan Ketahanan Pangan
Senin, 12 Mei 2025 - 18:47 WIB
loading...
A
A
A
Baca juga: Prabowo: Kalau Pangan Aman, Nggak Usah Takut Saham Naik Turun
Selain meningkatkan produktivitas, benih unggul juga sangat penting dalam menjaga ketahanan pangan nasional. Di tengah tantangan perubahan iklim dan keterbatasan lahan, kemampuan benih unggul untuk menghadapi kondisi lingkungan yang berubah dan serangan hama serta penyakit menjadi sangat berharga. “Petani juga harus terus berinovasi. Dan bertani itu membanggakan, karena kita dapat menjadi sumber pangan banyak orang,” kata Ahmad Lani.
Hal yang sama disampaikan oleh Nur Azitah Azman, petani cabai asal Banyuwangi, Jawa Timur. Menurut Maman, demikian Nur Azitah Azman biasa dipanggil, petani sangat penting untuk mengetahui dan mengadopsi perkembangan teknologi pertanian terbaru.
Azman yang telah menggeluti dunia pertanian sejak usia 19 tahun itu membuktikan dengan adopsi teknologi dia mampu membesarkan usahanya dan memperluas area tanam yang semula hanya 5.000 m2 kini menjadi 50.000 m2.
Lebih lanjut Maman menyatakan bahwa kunci sukses petani lainnya adalah kemampuan membaca pasar dan adanya bimbingan dari pemerintah dan pihak swasta, terutama dalam mengadopsi teknologi yang tepat.
“Sekarang ini, petani harus melek teknologi. Dulu saya juga tidak langsung mengerti, tapi lama-lama belajar, apalagi sering dibimbing sama tim dari Cap Panah Merah. Dari situ saya jadi tahu cara tanam yang lebih efisien, hasil juga makin bagus. Suatu kali bahkan saya pernah mendapatkan keuntungan hingga Rp2 miliar bertanam cabai di lahan 1,5 hektare,” ujarnya.
Selain meningkatkan produktivitas, benih unggul juga sangat penting dalam menjaga ketahanan pangan nasional. Di tengah tantangan perubahan iklim dan keterbatasan lahan, kemampuan benih unggul untuk menghadapi kondisi lingkungan yang berubah dan serangan hama serta penyakit menjadi sangat berharga. “Petani juga harus terus berinovasi. Dan bertani itu membanggakan, karena kita dapat menjadi sumber pangan banyak orang,” kata Ahmad Lani.
Hal yang sama disampaikan oleh Nur Azitah Azman, petani cabai asal Banyuwangi, Jawa Timur. Menurut Maman, demikian Nur Azitah Azman biasa dipanggil, petani sangat penting untuk mengetahui dan mengadopsi perkembangan teknologi pertanian terbaru.
Azman yang telah menggeluti dunia pertanian sejak usia 19 tahun itu membuktikan dengan adopsi teknologi dia mampu membesarkan usahanya dan memperluas area tanam yang semula hanya 5.000 m2 kini menjadi 50.000 m2.
Lebih lanjut Maman menyatakan bahwa kunci sukses petani lainnya adalah kemampuan membaca pasar dan adanya bimbingan dari pemerintah dan pihak swasta, terutama dalam mengadopsi teknologi yang tepat.
“Sekarang ini, petani harus melek teknologi. Dulu saya juga tidak langsung mengerti, tapi lama-lama belajar, apalagi sering dibimbing sama tim dari Cap Panah Merah. Dari situ saya jadi tahu cara tanam yang lebih efisien, hasil juga makin bagus. Suatu kali bahkan saya pernah mendapatkan keuntungan hingga Rp2 miliar bertanam cabai di lahan 1,5 hektare,” ujarnya.
Lihat Juga :