7 Fakta Kasus Pelemparan Batu ke Bus Persik di Stadion Kanjuruhan, Nomor 5 Mencekam
Senin, 12 Mei 2025 - 08:33 WIB
loading...
A
A
A
Kebetulan fasilitas ini terakomodir dari kebijakan pembelian tiket masuk menggunakan aplikasi Arema Acsess dan Aremania Utas yang harus ada identitas, serta pembelian satu identitas satu tiket.
Laga perdana pasca tragedi menewaskan 135 orang di Stadion Kanjuruhan, Malang, memang tak seramai biasanya. Padahal laga ini memang Derby Jawa Timur, antara Arema FC melawan Persik yang biasanya di musim-musim sebelumnya selalu ramai.
Panpel sudah mengalokasikan 10 ribu tiket yang dijual ke suporter Aremania saja, tanpa kehadiran Persikmania, suporter Persik Kediri. Dari jumlah tersebut hanya terjual 2.850 tiket yang masuk, atau tidak ada setengahnya.
Justru ada ratusan Aremania yang tidak masuk ke dalam stadion dengan berbagai alasan, salah satunya belum mendaftarkan diri di aplikasi, tak memiliki identitas pembelian tiket, hingga masih ada yang nekat mencari penjualan tiket di hari H pertandingan di stadion. Padahal hal itu sudah tidak diberlakukan lagi.
Kekalahan telak Arema FC atas Persik 0 - 3 membuat Aremania jengah. Pasca pertandingan ada ratusan suporter Aremania yang melakukan aksi protes tepat di depan pintu masuk barat yang ada di luar pagar. Mereka protes sambil mengeluarkan kata-kata tak etis, termasuk ada beberapa yang menghujatnya.
Momen itu tepat saat mobil rombongan Kapolda Jawa Timur Irjen Pol Nanang Avianto masih ada di dalam pagar area ring 1 untuk persiapan keluar. Sedangkan pemain Arema FC dan Persik masih di dalam stadion, bahkan kedua tim masih sama-sama melakukan konferensi pers kurang lebih ada 30 menit.
"Kejadiannya sekitar jam 6 malam lebih, pemain saat itu sudah habis salat, dan bersih-bersih semua mau balik ke hotel dari stadion," ujar Manajer Persik Kediri, Mochammad Syahid Nur Ichsan.
Saat insiden terjadi internal Persik menyayangkan adanya kekurangan pengamanan pihak keamanan saat meninggalkan stadion.
Apalagi dari video yang direkam oleh pemain dan official di dalam bus, kondisi di depan bus minim pengawalan di tengah serbuan Aremania saat keluar halaman stadion ke Jalan Trunojoyo.
Pantauan di luar area stadion memang terdapat pecahan kaca di Jalan Trunojoyo, depan Stadion Kanjuruhan. Pecahan kaca juga tampak di Simpang Tiga Yonzipur Kepanjen, antara Jalan Trunojoyo dan Jalan Panji, serta di Simpang Tiga traffic light antara Jalan Sultan Agung dengan Jalan Panji, hingga menjelang perlintasan kereta api.
3. Sepi Penonton
Laga perdana pasca tragedi menewaskan 135 orang di Stadion Kanjuruhan, Malang, memang tak seramai biasanya. Padahal laga ini memang Derby Jawa Timur, antara Arema FC melawan Persik yang biasanya di musim-musim sebelumnya selalu ramai.
Panpel sudah mengalokasikan 10 ribu tiket yang dijual ke suporter Aremania saja, tanpa kehadiran Persikmania, suporter Persik Kediri. Dari jumlah tersebut hanya terjual 2.850 tiket yang masuk, atau tidak ada setengahnya.
Justru ada ratusan Aremania yang tidak masuk ke dalam stadion dengan berbagai alasan, salah satunya belum mendaftarkan diri di aplikasi, tak memiliki identitas pembelian tiket, hingga masih ada yang nekat mencari penjualan tiket di hari H pertandingan di stadion. Padahal hal itu sudah tidak diberlakukan lagi.
4. Aksi di Luar Pagar Stadion Kanjuruhan
Kekalahan telak Arema FC atas Persik 0 - 3 membuat Aremania jengah. Pasca pertandingan ada ratusan suporter Aremania yang melakukan aksi protes tepat di depan pintu masuk barat yang ada di luar pagar. Mereka protes sambil mengeluarkan kata-kata tak etis, termasuk ada beberapa yang menghujatnya.
Momen itu tepat saat mobil rombongan Kapolda Jawa Timur Irjen Pol Nanang Avianto masih ada di dalam pagar area ring 1 untuk persiapan keluar. Sedangkan pemain Arema FC dan Persik masih di dalam stadion, bahkan kedua tim masih sama-sama melakukan konferensi pers kurang lebih ada 30 menit.
5. Aksi Pelemparan Batu
Pelemparan batu terjadi ke bus pariwisata Kwansan Trans berwarna oranye, yang dinaiki oleh tim Persik Kediri. Serangan ke bus itu muncul sekitar pukul 18.10 WIB lebih, sesaat setelah selesai pertandingan hingga membuat suasana mencekam."Kejadiannya sekitar jam 6 malam lebih, pemain saat itu sudah habis salat, dan bersih-bersih semua mau balik ke hotel dari stadion," ujar Manajer Persik Kediri, Mochammad Syahid Nur Ichsan.
Saat insiden terjadi internal Persik menyayangkan adanya kekurangan pengamanan pihak keamanan saat meninggalkan stadion.
Apalagi dari video yang direkam oleh pemain dan official di dalam bus, kondisi di depan bus minim pengawalan di tengah serbuan Aremania saat keluar halaman stadion ke Jalan Trunojoyo.
Pantauan di luar area stadion memang terdapat pecahan kaca di Jalan Trunojoyo, depan Stadion Kanjuruhan. Pecahan kaca juga tampak di Simpang Tiga Yonzipur Kepanjen, antara Jalan Trunojoyo dan Jalan Panji, serta di Simpang Tiga traffic light antara Jalan Sultan Agung dengan Jalan Panji, hingga menjelang perlintasan kereta api.
Lihat Juga :