Anggota DPR: Hardiknas Momentum Pemerataan Akses dan Kualitas Pendidikan di Sumbar
Sabtu, 03 Mei 2025 - 12:22 WIB
loading...
A
A
A
Pembenahan infrastruktur hingga kualitas pendidikan hingga daerah terluar Sumbar diyakinkannya akan membuat grnerasi muda 'Ranah Minang' menjadi pusat perhatian dalam pembangunan daerah. Rahmat Saleh optimistis pendidikan berkualitas menjadi kunci agar anak muda Sumbar bisa bersaing, baik di tingkat nasional maupun internasional.
“Sumatera Barat punya modal sosial dan kultural yang luar biasa. Anak-anak mudanya kritis, berbudaya, dan cepat belajar. Yang dibutuhkan hanya satu yaitu akses yang merata dan pembinaan yang berkelanjutan,” pungkasnya.
Rahmat Saleh berharap pemerintah, dalam hal ini Kemendikbudristek mampu memupus disparitas perhatian dalam dunia pendidikan yang saat ini cenderung menunjukkan lebih condong di Pulau Jawa.
“Kita butuh pendekatan bottom-up. Jangan semua dikendalikan dari Jakarta. Masyarakat di Sumbar tahu betul apa yang mereka butuhkan, dan itu harus jadi pertimbangan utama dalam perumusan kebijakan nasional,” katanya tegas.
Rahmat Saleh turut mengimbau para kepala daerah di Sumatera Barat juga menjadikan pendidikan sebagai prioritas pembangunan. Rahmat Saleh menilai banyak program pendidikan yang bagus, tetapi implementasinya tidak maksimal karena kurangnya komitmen dari eksekutif daerah.
“Investasi pendidikan adalah investasi jangka panjang. Tapi hasilnya akan menentukan wajah Sumbar 20 sampai 30 tahun ke depan,” katanya.
Dalam kesempatan yang sama Rahmat Saleh menegaskan pendidikan bukanlah privilege untuk sebagian masyarakat, namun adalah hak setiap orang.
“Sumatera Barat punya modal sosial dan kultural yang luar biasa. Anak-anak mudanya kritis, berbudaya, dan cepat belajar. Yang dibutuhkan hanya satu yaitu akses yang merata dan pembinaan yang berkelanjutan,” pungkasnya.
Rahmat Saleh berharap pemerintah, dalam hal ini Kemendikbudristek mampu memupus disparitas perhatian dalam dunia pendidikan yang saat ini cenderung menunjukkan lebih condong di Pulau Jawa.
“Kita butuh pendekatan bottom-up. Jangan semua dikendalikan dari Jakarta. Masyarakat di Sumbar tahu betul apa yang mereka butuhkan, dan itu harus jadi pertimbangan utama dalam perumusan kebijakan nasional,” katanya tegas.
Rahmat Saleh turut mengimbau para kepala daerah di Sumatera Barat juga menjadikan pendidikan sebagai prioritas pembangunan. Rahmat Saleh menilai banyak program pendidikan yang bagus, tetapi implementasinya tidak maksimal karena kurangnya komitmen dari eksekutif daerah.
“Investasi pendidikan adalah investasi jangka panjang. Tapi hasilnya akan menentukan wajah Sumbar 20 sampai 30 tahun ke depan,” katanya.
Dalam kesempatan yang sama Rahmat Saleh menegaskan pendidikan bukanlah privilege untuk sebagian masyarakat, namun adalah hak setiap orang.
Lihat Juga :