Tuah Pemuka Agama Bikin Meriam Meledak Nyaris Melukai Sultan Amangkurat I
Kamis, 01 Mei 2025 - 06:14 WIB
loading...
A
A
A
Kalau tidak, maka mereka tidak akan memperoleh berkah. Langkah pertama berarti Blambangan harus direbut dari orang-orang Bali yang kafir sebelum dapat menyerang kaum seagama di Banten sebagaimana dikutip dari "Disintegrasi Mataram : Dibawah Mangkurat I" karya HJ De Graaf.
Golongan pemuka agama yang pernah diserang Sultan Amangkurat I dahulu itulah yang bangkit kembali kemudian memelopori pembalikan politik. Untuk itu, mereka berlandaskan pesan terakhir ayah Raja yakni Sultan Agung yang dianggap memiliki kesaktian.
Awalnya, Sultan Amangkurat I tidak mau menghiraukan alasan orang- orang Islam ini. Malah dia memerintahkan kepada para pembuat meriam dan senapan untuk menghasilkan 800 senapan serta banyak meriam kecil dalam satu triwulan. Setelah itu terjadilah satu dan lain hal yang membuatnya sadar kembali.
Sultan Amangkurat I juga memerintahkan agar meriamnya yang terbaik dan baru selesai diujicobakan di lapangan yang paling terhormat atau bisa dikatakan alun-alun.
Setelah itu disuruhnya juga sebuah meriam Belanda yang sama besarnya, tetapi diberi peluru yang dua kali lebih berat daripada peluru untuk meriam Jawa.
Golongan pemuka agama yang pernah diserang Sultan Amangkurat I dahulu itulah yang bangkit kembali kemudian memelopori pembalikan politik. Untuk itu, mereka berlandaskan pesan terakhir ayah Raja yakni Sultan Agung yang dianggap memiliki kesaktian.
Awalnya, Sultan Amangkurat I tidak mau menghiraukan alasan orang- orang Islam ini. Malah dia memerintahkan kepada para pembuat meriam dan senapan untuk menghasilkan 800 senapan serta banyak meriam kecil dalam satu triwulan. Setelah itu terjadilah satu dan lain hal yang membuatnya sadar kembali.
Sultan Amangkurat I juga memerintahkan agar meriamnya yang terbaik dan baru selesai diujicobakan di lapangan yang paling terhormat atau bisa dikatakan alun-alun.
Setelah itu disuruhnya juga sebuah meriam Belanda yang sama besarnya, tetapi diberi peluru yang dua kali lebih berat daripada peluru untuk meriam Jawa.
Lihat Juga :