Masuk Zona Merah, PSBB di Tangerang Raya Kembali Diperpanjang
Minggu, 06 September 2020 - 22:08 WIB
loading...
A
A
A
Kepala Dinas Kesehatan Provinsi Banten Ati Pramudji Hastuti menambahkan, menurut hasil evaluasi zona risiko dengan 15 indikator penilaian Covid-19 pertanggal 29 Agustus 2020, Kota Tangerang berada di angka 1.7.
Kabupaten Tangerang 1.8, Kabupaten Lebak, Kota Tangerang Selatan, dan Kota Cilegon telah mencapai 1.9, dan Kota Serang diangka 2,1. Sementara Kabupaten Serang berada di angka 2,2 dan Kabupaten Pandeglang 2.4.
Seperti diketahui, jika zona risiko Covid-19 ditandai dengan indikator 0-1,8 masuk dalam zona merah atau risiko tinggi, 1,9-2,4 zona orange atau risiko sedang, 2,5 - 3,0 zona kuning atau risiko rendah, serta zona hijau.
"Selama PSBB tahap 9-10, terjadi penurunan disiplin kesadaran masyarakat terhadap wabah Covid-19. Sehingga, menyebabkan adanya peningkatan kasus," sambung Ati. (Baca juga: PSBB Transisi Diperpanjang, Fahira Idris: Terus Tingkatkan Kapasitas Tes )
Dirinya pun berharap agar dilakukan gerakan edukasi dan inovasi, melalui solidaritas bersama seluruh komponen masyarakat
dalam meningkatkan kesadaran akan bahaya wabah Covid-19 di lingkungan masyarakat.
Kabupaten Tangerang 1.8, Kabupaten Lebak, Kota Tangerang Selatan, dan Kota Cilegon telah mencapai 1.9, dan Kota Serang diangka 2,1. Sementara Kabupaten Serang berada di angka 2,2 dan Kabupaten Pandeglang 2.4.
Seperti diketahui, jika zona risiko Covid-19 ditandai dengan indikator 0-1,8 masuk dalam zona merah atau risiko tinggi, 1,9-2,4 zona orange atau risiko sedang, 2,5 - 3,0 zona kuning atau risiko rendah, serta zona hijau.
"Selama PSBB tahap 9-10, terjadi penurunan disiplin kesadaran masyarakat terhadap wabah Covid-19. Sehingga, menyebabkan adanya peningkatan kasus," sambung Ati. (Baca juga: PSBB Transisi Diperpanjang, Fahira Idris: Terus Tingkatkan Kapasitas Tes )
Dirinya pun berharap agar dilakukan gerakan edukasi dan inovasi, melalui solidaritas bersama seluruh komponen masyarakat
dalam meningkatkan kesadaran akan bahaya wabah Covid-19 di lingkungan masyarakat.
(mhd)
Lihat Juga :