Satu Lagi Santri Temboro Asal Kabupaten Enrekang Positif COVID-19
Minggu, 03 Mei 2020 - 15:37 WIB
loading...
Proses evakuasi santri Temboro asal Kabupaten Enrekang. Foto: SINDOnews/Aris Bafauzi
A
A
A
ENREKANG - Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Enrekang mengonfirmasi penambahan kasus positif COVID-19. Kali ini berasal dari klaster santri Al Fatah Temboro, Magetan, Jawa Timur. Ini adalah kasus kedua dari klaster yang sama di Enrekang.
"Kembali kita mendapat info hasil swab test dari Gugus Tugas COVID-19 Provinsi Sulawesi Selatan. Jika santri dari Magetan, Jawa timur yang telah menjalani isolasi mandiri di rumahnya di Bubun Lamba, Anggeraja swab testnya positif. Santri kedua asal Enrekang yang positif swab test," ujar Sutrisno, juru bicara Pemkab Enrekang dalam penanganan COVID-19, Minggu (3/5/2020).
Baca juga: Ada Keramaian Saat Acara Masuk Rujab, Sekda Enrekang Minta Maaf
Selanjutnya kata Sutrisno, santri positif berusia 18 tahun dengan jenis kelamin laki-laki itu dievakuasi ke Swiss-Belhotel Makassar, untuk menjalani isolasi, lantaran dia dinyatakan orang tanpa gejala (OTG).
"Tim gugus tugas sudah mengevakuasi santri tersebut di rumahnya. Dan dibawa ke Swiss-Belhotel sebagai lokasi karantina yang disiapkan Pemprov Sulsel. Karena tak ada gejala yang dialami santri tersebut. Dirinya dinatar perawat menggunakan hazmat atau APD lengkap," tambahnya.
"Kembali kita mendapat info hasil swab test dari Gugus Tugas COVID-19 Provinsi Sulawesi Selatan. Jika santri dari Magetan, Jawa timur yang telah menjalani isolasi mandiri di rumahnya di Bubun Lamba, Anggeraja swab testnya positif. Santri kedua asal Enrekang yang positif swab test," ujar Sutrisno, juru bicara Pemkab Enrekang dalam penanganan COVID-19, Minggu (3/5/2020).
Baca juga: Ada Keramaian Saat Acara Masuk Rujab, Sekda Enrekang Minta Maaf
Selanjutnya kata Sutrisno, santri positif berusia 18 tahun dengan jenis kelamin laki-laki itu dievakuasi ke Swiss-Belhotel Makassar, untuk menjalani isolasi, lantaran dia dinyatakan orang tanpa gejala (OTG).
"Tim gugus tugas sudah mengevakuasi santri tersebut di rumahnya. Dan dibawa ke Swiss-Belhotel sebagai lokasi karantina yang disiapkan Pemprov Sulsel. Karena tak ada gejala yang dialami santri tersebut. Dirinya dinatar perawat menggunakan hazmat atau APD lengkap," tambahnya.
Lihat Juga :