Misteri Jembatan Sembayat Karya Daendels di Gresik
Minggu, 06 September 2020 - 05:00 WIB
loading...
A
A
A
Saat pembuatan jembatan. Sebagai Gubernur Hindia Belanda, Deandels meminta pimpinan daerah menyerahkan warganya dipekerjakan rodi.
Bahkan, untuk menahan jembatan, Daendels meminta puluhan pekerja rodi menjadi tiang. “Ada ratusan warga pekerja rodi yang menjadi korban,” ungkap Rian.
Misteri tidak hanya milik jembatan. Berkembang pula cerita mulut ke mulut warga sekitar. Bila Bengawan Solo itu merupakan jalan ular besar dari Solo ke Gresik. “Mangkane sungainya melekuk-lekuk kayak jalanya ular,” seloroh Junaidi (35) warga Bungah, Gresik.
Nah, ular besar itu mencari seorang putri. Dan diyakini putri itu menetap di bawah Jembatan Sembayat. Itulah yang diyakini warga ada kerajaan bawah bengawan.
Antara nyata dan mistis. Ada jalan desa yang melintas di atas kerajaan bawah bwngawan itu yang setiap tahun ambles. Bahkan, Pemdes Sembayat berkali-kali memadatkan. Tapi tetap ambles. “Kadang kita gak percaya, tapi ini nyata,” ujar Rian.
Kemistisan Jembatan Sembayat dengan Bengawan Solo masih kerap terjadi. Bahkan, hampir setiap tahun ada korban. Itu terjadi jelang pergantian musim.
“Yang sering hilang itu orang yang mancing atau nelayan yang melintas di bawah jembatan,” celetuk Bashori (42) warga Dusun Tanggok, Sembayat, Manyar, Gresik.
Bahkan, untuk menahan jembatan, Daendels meminta puluhan pekerja rodi menjadi tiang. “Ada ratusan warga pekerja rodi yang menjadi korban,” ungkap Rian.
Misteri tidak hanya milik jembatan. Berkembang pula cerita mulut ke mulut warga sekitar. Bila Bengawan Solo itu merupakan jalan ular besar dari Solo ke Gresik. “Mangkane sungainya melekuk-lekuk kayak jalanya ular,” seloroh Junaidi (35) warga Bungah, Gresik.
Nah, ular besar itu mencari seorang putri. Dan diyakini putri itu menetap di bawah Jembatan Sembayat. Itulah yang diyakini warga ada kerajaan bawah bengawan.
Antara nyata dan mistis. Ada jalan desa yang melintas di atas kerajaan bawah bwngawan itu yang setiap tahun ambles. Bahkan, Pemdes Sembayat berkali-kali memadatkan. Tapi tetap ambles. “Kadang kita gak percaya, tapi ini nyata,” ujar Rian.
Kemistisan Jembatan Sembayat dengan Bengawan Solo masih kerap terjadi. Bahkan, hampir setiap tahun ada korban. Itu terjadi jelang pergantian musim.
“Yang sering hilang itu orang yang mancing atau nelayan yang melintas di bawah jembatan,” celetuk Bashori (42) warga Dusun Tanggok, Sembayat, Manyar, Gresik.
Lihat Juga :