Soroti Perkembangan Bangsa, Aktivis 98 Jabar Gelar Silaturahmi
Senin, 14 April 2025 - 07:42 WIB
loading...
A
A
A
Harusnya, kritik dianggap sebagai protein atau vitamin bahwa demokrasi ini butuh kritik dari bawah. Aktivis 98 Jabar ingin mendorong pemerintah bisa bekerja baik dengan orang-orang yang tentunya berkompeten.
Aktivis 98 lainnya, Boy Bawono menyebut korupsi di Indonesia saat ini sudah menjadi budaya. Padahal, budaya Indonesia, ialah budaya gotong royong. Tetapi, Boy menilai saat ini gotong royongnya lebih ke saling membantu pada hal korupsi sehingga menjadi kebiasaan.
"Jadi, kawan-kawan 98 ini berpikir enggak bisa nih dibiarkan seperti ini terus karena korupsi sudah menjadi budaya. Maka tidak ada cara lain selain lawan dan kembalikan ke posisinya," jelasnya. Baca juga: Hadir di Pertemuan Prabowo-Megawati, Menko Polkam Ungkap Spirit Persatuan dan Kebersamaan
Muhamad Dawam, aktivis 98 lainnya memberikan pernyataan bahwa harus ada keberanian mengkritik 200 hari kerja pemerintahan Presiden Prabowo. Menurutnya, Prabowo harus lebih tegas memilih siapa yang membantunya.
"Jadi, sebelum presiden memanggil orang-orang untuk mengisi sebuah jabatan, si orang itu harus mempunyai konsep terlebih dahulu guna memberikan kemakmuran dan kesejahteraan masyarakat," tuturnya.
Aktivis 98 lainnya, Boy Bawono menyebut korupsi di Indonesia saat ini sudah menjadi budaya. Padahal, budaya Indonesia, ialah budaya gotong royong. Tetapi, Boy menilai saat ini gotong royongnya lebih ke saling membantu pada hal korupsi sehingga menjadi kebiasaan.
"Jadi, kawan-kawan 98 ini berpikir enggak bisa nih dibiarkan seperti ini terus karena korupsi sudah menjadi budaya. Maka tidak ada cara lain selain lawan dan kembalikan ke posisinya," jelasnya. Baca juga: Hadir di Pertemuan Prabowo-Megawati, Menko Polkam Ungkap Spirit Persatuan dan Kebersamaan
Muhamad Dawam, aktivis 98 lainnya memberikan pernyataan bahwa harus ada keberanian mengkritik 200 hari kerja pemerintahan Presiden Prabowo. Menurutnya, Prabowo harus lebih tegas memilih siapa yang membantunya.
"Jadi, sebelum presiden memanggil orang-orang untuk mengisi sebuah jabatan, si orang itu harus mempunyai konsep terlebih dahulu guna memberikan kemakmuran dan kesejahteraan masyarakat," tuturnya.
(poe)
Lihat Juga :